
Thalia tampak gugup,melihat sosok pria yg ada didepannya,bahkan langkahnya sempat terhenti,dan tangannya yg menggandeng David,pelan pelan di melepaskannya,David merasa ada yg aneh saat thalia melonggarkan tangannya seperti mau melepaskan tangannya,apalagi langkah gadis itu yg sempat tertahan,membuat David menahan tangan gadis itu,menarik tangan thalia dan mengancingnya,matanya memandang Thalia,Tajam dan menakutkan,Thalia yg menyadari,sikapnya akan membuat David curiga,berpaling ke arah jein.
" Jein Kau sudah memberikan salinan perjanjian kita dgn penduduk ke Alex." suaranya agak serak karena masih gugup.
"Sudah Nona" jein mengerti nonanya berusaha mengalihkan kecurigaan David.
David yg tadinya curiga,dan mau mencari tahu sebab tingkah gadis ini yg menghentikan langkah nya,langsung melangkah lagi.
sementara itu Reynhard yg kesal,marah ada rasa cemburu melihat Thalia bergelayut di tangan laki laki itu,melangkahkan kakinya mendekat.Melihat reynhard yg mulai mendekat tampak tegang,bahkan dia mulai menggeleng gelengkan kepalanya,matanya melotot,seakan meminta agar jangan mendekat." Tuan ..tuan,tolonglah jangan kemari,mengertilah....tolong mengertilah,"jein terus memohon dalam hati.
Reynhard bukan tak melihat,pandangan mata jein,bukan dia tidak mengerti semua penjelasan jein di surat,yg menyuruhnya pura pura tidak mengenal mereka,tapi saat ini dia benar benar cemburu,dan tetap melangkah ke arah Thalia.
David memandang pria yg juga bersama beberapa orang pengawal yg datang memdekat,dan berhenti tepat didepan mereka,seperti drakor drakor mereka dan pengawal masing masing sudah saling berhadap hadapan.
" Tuan muda Reynhard edward Group," kita bertemu lagi." David menyapa pria didepannya dan tangan yg menggandeng tangan thalia beralih melingkar di pundak thalia,dan sedikit menggeser tubuh gadis itu merapatkannya kedada nya yg bidang,hingga wajah thalia mencium dadanya.seakan menyembunyikan wajah thalia dari tatapan pria didepannya.
Reynhard langsung menggertakkan giginya rasanya dia ingin menarik tangan Thalia,dan melayangkan tinjunya ke wajah David,tangannya sudah terkepal,Marck yg berada di sampingnya sedikit gugup Dia tau emosi bosnya sudah naik sampai ke ubun ubun.
" Tuan David,senang bertaemu anda saya Marck asisten tuan muda.Marck berusaha mengalihkan perhatian david.
" hmmm"
jein dan alex sudah gemetaran,mereka tau pasti David akan membunuh mereka,kalau sampai Reynhard nekad meraih tangan thalia.
" Oh..Anda pasti David kepala pengawal keluarga Tuan Bernards," dia mengulurkan tangannya perkataannya saat mngatakan kepala pengawal,di tekankan seakan menyinggung posisinya di keluarga thalia.
"hmmmm," hanya guman kecil terdengar dari mulutnya sambil menjbat tangan reynhard.
" apakah Dia Putri Tuan Bernards,?nona Thalia anastasia yg baru baru ini diperkenalkan ayahnya ke publik? Hallo nona saya Reynhard,reynhard menatap thalia dan mengulurkan tangannya,berharap thalia akan bisa mengangkat wajahnya dan menjabat tangannya.
sayangnya David tetap mengancing thalia,bahkan tangan kannnya sudah memeluk thalia.
" ya ini nona thalia,maafkan saya tapi nona tidak suka menjabat tangan pria asing,dan saat ini nona sedang tifak fit maf kami harus pergi senang bertemu anda Tuan Reynhard.
setelah itu langsung melangkah kan kakinya,dan sambil menggandeng thalia.lngkah David cepat,diikuti para bodi gard.Thalia ingin sekali menjabat tangan reynhard,ingin rasanya berlari memeluk pria itu,tapi rangkulan David yg kuat membuat Dia tak bisa menggerakkan tangannya,bahkan untuk memalingkan wajahnya tak bisa,Dia sudah mau berontak,tapi sentuhan jari jein yg dingin di tangannya membuat Dia diam dan pasrah ,karena Dia mengerti siruasi jein.
Tinggallah Reynhard sendiri,menatap kepergian mereka,ada kemarahan di wajahnya bahkan kedua tanggannya sudah di kepalkan, jein memperlambat langkahnya dan mendekati Alex,saat berjalan bersama Alex,Dia menengok keblakang dan memberi isyarat pada reynhard untuk menelpon,dia tersenyum berusaha membuat reynhard tenang,walau terlihat senyumnya dipaksakan..
Semuanya dilakukan jein dengan cepat agar tidak terlihat para pengawal terlebih pria menakutkan di samping,thalia.
" Huh walau kakakmu tampan,tapi wajahnya seperti mayat hidup,dingin se dingin es,hampir mati berdiri aku.' suara jein pelan berbisik ketelinga Alex.
" Apa kau tidak tau kalau jantungku rasanya sudah mau copot,Walau sdia kakakku tapi pasti tidak akan mengampuniku kalau ada yg terjadi pada nona."alex balas berbisik di telinga jein.
Akhirnya keduanya hanya bisa pasrah dan berdoa,semoga peristiwa di kota B bisa dikubur dalam dalam dan tak kan terbongkar.