Thalia

Thalia
episode 45



Melihat Kemarahan di wajah David,Thalia agak bergidik,wajah yg tadinya tampan,walau kadang tersenyum,kini berganti wajah yg seram,mata melotot,dan terlihat jelas wajah putih itu,berubah merah.Sambil menggertak giginya David menatap thalia.


"Semestinya ada membaca arsip kerjasama dengan Tuan Pour,Nona!!"lantang David berkata.


Thalia yg tidak mengerti,kenapa Pria didepannya ini terlihat begitu marah menatapnya,agak bingung menatap Nya,dan jreng....mata itu menakutkan seakan mengatakan Kau membuat kesalahan Nona.


" Maaf....,paman." lirih thalia menjawab.


eh...apa ini Aku khan bos disini , kenapa.....?,kenapa Kau memarahi atasanMu?


"Aku bukan pamanMu!!!!!, dikantor Kau harus bedakan Itu.!!" teriak David.


",I..iya ,Ke ..kenapa Kau marah,Aku khan masih bisa membaca." Thalia gugup,


ada ketakutan di suara nya,bahkan kini Dia tak berani menatap David.


Sebenarnya David yg melihat Thalia agak gemetaran,dan sudah ketakutan melihatnya,


ingin sekali memeluknya,meminta maaf,Tapi rasa cemburunya,membuat Dia kesal bahkan ingin sekali menghancurkan benda pipih di tangan gadis itu.


" Jangan berpikir,Kau bos nya Nona,jadi bisa berbuat se enaknya,Perusahan tanggung JawabMu,Dan Aku akan memastikan semuanya berjalan lancar,jadi siapa pun itu,siapapun Nona!!,yg Tidak becus bekerja,Aku tidak kan segan segan." Intonasi suaranya masih tinggi,Tapi matanya sudah tidak menusuk,bahkan wajahnya sudah tidak menakutkan lagi.


" Baik,"


David mendekati gadis itu,mendekatkan wajah nya,jaraknya hanya tinggal beberapa inchi,membuatnya merasakan hembusan nafas Thalia,bibir gadis itu terlihat seksi,apalagi saat gemetaran seperti ini,


lama Dia menelusuri wajah didepannya,lalu cepat cepat berpaling saat Dia mulai merasakan hawa aneh itu yg menjalar seluruh tubunya yg bergetar,menahannya.


David mengambil arsip di meja Thalia,dan berbalik melangkah ke pintu.


" Ayo, nona sudah waktunya."


" Aa apa..,waktu apa?" Thalia yg masih terpana sengan sikap David,kaget tidak bisa mencerna maksud perkataannya.


" Makan siang,Nona!" jawab David tanpa berpaling dan terus melngkah keluar.


" oh" Thalia agak percepat langkah nya mengejar David yg sudh mendekati pintu.


"Brakkk" Dia menabrak punggung David,yg berhenti tiba tiba.


" hmmm,Aroma tubuh mu wangi,.." Tanpa sadar Thalia berkata sambil mencium punnggung David.


Tentu saja David kaget mendengar perkataan Gadis itu,setangkai bunga tumbuh di hatinya,


apalagi saat Thalia memcium punggungnya,


serasa mau terbang saja,untung sepatunya berat,hingga menahan tubuh nya yg terasa se ringan kapas.


Thalia seperti tersadar dengan perbuatannya,cepat cepat mnarik dirinya,dan berjalan melewati David yg sedang berusaha menguasai dirinya,dan cepat membuka pintu,agar Thalia bisa lewat.


Jein yg melihat mereka keluar dari ruangan langsung mendekat.


" Apa anda akan makan siang Nona?" tanya jein,matanya menatap thalia,seperti ingin bertanya bagaimana janji dengan Reynhard.


" oh...ya Kita akan makan siang dengan klien, ayo jein,!! kata Thalia.


" Tidak....!! jei tetap disini." David berkata tegas.. matanya yg tajam seakan ingin berkata,Tidak boleh ada bantahan.


Jein hanya terpana,.sedangkan David mempercepat langkahnya mengikuti gadis itu,yg sedang kesal,hingga mempercepat langkah nya .


