Thalia

Thalia
episode 48



Di kantor E.G.


Reynhard sudah kembali uring uringan,


untung saja kantor sudah sepi,di ruangan presdir, tinggal Dia dan Marck, saat Thalia menelpon nya memutuskan untuk tidak lagi bertemu, parah nya lagi Thalia memutuskan hubungan dengan nya, dengan alasan sepele, Tidak yakin dengan perasaan nya.


Reynhard berteriak histeris,saat David memutuskan panggilan telpon, Kini Dia yakin pasti David yg membuat Thalia mengambil keputusan tadi.


"Brengsek Kau David!!!, berani nya Kau mencampuri urusan pribadiKu, ahhh..." Reynhard menghamburkan semua yg ada di mejanya.


" Tenanglah,Tuan... kita akan mencari tau apa yg terjadi." pelan suara marck berusaha menenangkan bos nya.


" Aku tak kan melepaskan nya, Thalia mencintaiKu, pasti Pria sialan itu mengancam nya." suara Reynhard terdengar kesal.


" Baiklah....,kita ikuti permainan nya, Ayo bersiaplah marck!!,siapkan juga beberapa orang kita akan mengunjungi Tuan Benhard,


akan kita lihat, Apakah Dia mengetahui tindakan David." suara Reynhard sinis.


" Maafkan saya Tuan, kita akan pergi, Tapi tidak hari ini,." jawab marck.


",Apa maksudMu??, Kau tau Aku paling benci menunggu.!!"


",Maafkan Aku Tuan, Tapi malam ini nyonya menunggu Anda pulang." hati hati skali marck berkata, dilirik nya Reynhard yg masih kesal.


"Baiklah,..." Besok siapkan semua nya." Walau kesal Reynhard akhirnya setuju.


Sementara itu di dalam kamarnya,Thalia yg sudah selesai membersihkan diri,lebih memilih diam di dalam kamarnya.


Dia masih memikirkan maksud perkataan David pada Reynhard di telpon tadi.


Makin Dia pikirkan,semakin Dia bingung, akhirnya Dia melangkah keluar, berjalan keruang kerja Ayahnya.


Saat Dia masuk, Didalam ternyata David sedang mengerjakan sesuatu,Dia tampak serius menatap laptop di depannya,sambil menulis sesuatu di lembar kerja nya.


" Apa yg Kau lakukan di Ruangan Ayah? "Thalia bertanya sambil mendekati meja kerja.


"Malam Nona!! Anda belum tidur??" David balik bertanya,matanya masih terus menatap layar di depannya.


Saat menatap layar monitor, Thalia melihat laporan keuangan, dari anak anak perusahan yg tergabung di perusahan B G .


Melihat David yg sibuk Thalia tidak ingin mengganggu nya,Dia hendak melangkah keluar.


" Duduklah di sofa nona!!," David berdiri mengangkat laptop,dan melangkah ke sofa.


',Nona perlu melihat laporan ini, kelak Nona yg


akan memeriksa nya." David membuka file ,dan menunjukkan nya pada Thalia.


beberapa kali Dia menjelaskan point point yg di rasa tidak dimengerti.


Lama mereka di ruang kerja, saat selesai,David melirik jam tangan nya.


" Sudah jam 11 Nona, sebaik nya anda beristirahat."David membereskan semuanya,dilirik nya Thalia yg sedang merenggangkan tangannya


" whoammmm,Baiklah trimakasih sudah mengajariKu.ucap Thalia sambil melangkah keluar.


Tidak ada jawaban David hanya diam dan setelah menutup pintu,Dia berjalan di samping Thalia.


" Aku akan langsung naik ke kamarKu,Tak perlu Kau antar.' Thalia berkata,sambil melirik David yg berjalan di samping nya.


" Hmmm."


huh pria ini budek rupanya, sudah ku larang tapi tetap saja mengantarKu bathin Thalia.


Sampai di pintu kamar nya Thalia melirik David.


" Sebenarnya tadi Aku ingin bertanya sesuatu,


apa Kau tidak kebratan?"


David tau,pasti gadis ini mau bertanya soal percakapannya di telpon.


" Maaf,..Nona, ini sudah malam, sebaik nya anda tidur, dan mulai saat ini Saya akan tidur di kamar Tamu di samping kamar Anda." David berkata sambil menatap nya.


" A..apa..,kenapa ??,bukankah Kau tinggal di pavilyun samping?" suara Thalia terdengar gugup


" Untuk berjaga jaga Nona, Saya kuatir jika Anda lupa menutup jendela lagi" David tersenyum sinis,matanya menatap Thalia tajam seakan berkata " jangan coba coba kabur lagi nona.'


Thalia balas menatap David, apa yg dikatakan David tadi seperti menyinggung nya, agar tidak mencoba untuk keluar diam diam.


wajah Thalia kesal, sangking kesalnya saat dia melangkah masuk ke kamarnya, Dia mengangkat kakinya dan sengaja menginjak kaki David, dan tanpa berkata apa apa,


langsung membanting pintu dengan kesal.