
Kini kenan dan aileen pergi ke taman berdua sembari menikmati indahnya pemandangan langit dengan bertaburan bintang, dan ditambah lagi lampu lampu taman yang menyala yang membuat keindahannya bertambah.
"udah lama ya kita ga kaya gini".
ujar aileen tersenyum ceria.
" maaf ya sekarang jadi jarang ga ada waktu".
ucap kenan.
dn dibalas dengan anggukan oleh aileen.
"gapapa aku ngerti kok, oh ya gimana keadaan mama kamu?".
" udah mendingan".
jawab kenan.
"kamu bukannya ga jagain malah kesini".
ucap aileen tertawa kecil.
" disana jenuh, enakan disini bisa liat kamu, lagian aku juga udah pastiin kalau mama baik-baik aja".
jelas kenan menggoda.
"mm...kenan...".
" ya?".
"sebenarnya...perasaan kamu ke aku itu apa sih?".
tanya aileen merasa bingung dengan hubungan nya saat ini.
" aku sayanglah sama kamu".
jawab kenan sedikit bingung.
"terus kenapa ga kita jalani kaya dulu lagi aja".
ujar aileen.
Kenan seketika terdiam dan memandang aileen sayu.
"ga tau kenapa aku bingung sama perasaanku yang sekarang, aku emang sayang sama aileen tapi rasanya kali ini berbeda ".
ucap kenan dalam hati.
" kenan? Hallo...?".
"grhmm...mm...maaf tapi saat ini aku masih bingung buat beri keputusan, pfffttt...haha...bener kata kamu dulu, aku emang payah".
ujar kenan.
" kenan apaan sih aku ga serius buat ngatain kamu gitu, kamu tahu kan dulu itu nilai sangat penting bagi aku".
jelas aileen.
*flash back masa SMP*
Kenan : "aileen...".
Aileen : " kenan ada apa?".
Kenan : "ini cokelat sama bunga buat kamu, kita pulang bareng yuk".
Aileen : " (menolak pemberian kenan) maaf ya kenan, hubungan kita sampai disini aja, aku mau kita temenan aja, semenjak kita pacaran nilai aku jadi turun, mama juga jadi sering marahin aku".
Kenan : "aku bisa lindungin kamu, aku bisa belain kamu biar ga dimarahi".
Aileen : " engga! Kamu ga bisa! Kamu aja payah, ga bisa bedain mana waktu main dan belajar, kamu juga buat aku jadi ga fokus belajar, kamu dapat peringkat terakhir tapi masih bisa main, sekarang kamu juga sempet sempetnya beli cokelat dan bunga itu buat aku padahal besok kita sudah ujian, aku ga mau nilai aku jelek, maaf ya kenan aku duluan".
Kenan : "aileen...(ucapnya pelan)".
*flashback off*
" dulu...kalau saja aku tau sangat sulit buat mendapatkanmu sekarang, pasti aku ga bakal sia-siain kesempatan itu hufftt...mau makan bareng ".
gumam aileen tersenyum tipis.
"yuk".
___________________________________________
" bii tolong beliin camilan yang banyak ya disupermarket atau mana terserah, pokoknya yang banyak sama beliin minuman juga ya yang dingin, susu atau yogurt gitu, oh ya satu lagi bi kalau bisa camilannya yang puedess banget".
ucap aletta pada bibi.
"tapi non, non kan lagi sakit, apa ga sebaiknya jangan makan kaya gitu dulu, non juga baru di infus sama dokter".
ujar bibi merasa khawatir.
" udah bi gapapa ini demi kelangsungan hidup".
jawab aletta mengelak.
"yaudah non bibi permisi dulu".
" hati hati bii, huufttt...ga sabar buat makan semuanya itu".
____________________________________________
"angela, papa mau kamu baik baikin aletta, kalau bisa kamu bikin dia sahabatan sama kamu".
ujar Tn.Roy.
" pah angela ga mau! Papa yang bener aja, bisa bisa pamor angela turun, dan kalaupun ada aletta di geng aku, pasti dia yang bakal nguasain semuanya, kenapa sih angela harus ikut kena imbasnya cuma buat kepentingan papa ! Angela itu kesel!!! Angela ga mau temenan sama dia!!!".
bentak angela berlari menuju kamar.
" angela!!! Kamu pikir kamu selama ini makan uang siapa haa?! Berani-beraninya kamu lancang sama papa!!!".
teriak Tn.Roy
Angela menghentikan langkahnya dan mulai meneteskan air mata.
"cciihhh...benar...angela lupa kalau angela itu boneka papa ".
angela menoleh sekilas kemudian beranjak pergi.
Sepulang mengantar aileen, kenan langsung bergegas pulang dan tidak sabar untuk merebahkan tubuhnya di kasur karena sudah sangat lelah.
Begitu tiba dikamar, kenan terkejut dengan penampakan yang dilihatnya.
Ia melihat orang yang sedang sakit begitu menikmati film dengan camilannya yang berceceran disekitar kasur layaknya melebihi orang sehat.
" heeeeiii !!! Apa yang kamu lakukan haa?!!". teriak kenan sangat kesal karena begitu banyak makanan dikasur dan sangat berantakan.
"apa? Kenapa?".
tanya aletta dengan watadosnya.
" kenapa katamu? Cp..cp..cpp...kamu pura pura sakit ya?".
ucap kenan mendekat ke arah aletta.
"apa kamu bilang?!!! Heeeii ini itu cara aku buat sembuh ya, lihat kan aku udah mulai membaik dan sekarang aku ga perlu minum obat itu lagi".
ujar aletta kesal.
" aasshh...terserah kamu lah, buruan beresin atau aku buang semuanya".
ujar kenan ketus.
"iya iya bentar, biii".
aletta brteriak memanggil bibi namun di larang oleh kenan.
" beresin sendiri".
"kenapa? Kamu mau nyiksa orang sakit?".
imbuh aletta.
" bukannya tadi kamu bilang udah membaik ya, cepat beresin, aku cape mau tidur".
ujar kenan.
"ya ga bisalah aku masih di infus".
ucap aletta membela diri.
" kamu tadi makan sebanyak itu pake tangan kan? Buruan ga ada alasan".
aletta menarik tangan aletta agar segera bergegas.
"hiihh...iya bentar!".
Beberapa menit kemudian aletta akhirnya selesai membereskan tempat tidurnya, dan kenan pun langsung merebahkan tubuhnya begitu aletta selesai beres beres.
____________________________________________
Keesokan harinya, aletta sudah merasa lebih baik dan sudah dapat pergi ke kampus.
" huuhhh...langsung sembuh, ini pasti efek camilan semalem ".
aletta membuang obat yang ada di meja dan melepaskan infusnya sendiri.
"heeii !!! Ngapain kamu?".
kenan terkejut melihat aletta melepaskan infus nya sendiri.
" kenapa? Mau berangkat sekolah lah".
jawab aletta.
"ga! kamu harus istirahat !! ".
Aletta mendekatkan wajahnya pada kenan. "barusan kamu khawatir yaa..".
ujarnya sambil menaik naikkan kedua alisnya.
" jangan harap".
ujar kenan menoyor kepala aletta.
" ciih.. dasar.. ".
ledek aletta tertawa kecil.