
Setelah merasa perutnya sudah terisi penuh,Thalia menatap jein yg sedang merapikan meja.
" Jein apa kau bisa keluar mencarikanku pakaian?"aku ingin mandi dan mengganti pakaianku".
" Baik nona,,maaf karena aku tak bisa mengambil kopermu." jein menundukkan kepalanya.
" Hey...!!, Aku tidak menyalahkanMu"Thalia menepuk pundak jein
Reynhard yg sedari tadi mendengarkan percakapan mereka,karena Dia terus saja menempel pda Thalia, Ikut berbicara.
" Jangan kuatir ada beberapa pakaian wanita dilemariKu,kau bisa mencobanya,karena kurasa ukurannya pas denganMu."
" ah tidak trimakasih,...Bagaimana kalau si empunya baju marah? ,hei..bagaimana ada baju wanita di lemarimu?"thalia bertanya keningnya sudah berkerut.
Reynhard sedikit gugup,alih alih Dia mau membantu,kini Dia repot sendiri menjawab pertanyaan Thalia.
" Ha...Ha...Ha...,apa kau tak tau nona,bosku ini
banyak di kejar wanita,tentu saja itu pakaian wanita wanita itu yg tertinggal di kamarnya." Kebiasaan Edward mencampuri urusan Reynhard mulai lagi.Dan itu mengakibatkan sebuah gelas hampir saja mengenai kepalanya,kalau saja dia tidak menunduk.
Reynhard memandang Edward yg sedang bersembunyi di balik sofa.
" sekali lagi,....kau mengeluarkan suaramu itu,jangan harap kepalamu itu masih bisa bertengger disitu." Suara Reynhard sudah meninggi, dan napasnya sudah memburu.Dia benar benar marah.Jein dan Thalia saling menatap, sedangkan Marck terdiam diujung sana,dia berjongkok mengambil serpihan gelas yg berserakan dilantai,memandang Edward yg sedang meringkuk disofa.
" Cari mati kau,tetaplah bersembunyi dan tutup mulutmu,Apa kau tidak lihat expresi bos sudah mau menelanmu?" marck berbisik pelan sambil menaruh jarinya dibibir.
Dan Edward yg sedikit menggigil hanya mengangguk kan kepalanya.
Melihat kemarahan Reyhnhard,Thalia memegang lengannya,tangannnya sedikit bergetar,dan reynhard yg merasakan tangan yg menyentuhnya dingin,membalikkan badannya dan meraih tangan itu,memepuk nepuk punggung tangan gadis itu.
" Maaf kan aku,apa kau kaget,..,?" suara yg Tadi kasar dan keras sudah berubah pelan dan lembut.
Thalia hanya tersenyum
" Ayo,....aku akan menunjukkannya padamu," Reynhard menarik tangan thalia dan mengajaknya ke atas.
saat menaiki tangga,Dia berpaling menatap marck yg masih berjongkok di lantai.
" Marck berikan pakaianMu pada Alex," matanya Melirik Edward yg sedang meringkuk di sofa.
"Apa yg kau lakukan disitu Edward?"
" ah...oh..., Aku sedang bermain Hp." sedikit kaget Dia menjawab.
" Oh.,Kupikir Kau mencari jantungMu," ucap nya sambil tersenyum Dan meneruskan langkahnya disamping Thalia.
sedangkan Edward sudah kembali merubah posisinya dan mulai memainkan hpnya.
Saat membuka lemari pakaian yg ada di kamar utama,Thalia melihat banyak kemeja dan celana bermerk tersusun rapi disana,
Reynhard mengambil beberapa gaun yg digantung,dan memberikannya pada thalia.
melihat gaun yg di tangan reynhard,Dia cemberut,sambil menggelengkan kepalanya.
melihat sikap Thalia,Reynhard bingung.
" Kenapa,? apa kau tak suka?"
" Gaun ini terlalu pendek,dan lihat dadanya terbuka,apa kau yakin aku bole memakainya?
" astaga,...tentu saja kau tak boleh memakainya,kecuali kalau hanya kita berdua." reynhard memandang gaun di tangannya dan tersenyum.
Reynhard mengambil beberapa potong lagi,kali ini dia tidak memberikan pada Thalia,dia hanya mengangkat gaun itu memutarnya dan kembali menggantungnya.
" Ah...., rupanya tak ada yg bisa kau pakai untuk saat ini,Mandilah dan ganti bajumu dengan kemejaku ini,Aku akan menyuruh Marck mengantar jein ke toko.setelah menyerahkan kemeja yg ukurannya besar ke arah Thalia,dia langsung keluar.