
Seorang laki laki tegap,walau usianya sudah 60 tahun tapa masih nampak kekar
" Selamat pagi pak,!!* kompak mereka bertiga memberi salam,dan langsung berdiri menjabat tangannya.
" Pagi...,'
setelah menjabat tangan mereka bapak itu menyilahkan mereka duduk.
"Maaf ya adik adik ini dari mana?,ada keperluan apa ?'" tanya bapak kepala desa
"perkenalkan pak,kami dari perusahan Bernards Group, ini nona muda kami,putri dari
pemilik perusahan B.G.,saya asisten nona muda."" jein menjelaskan siapa mereka.
" oh.....,senang bertemu anda nona." bapak kepala desa itu sedikit terkejut menatap thalia,.
" Maafkan kami menggangu bapak,nama saya thalia anastasia Bernards,saya kesini terkait dengan proyek perusahan kami di desa ini."Thalia memperkenalkan dirinya.
" ya ..ya..,bapak Doni yg sering kali datang kesini,katanya beliau Adik pemilik perusahan.
" Maaf pak Ayah saya Anak tunggal,Dan karena masalah ini tidak selesai selesai,Saya sendiri yg akan menanganinya." suara thalia agak kesal,mendengar perkataan bapak itu.
" Oh...,baguslah kalau nona akan tangani langsung,soalnya bapak Doni itu terlalu berbelit belit,bahkan permintaan warga dia tolak,banyak alasannya,hingga warga tidak menyukainya,bahkan pernah melempari mobilnya,saat kesini." bapak kepala desa memberi penjelasannya.
" Saya sudah memecat Doni,bapak tidak lagi berurusan dengannya,saya hanya ingin tau alasan warga menolak proyek ini,karena maaf pak menurut saya proyek ini akan sangat menguntugkan penduduk disini." kata Thalia.
" Iya pak Bos kami,Akan membayar ganti rugi lahan penduduk,yg akan terkena imbas proyek ini,dan juga nantinya Akan terbuka lapangan kerja untuk mereka".Jein menambahkan.
" iya saya mengerti,tapi ada beberapa poin dari kami yg di tolak pak doni waktu itu,saya harap nona bole menyetujui nya.
pertama
kedua,
kami minta penyediaan air bersih,di kampung ini susah air,kami minta di adakan pengeboran air,untuk kebutuhan warga.
itu saja poin penting permintaan warga,pada intinya kami setuju dgn proyek ini,tapi tolong peemintaan kami di penuhi." bapak kepala desa menerangkan pokok permasalahan yg sebenarnya.
" Astaga pak,.!!Doni memang keterlaluan,Baiklah Pak saya setuju dgn semua syarat itu,toklong baak kumpulkan warga,kami akan meminta maaf atas semua tindakan Doni,Dan untuk air bersih saya akan memyuruh staff saya untuk mulai mencari lokasinya,Dan mulai saat ini,Bapak berurusan dengan saya ,Dan pemuda ini Alex namanya Dia yg akan mewakili saya,kalau ada yg di butuhkan katakan saja padanya." Thalia memperkenalkan Alex.
" Baiiklah nona,saya mewakili masyarakat di sini,mengucapkan trimakasih," bapak kkepala desa itu meminta mereka untuk menunggu warga berkumpul.
Akhirnya selesai juga permasalan dengan warga,setelah mengurus semua surat surat,dan menandatangani surat perjanjia dengan warga Thalia pamit,Dia berjanji besok Alex akan kembali dengan tim yg akan mencari lokasi yg tepat untuk sumur Bor.
Jam sudah menunjukkan Pukul 11 Siang saat mereka melaju ,meninggalkan perkampungan. warga sempat menahan untuk makan siang tapi mereka menolak,tidak mau merepotkan.
" jein kita akan cari rumah makan,Aku akan menelpon paman" kata Thalia.
" Baik nona."
setelah 2 jam berkendara,mereka singgah di sebuah rumah makan ,tidak terlalu mewah tapi lumayan untuk mengganjal perut.
Sambil menunggu makanan nya,Thalia menelpon David.
" Hallo,,....ini Aku"
terdengar suara di sana yg terkejut menanyakan kabarnya.
" Aku baik baik saja,jein dan Alex bersamaku,tolong urus Doni Aku memecatnya,ptoyek ini aku serahkan pada Alex." Thalia menjelaskan panjang lebar semuanya,tapi tidak menceritakan soal bentrok dengan Doni.
'