
Sementara itu disebrang,beberapa orang sudah keluar,mendekati mobil mereka.
Jein memberikan tembakan perigatan.
"Siapa kalian!!?,David akan membunuh kalian semua jika melukai nona." jein berteiak.
Melihat mereka punya senjata,orang orang itu tidak jadi mendekat,mereka berlindung dimobil.Sialnya ada 2 mobil lagi datang,dan langsung mengepung mereka.
" Menyerahlah Nona" seorang pdia berbadan kekar berteriak .
Thalia melihat posisi mereka yg tidak menguntungkan,bertanya.
" jein berapa amunisimu"?
" senjataku terisi penuh."jawab jein pelan
" Kau Alex?"
" Sama nona"
" hmmm,baiklah Aku akan keluar kalian tunggu lah sebentar,saat Aku memberi tanda,jein kau atasi yg di samping kanan,dan kau alex,yg disamping kiri.Aku akan menghadapi yg didepan." Thalia menjelaskan rencana nya.
" Hati hati nona?" jein berpesan.
Thalia menenangkan diri beberapa detik kemudian dia mulai keluar
"Baiklah Aku keluar!!." Thalia berteriak dengan keras tangannya yg memegang senjata sudah terangkat keatas kepalanya.
"Ha....ha....,Rupanya Anda cukup tau diri,kalau tak mung.......,belum selesai dia berkata,Thalia yg melihat semua orang Doni sudah ,tidak berlindung lagi,Dia menembak orang itu tepat di dada kirinya.
Orang orang Doni kaget,mereka tidak percaya gadis ini menembak rekan mereka,belum sempat menghindar,mereka sudah dihujani peluru dari jein dan Alex.
Mereka terdesak ,sudah ada 6 orang rekan mereka yg jatuh,Dan ini membuat nyali mereka kendor. Melihat lawan terdesak dan jumlah mereka yg tinggal 4 orang, jein dan alex keluar dari tempat berlindung.
Sayangnya mobil ke 4 tiba dan ada 5 orang didalam mobil yg sudah mengarahkan senjata nya kearah jein dan alex,juga Thalia yg berdiri pas ditengah jalan.
Thalia bergulingan diaspal jalan, menghindari mobil lawan yg hampir menabraknya,sambil membalas tembakan lawan.
Jein pun sempat melompat kesamping mobil,tapi malang Alex yg kurang cepat berlindung, harus menerima sebuah peluru yg mendarat di pundaknya.
"Aku tidak apa apa kak, ", alex berkata saat jein mendekat.Setelah memastikan peluru itu hanya mengenai pundaknya,tidak diarea yg mematikan,jein kembali melihat situasi sekitar.
Jein terkejut saat melihat Thalia yg bergulingan di aspal,Dan lebih terkejut lagi saat 5 orang yg keluar dari mobil itu sudah mengarahkan senjata nya ke Thalia.
Thalia menyadari posisinya yg tidak menguntungkan,mengingat amunisinya tinggal tersisa 2 peluru,dan 1 senjata rahasia.
Terpaksa Dia bergulingan dia atas aspal lagi,menghindari tembakan lawan sambil membalasnya.
Untunglah saat itu ada sebuah mobil yg datang, langsung mengarah ke 5 orang pria yg sedang mengarahkan senjatanya pada Thalia,spontan ke 5 pria ini langsung melompat ke samping dan berlindung.
seorang pria keluar dari mobil dan denfan sigap mengangkat Thalia dan berlari kembali masuk kemobil,sementara temannya memberikan beberapa tembakan perlindungan.
Saat masuk ke mobil,Thalia berteriak ke arah jein,untuk ikut masuk ke mobil,dengan sigap jein membopong Alex dan masuk kemobil, dan saat itu juga sopir langsung tancap gas.
Saat melihat Thalia dapat meloloskan diri,Doni yg memperhatikan semuanya dari mobil yg diparkir tidak jauh dari tempat kejadian itu,Tampak kesal,dia memerintahkan orang orang nya untuk mengejar.