Thalia

Thalia
episode35



Akhirnya thalia dilepaskan David,saat naik ke jet pribadi mereka,David membiarkan thalia naik bersama jein,Dia menatap Alex yg tetap tinggal di kota B kota asal mereka,tapi karena pekerjaannya,hingga dia meninggalkan alex sendiri karena orang tua mereka sudah tidak ada,sebagai kakak David bertnggung jawab pda adiknya dia merenovasi rumah orang tua mereka,membelikan segala keperluan Alex,tapi tak pernah di biarkan ya Alex mengusik soal soal pribadinya,ketegasannya ,kedisiplinannya,sering membuat mereka tidak sependapat,bahkan membuat mereka tidak seperti saudara sekandung,karena David tidak segan segan menghukum Alex.


" laksanakan Tanggung jawab yg diberikan nona padaMu.' Aku akan mengontrolMu." Tak ada pelukan,tak ada senyum,yg ada hanya sorot mata kaku dan dingin, membuat Alex tersenyum sinis.


" Jangan kuatir,Kau bos nya,"


'Hmmmm." seperi biasa hanya suara itu yg dikeluarkan sambil berbalik dan mlangkah menaiki tangga,di pintu masuk jet pribadi mewah itu,David menatap alex.


" Jangan Kau ulangi Soal mobil itu,Kau seperti meremehkan keluarga benhards dengan meminjam Mobil temanMu saat menjemput Nona,kalau saja itu orang lain Aku pasti sudah menghadiahkan timah panas di kepalanya.suaranya lantang dan tegas.


" Glek..." Alex menelan salivanya. apa skarang Aku harus bersyukur karena jadi adiknya.bathin Alex.


Di dalam jet pribadi yg begitu mewah,interior dalamnya yg serba lux,dengan beberapa sofa empuk di dalam,bahkan ada ranjang kecil di sudut,yg di dasin begitu apik,memberi kenyamanan pada orang yg tidur disana.


Thalia duduk disalah satu sofa, Dia memandang jein yg duduk menjauh,tak berani mendekatinya,walau dari tatapannya, Dia tau jein ingin berbicara dengan nya,mungkin ingin mencari alasan yg tepat saat David bertanya soal Doni,agar cerita mereka sama.


Baru saja Thalia berniat mendekati jein,David sudah duduk disofa sampingnya..


" Istrahatlah nona,perjalanan kita satu jam"


David berkata sambil merapikan rambut thalia kebelakang telinga.


" sial,...karena sikapKu tadi yg menjadi manja pasaMu,membuat Kau sekarang sok akrab denganKu,kalau saja Aku tak sayang pada Jein dan Alex Aku tidak sudi bermanja manja padamu."Thalia mengumpat dalam hati.


" oh ya paman,Soal Doni brengsek itu,tolong kau urus Dia,sikapnya kurang ajar pada jein,Aku tak suka, apalagi,Dia berbohong soal proyek di sana,Rupanya Dia berencana menilap Uang konpensasi warga". Thalia berkata dengan intonasi suara yg sengaja di keraskan agar jein bisa mendengarnya.


" hmmm,pantas saat Ku telpon Dia tidak aktif,mungkin Dia takut sudah ketahuan."kata David.


" tapi,...apa si Doni tidak berlaku kurang ajar padamu,"wajah David memandanya curiga,bahkan matanya sedikit di cipitkan.


" Ha....ha...,Mau mati Dia ya,berani kurang ajar padaKu,thalia tertawa.


" lalu apa yg terjadi,kenapa nomorMu di ganti,dan hei !!!jein nomorMu juga di ganti,"! berseru David seperti sadar ada keanehan yg terjadi.


Thalia dan jein kaget,mereka melupakan soal handphone,yg tentu saja nomornya di ganti, hpnya saja sudah diganti,karena insiden itu.


dan Dia tampak curiga,dan terlihat gelisah,melihat ekspresi Thalia dan jein.


" Sudah kuduga,ada yg tak beres."wajahnya kembali tegang,tanpa expresi.


" istrahatlah nona,Aku akan mendiskusikan ini dengan jein." David bangkit, dan menatap jein.


" Ikut Aku jein" kata David tegas.


jein yg belum hilang rasa kagetnya,langsung berdiri,mungkin karena gugup,kakinya serasa lemah,wajahnya pucat,bingung menatap thalia, seakan meminta pertolongan.


" paman.....," thalia kembali menarik tangan David keras,hingga David kembali terduduk di sofa,walau thalia mengumpat dalam hati,Dia berusaha tersenyum manis,dan menyanfarkan kepalanya di pundak David.


" sial kau David,Aku kembali harus bersikap manis," thalia terus mengumpat dalam hatinya.


" Maaf paman ada insiden kecil di mall,saat aku menyuruh Alex mampir tadi." suara thalia pelan .


" Hmmmmm,katakan."


entah kenapa,David sepertinya senang dengan tingkah thalia yg bermanja manja seperti ini.


" Janji paman tak marah.."


"mana berani Aku memarahiMu,"David berkata,sambil memperbaiki posisi duduk agar thalia lebih nyaman bersandar di pundaknya,dan kembali berkata.


" Karena Jein Dan Alex yg pasti tidak becus menjalankan tugasnya.suaranya ketus dan tajam.


' Ini bukan salah,mereka,ini salahku," Thalia kesal menatap David.


" Nona tidak pernah salah,sudahKu bilang kalau ada yg terjadi dan itu membahayakan Nona,itu salah jein dan Alex,dan setiap kesalahan pasti ada konsekwensinya." David tetap mempertahankan Argumennya.


Bersambung...