
Petarung itu sudah mengangkat tubuh jack, dia seperti ingin menghempaskan tubuh jack,keluar dari ring,
Thalia tidak tega melihat semua itu,Tubuhnya yg mungil langsung meleset,melompat keatas ring,dan kakinya yg mungil langsung menendang petarung itu,kaget mendapat tendangan tiba tiba,reflex petarung itu bergerak keblakang,dan melemparkan tubuh jack.
Thalia bergerak kesamping menghindari tubuh jack,dan tangannya langsung mencengkram bahu jack,menahannya agar tidak jatuh.
melihat yg menyerangnya bisa menghindar,petarung itu langsung menyerang kembali,kali ini dengan melancarkan tendangan nya ke arah wajah Thalia,dengan gesit Dia menghindar kesamping ,dan menendang kaki petarung itu.
mendapat tendangan pada kakinya petarung itu hilang keseimbangan,Thalia tidak berhenti disitu,dia melakukan tendangan putarnya,tepat mengenai wajah,petrung itu langsung jatuh mencium lantai,darah segar keluar dari hidung,dan pelipisnya.
melihat keadaan petarung itu,Thalia kembali memapah jack,dan membantunya turun dari arena,juna sudah menanti mereka.
"anda hebat nona," juna berkata
"sudahlah,bantu kakakmu ,ayo kita pergi dari sini."
Juna merangkul jack dan memapah nya keluar,bersama Thalia.
tiba tiba.
" Hei,..!!!,tunggu,apa kalian pikir bisa keluar se enaknya dari tempat ini??" ucap seorang pria
Tampaknya dia yg bertanggung jawab di tempat ini,dengan beberapa pengawal dia menahan Mereka bertiga.
Thalia memandang pria itu,rasanya ingin sekali dia menghajarnya,tapi dia tau posisi mereka tidak menguntungkan,apalagi kakak juna sedang terluka,dan mereka sudah di kepung,"kalau sendirian aku pasti bisa keluar dari sini, tapi bagaimana jack dan juna? saat thalia sedang bingung,...
" Ho ....ho..,apa yg kau inginkan Anthoni?"
seorang pria yg sangat tampan datang mendekati Thalia,dan sudah berdiri didepannya,menghalangi laki laki yg di panggilnya anthoni.
" apa maksudmu Tuan reynhards,tidakkah kau melihat perbuatan nya"??
reynhards berbalik melihat kearah Thalia,tangannya langsung memegang tangan thalia,dan menariknya keblakang punggungnya.
Thalia kaget, mendengar nama pria yg berdiri disampingnya,Dia berusaha menjauh ,tapi tangannya sudah ditarik hingga merapat ke tubuh laki laki itu, begitu dekat sampai dia bisa mencium aroma tubuh pria itu.
" apa dia Adikmu??"
"hmm,...apa kau bisa membiarkannya pergi??"
" Tapi.....", agak ragu pria itu menjawab
" jangan kuatir,aku akan membayar semua kerugianmu hari ini" reynhards mengerti pikiran pria itu.
" Baiklah,....Tuan reynhards,mengingat dirimu,
saya akan melupakan kejadian ini."
Anthoni memberi isyarat pada pengawalnya, untuk membiarkan mereka lewat.Dan reynhards segera membawa thalia keluar dari tempat itu.
" Marck,bantu kedua orang itu" reynhards menunjuk jack dan juna.
" Tidak ...,trimakasih,Aku akan membawa kakakku pergi,nona kau ikut kami khan"??,
melihat gelagat thalia yg berusaha melepaskan tangannya,akan mengikuti kedua pria itu,segera mempererat genggamannya dan menarik thalia menjauh,menuju mobilnya.
"marck,bawa mereka kerumah sakit,dan suruh mereka menemuiku besok,jika mereka suka bekerja padaku.""
juna ingin membantah tapi jack menahan tangannya,terpaksa dia mengikuti marck.
sementara itu Thalia berusaha melepaskan tangannya,bukan dia tak mengunakan keahlian nya,tapi sepertinya dia tak ingin melukai pria ini.
" lepaskan aku" suara thalia ketus
"apa kau tidak mau berterimakasih padaku?""
"Trimakasih,"skarang lepaskan tanganku."kali ini tangan kiri thalia sudah berusaha membuka jari jari reynhards.
melihat ada celah,dengan cepat tangan reynhards menarik masker yg menutupi sebagian wajah thalia.