
Thalia bergerak cepat setelah Reynhard masuk ke kamar mandi,Dibukanya lemari baju ,beberapa kali dia memasangkan ke tubuhnya,kemeja ataupun kaus yg tergantung disitu,tapi selain kebesaran,ada yg transparan,dia pernah mengambil celana panjang,dan saat melihat pinggang nya yg ukuran 32,diurungkan niatnya,ukuran pinggang Thalia 29,itu kebesaran.
Akhirnya pilihannya jatuh ke sebuah kemeja berlengan panjang,walau kebesaran,tapi bisa menutupi tubuhnya,karena dia bingung,tak ada pakaian dalam yg bisa dipakainya.
setelah beres dengan atasan nya kini dia bingung dengan ap yg akan dipakainya di bagian bawah.
" aduh,bagaimana ini,'? Thalia terus membongkar pakaian yg tersusun rapi itu,sampai matanya melihat ada beberapa celana santai yg terlipat,setelah dicoba nya beberapa,pilihannya jatuh ke sebuah celana pendek,cepat cepat dipakainya.
" ya...aa.terlalu pendek"pelan suaranya mengomentari celana yg dipakainya.
Tapi dia tidak peduli,untunglah ada dua buah tali di celana itu,dia mengikatnya,dan hasilnya
Tada....dia tampak aneh dengan stelan kemeja lengan panjang,dan sebuah celana pendek,yg memperlihatkan pahanya yg putih.
" Biarlah, ...pakai ini dulu yg penting aman,sambil memunggu jein." Thalia berkata dalam hatisetelah itu cepat dia melangkah kepintu hendak keluar,karena dia mendengar pintu kamar mandi yg dibuka.
Tapi......," hei dimana kuncinya?,Thalia mencari cari,saat itu Reynhard yg keluar dari kamar mandi tersenyum melihat Thalia yg ada di depan pintu kamar.
" Aku mengunci pintu itu," enteng dia berkata.
Thalia memandang,kearahnya,wajahnya cemberut,tapi saat melihat reynhard yg hanya melingkar dgn sebuah handuk kecil,bagian bawahnya,jelas terlihat dadanya yg bidang,bentuk tubuh yg sempurna.
Melihat Thalia yg memalingkan mukanya, timbul niatnya untuk menggoda,dan dengan senyum senyum dia melangkah mendekti thalia,melihat pria itu berjalan mendekatinya,
",jangan mendekat,Apa kau tak malu hanya memakai itu ditubuhmu." jein menunjuk handuk yg dipakai reynhard
" jangan macam macam ya,Apa kau pikir aku tak bisa memukulmu?" jein berkata sambil mengangkat tangannya.
" cobalah,....kau pasti tau aku tidak akan melawanmu," .cuman.....Reynhard mengedip kan matanya, dan melanjutkan perkataannya.
" kau harus menanggung resiko,jika handuk ini terlepas,dan ada yg melompat keluar.
" ah....otak mesum,cepat berpakainlah." Thalia berteriak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Reynhard tersenyum senang melihat tingkah thalia,Dia yg sudah berda tepat di depan Thalia,membuka tangan yg menutupi wajahnya.
" kenapa,kau malu,? Aku milikMu sayang"
" sayang....,aku tidak mau kau memanggilku seperti itu,thalia protes tapi tidak mau menatap pria didepannya.
Reynhard mengangkat wajah thalia,hingga mata mereka saling bertemu.
"Mulai saat ini aku akan memanggilmu seperti itu,kau tidak boleh protes,itu bayaran nya karena Aku sudah menolongmu".
Thalia menarik napas panjang,walau dia tetap protes,pasti pria ini tetap akan memanggilnya seperti itu.
"terserah apa mauMu," Thalia kembali memalingkan wajahnya.
Reynhard penasaran dengan sikap Thalia dia mendorong tubuh thalia .merapat ke pintu,ditahannya kepala Thalia yg menghindar saat dia hendak menciumnya.Dan Dia mulai ******* bibir itu,mengisapnya,bahkan dia memainkan lidahnya di mulut Thalia,membuat gadis itu gelagapan dan hampir kehabisan nafas,reynhard berhenti sebentar dan kembali ******* bibir thalia.