
Beberapa detik kemudian,Thalia sudah didalam sebuah ruangan,keningya berkerut,Thalia memandang ruangan itu dengan heran,karena ruangan ini sama seperti lobi hotel.
tidak banyak orang di dalam nya,hanya ada beberapa yg sedang berbincang bincang di sudut ruangan, dan ada beberapa yg sedang duduk di sofa.
Thalia bingung, disudut lain seorang pria sedang memperhatikannya,,Dia tau ini pertama kalinya gadis itu ke tempat ini,dengan santai dia berjalan mendekati gadis jtu,setelah dirasa cukup dekat jaraknya,dia berhenti menatap seorang pria yg sedari tadi mengikutinya.
," Marck cepatlah acaranya sudah mau mulai."
pria yg berada di samping nya heran,"Aku kan selalu mengikutinya,dan aku belum budeg,kenapa suara bos keras ya,?batin marck,sambil mengikuti langkah bosnya.
Thalia yg mendengar perkataan pria itu,segera mengikuti .mereka.Dan tibalah Dia di sebuah ruangan yg besar,disini agak ramai, tapi suara bising ini tidak terdengar dari luar,ini karena ruangan ini kedap suara.
Thalia memilih posisi duduknya yg tidak terlalu jauh dari pintu masuk tadi,juga yg deretan kursinya tidak terlalu banyak di tempati orang.
saat dirinya sedang asik memperhatikan keadaan sekeliling,seorang pria menyenggol pundaknya," boleh aku duduk disitu?,tanyanya ramah sambil melangkah,dan duduk dikursi samping Thalia.
seorang pria yg melihat ,ada pria yg duduk bersama gadis itu,tampak raut wajahnya kurang senang,sedangkan Thalia tidak peduli,asik saja dia membaca brosur, yg diambilnya di sandaran kursi di depannya.
"sudah mau dimulai tuh,"pria itu membuka percakapan memecah kesunyian diantara mereka.
Thalia memandang kedepan,tampak beberapa orang sudah memasuki arena,ada seorang pria yg sedang menjelaskan cara bertarung pada para peserta,dan iming iming hadiah yg cukup besar,
tak lupa mengingatkan pada penonton untuk mengikuti petunjuk di brosur itu,cara mmasang taruhan mereka.
" jumlah uang yg lumayan,kakak kumencoba ikut bertarung karena hadiah itu."ucap pria itu.
"apa kakakmu jago bertarung"
" kakak ku peraih medali emas olimpiade dalam olahraga karate",dengan bangga dia berkata pada Thalia.
" hei,..!siapa namamu,aku juna,sambil mengulurkan tangannya.
" tak apa,aku akan memnggilmu gadis aneh."
" hmmm.terserah, kau juna".
mereka terlibat beberapa percakapan sambil menikmati pertunjukan didepan arena.
Tampak di tegah arena sudah ada beberapa peserta yg digotong keluar,oleh beberapa petugas,rupanya petarung yg mereka lawan sungguh kejam,dia tidak melepaskan lawannya,walau sudah mengangkat tangan menyerah,dia terus saja memukulnya sampai ada yg tangan nya patah,wajah mereka sudah babak belur dan jatuh pingsan.
saat seorang pria melompat ke arena,
"itu kakak ku jack," suara juna bergetar,Dari wajahnya,tampak dia kuatir pada nasib kakaknya.
'apa kau kuatir,? bukankah kakakmu jago?
" Tapi,...petarung itu sangat kejam,dia tidak membiarkan lawanya selamat."
"kalau kau cemas,suruh kakakmu turun".
"kami memerlukan uang itu,untuk biaya oprasi ibu".
Matanya tak henti menatap kakaknya yg sudah melawan petarung itu.
tiba tiba sebuah pukulan keras menghantam wajah kakaknya,
darah segar keluar dari hidung nya,tak hanya itu tendangan yg keras di perutnya membuat jack terpental jatuh mencium lantai.
juna berteriak,melihat kakak nya. jack berusaha bangkit,saat dia berusaha untuk bangun,petarung itu sudah memegang tubuh nya,mengangkat jack keatas.