Thalia

Thalia
episode 10 ( keluar diam diam parth IV)



Sesaat kemudian,tampakla sebuah wajah yg sangat cantik didepan nya, wajah thalia yg mulus,dengan hidungnya yg mancung,bibir tipis merona,membuat reyn hard seperti terhipnotis.


dengan lembut dia mencium bibir mungil itu,tangan yg tadi menggenggam thalia sudah diganti dengan memeluk pinggang ramping itu,ada sesuatu yg terselip disana,tapi reynhards tidak peduli,.


Thalia seperti terhanyut mendapat ciuman yg begitu lembut di bibirnya,sejenak dia menikmati nya,sampai dia tersadar,dan cepat mendorong Tubuh Reynhards,dan segera berlari meninggalkan tempat itu.


Thalia terus berlari dengan kencang,dia menyetop taksi yg lewat,setelah mengatakan tujuannya,dia menyuruh sopir taksi itu untuk tancap gas.


sementara itu Reynhards masih berdiri mematung,dia masih terpaku ditempatnya,barulah dia sadar saat melihat thalia berlari menjauh,Dia berusaha menggejarnya,tapi sayang gadis itu sudah menjauh dgn taksi itu.


Reynhards terlihat gusar,seakan menyalahi dirinya yg tak menahan kepegian Gadis jtu.


"Marck,..apa kau melihat taksi itu?"wajahnya yg kesal menatap marck yg disamping nya.


"ya tuan muda,.."dia memang sempat melihat plat nomor taksi itu saat ikut berlari tadi.


" Baguslah, .cepat selidiki,kemana tujuannya.".


Marck menelpon perusahan taksi itu,setelah mengatakan nomor plat mobil itu,dia melambaikan tangannya pada sopir ,yg masih berda di parkiran.


setelah naik kedalam mobil, wajah reynhards masih kesal,dia tak tau,kenapa dia masih terdiam saat tubuhnya didorong tadi sampai gadis itu bisa lolos.


"Kau sudah tau kemana taksi itu lergi?" suara nya agak meninggi,


" mereka masih mencari tau,kita tunggu saja mereka akan mengabari."marck tau bosnya ini sedang kesal


"Ahhh,...!! " rynhards yg sudah dipuncak kemarahannya,memukul sandaran kursi didepannya.


setelah mendapat telpon dari perusahan taksi itu,dia langsung memberitahu sopir meluncur ke pinggran kota,dijalan kembang.


Reynhards seperti mendapat secercah harapan


," Aku pasti .menemukanMu".guman nya.


"Apa Tuan muda tau nama gadis itu?" marck bertanya


"Apa kau dengar Aku sempat menanyakan namanya?" kesal suaranya menyadari kebodohannya yg tidak menanyakannya.


" Iya ya...,Tuan muda langsung menciumnya,setelah membuka maskernya." ada senyuman dibibir marck mengingat perbuatan bosnya tadi.


" Tapi tuan muda,gadis itu cantik sekali,cck cck......,.marck berdecak kagum membayang wajah gadis itu.


" kampret,kau marck,..cepat keluarkan Dia dari pikiranmu." reynhards gusar,tanganya langsung menepuk jidat marck.


"oh tuan aku khan hanya memberi pujian,kenapa kau marah", batin marck.


"Awas kau,jika berani menatap nya lagi.'


wajah reynhards masih kesal menatap marck,ingin sekali dia membuka kepala marck,mengeluarkan memorinya, yg ada wajah gadis yg sudah mencuri hatinya.


" Huh....," reynhards masih gusar menendang kursi didepannya.


sopir itu sudah tegang kursinya yg ditendang tapi seperti badannya yg sakit.


Untunglah mereka sudah tiba di tempat tujuan,taksi yg mengantar thalia ada di persimpangan jalan,menunggu kedatangan mereka.


Reynhards langsung berlari,kearah sopir itu.


" mana dia pak,..mana gadis itu" bertanya sambil mengguncang tubuh sopir itu.


"Maaf Tuan,nona itu hanya minta diturunkan disini,dan berjalan kesana." sopir itu sudah ketakutan.


mendengar itu reynhards berlari kearah yg ditunjuk sopir itu,diikuti marck.tak lama kemudian sebuah tembok besar yg ada seepanjang kanan jalan,membuat langkah reynhards terhentj.


Dia menatap lurus kedepan melihat di kejauhan,tampak sebuah gerbang besar.


sepertinya dia mengenali tempat ini.


" Astaga,tuan muda,bukankah ini kediaman Tuan Bernards," marck menunjuk gerbang yg tertutup ada logo BG di pintu gerbang itu.


' Yah ...,Aku pernah kesini 11 tahun yg lalu".apa dia gadis kecil yg waktu itu?"


pikirannya melayang,saat dia dengan keluarga nya ketempat ini, Saat menghadiri proses pemakaman Istri Tuan bernards.


saat itu,umurnya 12 Tahun,selama proses pemakaman,matanya tak henti menatap seorang gadis kecil yg terus menangis, membuatnya mendekatinya,memberikan saputannya dan menggenggam tangannya,seakan ingin memberikan kekuatan.


Reynhards tersadar dari lamunannya,


" ah....Tidak mungkin dia, tapi saat inigadis kecil itu pasti sudah dewasa."


Ada keraguan di wajahnya,karena saat itu gadis kecil itu terliha lemah.


" Ayo kita kembali marck," mereka kembali ke mobil dan berlalu dari tempat itu.