Singkat cerita mereka,sudah dalam perjalanan menuju restoran yg sudah di pesan untukmakan siang dengan klien dari negara S. Jalanan yg agak ramai siang ini membuat David gusar,dan sesekali mengumpat,Thalia yg duduk disamping nya,sibuk mempelajari berkas kerjasama dengan klien mereka,Ada beberapa point yg tidak di mengertinya,yg terpaksa harus di tanyakan pada manusia es di samping nya.


Thalia menarik napas panjang,melepaskan nya,


" David,," lirih suaranya


"Hmmmm"


melihat reaksi David yg acuh,Thalia agak kesal,dan menggeser pantatnya,mendekati David,dan meletakkan berkas yg di pegangnya ke pangkuan David.


David agak jengah,saat Thalia mendekat,tapi bukannya meng hindar Dia malah merapat ke Thalia tangannya sudah di lingkarkan ke pundak gadis itu.


",Huh,....posisikan tanganMu,Aku hanya ingin bertanya,soal point 3 yg tertulis di perjanjian.'


Thalia kesal dengan tingkah David,tapi membiarkan tangan itu.


David memperbaiki rambut Thalia,di selipkan di belakang telinga,dan wajahnya mendekati wajah gadis itu,hingga mendekati pipi mulus di depannya,sedikit lagi,bibirnya sudah dekat,


tapi langsung saja Dia berpaling menatap berkas di depannya,terdiam sejenak,memperhatikan point yg tertera disana,sesekali tangan yg melingkar ke pundak thalia mengetuk ngetuk pelan,seperti menenangkan,


" Hmmmm,ini artinya jika kedua belah pihak sepakat, perjanjian ini akan di tandatangani di perusahan mereka,Yah....kita harus ke


negara S. David menjelaskan.


" Aku belum pernah bepergian keluar negri, pasti akan sangat menyenangkan jika bisa pergi dengan orang yg kita cintai,setelah penat bekerja bisa jalan jalan,mengunjungi tempat tempat indah."kata Thalia sambil memandang keluar jendela.


" Aku khan bisa menemaniMu?" David melirik gadis disampingnya.


" Kau..!!..,Tapi kita tidak saling mencintai?"


"Jreng.....," wajah David memerah mendengar perkataan Thalia,untung saja gadis itu masih melihat keluar jendela.


"Aku mencintaiMu." pelan suara David. Matanya lurus kedepan,tidak menatap thalia,


takut gadis itu mendapati rona merah di pipinya.


" David...David,Kata Reynhard cintaMu padaKu,hanya seperti cinta Ayah dan Anak,


seperti cinta keluarga,bukan cinta dua insan yg salin mencintai dan membina hubungan Suami Istri," Ups...Thalia menutup mulutnya dengan kedua tangan nya,cepat dia bergerak menjauh,Terlambat David mencengkram pundaknya,menahannya matanya tajam memandang Thalia, Apa ini...Aku keceplosan bicara,dan David..wajah nya kembali seperti Tadi, Tapi kali ini lebih menakutkan,Matanya merah,wajahnya masam menatap thalia,..


lalu....,David mendekat menatap Thalia,matanya berhenti dibibir seksi yg bergetar ketakuta.,sedetik kumudian,Dia ******* bibir itu,kasar Dia menekan mulutnya,memaksa Thalia membuka mulutnya,menelusuri semua yg di temukan nya, Awalnya Dia melakukannya dengan kasar,tapi berhenti sejenak saat gadi itu sudah kewalahan,dan kembali ******* bibir itu,kali ini Dia melakukannya dengan lembut.


Thalia yg napas nya sudah memburu,marah kesal,tangannya sudah menjambak rambut David,dengan kedua tangannya,tindakannya ini membuat David lebih bernafsu,mencium


nya,kali ini di lakukannya dengan lembut,tidak lagi kasar,Dia mengecup bibir itu lembut,matanya sayu menatap thalia,yg sudah merona merah,perlakuan David yg lembut tadi,membuat dirinya merasa aneh,


perasaan ini berbeda,saat reynhard mencium nya,


Thalia tersadar saat Mengingat Reyn,


cepat Dia mendorong Tubuh David,tangan nya sudah terangkat mau menampar David,tapi tatapan David,membuat nya mengurungkan niat nya dan mulai membenahi rambut nya,serta mengalihkan pandangannya ke luar jendela.