
Tak terasa sudah seminggu berlalu, pagi ini Thalia tampak termenung di balkon kamar nya, tidak seperti biasanya ,setiap pagi Dia akan berolah raga, atau sekedar berjalan di sekitar rumah ,Tapi pagi ini Dia hanya memandang keadaan sekitar dari atas balkon,
entah apa yg di pikirkannya, dari wajahnya terpancar kesedihan.
" Di rumah ini,Aku seperti hidup sendiri, Tak ada yg peduli padaKu, Ibu....Aku merindukanMu, "matanya menerawang langit biru diatas, sesekali Dia menghempaskan nafasnya.
"Tok..tok....,"
Ketukan di pintu menyadarkannya, dengan enggan Dia melangkah membukakan pintu.
" pagi nona!!"
"Wajah menyebalkan ini, Apa Aku setiap pagi harus melihat nya' bathin thalia
wajah Thalia tampak kesal menatap David yg berdiri di depan pintu.
"Maaf Nona, kita harus ke kantor pagi ini."
" Tapi....,bukankah ini hari sabtu?
" Apa anda lupa ?, Kita ada rapat penting dengan para pemegang saham jam 9 nanti."
"Ahhh..,!!Aku lupa.. apa Kau sudah mempersiapkan semuanya?.Thalia menepuk jidat nya dan langsung masuk kembali kedalam, memilih baju yg akan di kenakan nya,melemparkan ke tempat tidur, dan menyambar handuk langsung masuk ke kamar mandi. Dia lupa David masih berdiri mematung di depan pintu kamar.
" Gadis ini,...ceroboh sekali apa Dia akan membiarkan pintu kamar nya terbuka saat berganti pakaian?, bagaimnana kalau ada yg melihat nya?, Tapi siapa yg akan naik ke atas sini, tidak ada yg berani selain Jein,mbok Rhum dan....,Aku," seukir senyum hadir di bibir nya,. " Aku akan mengerjainya, '
Tak lama kemudian Gadis itu sudah keluar dari kamar mandi, sebuah handuk melilit tubuh nya yg putih mulus se batas dadanya, itu membuat pundak nya yg putih mulus terbuka.
Thalia mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, saking sibuk nya mengeringkan rambut nya,Dia tidak memperhatikan sepasang mata yg terus memperhatikannya.
Saat dia menatap wajah nya di cermin, ada bayangan seseorang di depan pintu.
Saat di tengok nya Dia berteriak kaget mengetahui David masih berdiri di sana, dan apa itu,kali ini ada seulas senyum di bibir nya,walaupun itu seperri di paksakan.
" Hei,..!! apa yg Kau lakukan disana.'
" Saya sedang menatap Nona." jawab David enteng.
" K kau...,mengintipKu??" tanya Thalia gugup.
" Aku tidak mengintip, Tadi Kita bicara disini, dan nona belum menyuruhKu pergi." santai sekali Dia menjawab.
"Kalau Aku tak melihatMu,Kau akan terus berdiri di situ melihatKu berganti pakaian!!??" Thalia berteriak marah.
" Tentu saja, kalau Nona tidak menyuruhKu pergi,berarti Nona tidak keberatan Aku melihat Nona ber...." belum sempat David menyelesaikan perkataan nya Thalia sudah berdiri di depannya dan langsun membanting pintu itu dengan keras. David kaget dipikirnya Thalia yg sudah di depan nya akan menampar nya. David senyum senyum sendiri, Dia masih tetap berdiri di depan pintu menunggu Thalia keluar.
Thalia langsung menuju ke ruang depan,
"Nona ..!, Anda belum sarapan."David menegur gadis itu,saat dilihat nya akan melangkah keluar.
" Kalau Kau mau sarapan pergilah!!, Aku akan berangkat duluan." suara Thalia masih kesal.
" Tapi nanti Anda sakit '. kata David kuatir.
" Huh... ,SeleraKu sudah hilang," Thalia mendengus kesal dan langsung berjalan ke mobil yg sudah di parkir di depan, melihat bos nya muncul Alan langsung membukakan pintu mobil.
" Selamat pagi Nona' Dia sempat melirik wajah Nona nya ini tampak sedang kesal.
setelah Thalia masuk, Alan melirik David yg masih berdiri mematung." wah wajah pak David juga sedang kesal,Apa terjadi sesuatu?, Aku sebaiknya hati hati jangan buat kesalahan, bawahan seperti Aku sebaik nya diam." pikir Alan
Akhirnya David mengalah Dia melangkah masuk ke mobil duduk di samping Thalia.
" Tidak,..!Kau duduk di depan ."Thalia mendorong tubuh David agar keluar.
' Jangan bertindak seperti anak kecil Nona." David berkata kesal,sambil tetap duduk.
"Siapa yang anak kecil !! Kau yg seperti anak kecil ,Keluar....!" Thalia berteriak masih tetap mendorong David.
David diam mematung kedua tangan nya dilipat didadanya, dan matanya menatap Thalia tajam sambil berkata.
"Jalan.Alan..!!"
Thalia kesal melihat David tak mendengar nya,menimpuk nya dengan tas,dan menggeser pantat nya menjauh.
" Jangan mendekatiKu,' Thalia mengancamnya saat melihat David bergerak.
" Jangan ge er Nona, siapa yg mau mendekatiMu?, David berkata sambil memperbaiki posisi duduk nya.
Wajah Thalia langsung memerah, Tangan nya langsung terangkat memukul pundak David.
Tap...,David menangkap tangan Thalia yg terayun mau memukul nya, Dia menggeser tubuh nya mendekati gadis itu. mata nya menatap wajah gadis di depannya,yg langsung merona merah, dan salah tingkah ditatap seperti itu.
David tersenyum, bibir nya langsung mengecup kening Thalia, dan menggenggam kedua tangan gadis itu.
Thalia terkejut mau protes tapi,Dia tetap diam posisinya tidak menguntungkan, saat ini David duduk disamping nya,dan kedua tangan nya di genggam, kalau Dia mengatakan sesuatu yg membuat pria disamping nya ini marah, ihhh..,bisa saja peristiwa hari itu terjadi lagi.pikir thalia.
Akhir nya Dia hanya duduk diam membiarkan David yg sudah melingkar kan tangannya di pundak nya.