
Sementara itu di lantai atas,di kamar utama,
Reynhards sudah membaringkannya di ranjang besar di kamar itu,Dia merapikan rambut Thalia,dan duduk di sisi ranjang.
Matanya tak pernah lepas dari wajah di depannya.saat itulah Thalia terbangun,dia membuka matanya,memandang keadaan sekitar dan segera bangun.
"mana,jein dan Alex," Talia sudah duduk di ranjang
" Kau baru saja,bangun tidak menayakanku, hanya kedua orang itu." wajah reynhards dipasang cemberut sambil melipat tangannya ke dada.
Thalia tersenyum,memandangnya.
" Aku melihatMu disini,dan lagi kau baik baik saja."
" Mereka ada dibawah." wajahnya masih kesal.
Thalia tersenyum lebar,memandang reynhards,saat itulah mata mereka bertemu,cukup lama mereka saling memandang.Dan reynhards yg tak bisa menahan diri langsung mencium bibir thalia,tangan kirinya memegang wajah thalia dan tangan kanannya sudah melingkar di pinggang gadis itu,
Reynhards mencium bibir itu dengan lembut,dan thalia tidak bereaksi,walau sedikit terkejut,tapi dia tidak berontak ,bahkan dia memejamkan matanya menikmati momen yg baru 2kali dirasakannya dengan pria yg sama.
Seperti tersadar,tiba tiba Thalia mendorong tubuh Reynhards,dia memalingkan wajahnya yg sudah memerah.
Reynhards tersenyum melihatnya dia tau gadis itu malu menatapnya.di pegangnya wajah thalia hingga memandang nya.
"Kenapa kau malu".
"K..ka.u,..., kenapa ka selalu menciumku? "
" Bibir ini milikKu,tentu saja Aku boleh menciumnya" Reynhards tersenyum dan kembali mencoba menciumnya,saat dilihatnya bibir tipis thalia setengah terbuka.tiba tiba....
" maaf ...maaf,saya tidak melihat apa apa,boleh saya masuk Tuan." agak terbata suaranya,karena terkejut melihat situasi di depannya.
" ah ....apa kau sudah melupakan peringatanku marck,?"suara nya ditinggikan wajahnya tampak kesal,memandang marck.
Reynhards menahannya dan sedikit menarik tangan Thalia,hingga gsdis itu terjatuh kembali diatas ranjang.
" astaga, lukamu belum dibersihkan!!" matanya yg melihat lengan thalia yg terluka itu mengangkat lengan gadis itu.
marck yg sudah membalikkan badannya tadi,karena perkataan reynhard tadi,mengambil kotak obat dan sambil berjalan mundur dia mendekati reynhards dan thalia,menyerahkan kotak obat.
Reynhards hanya mendengus melihatnya,tidak dengan thalia dia tersenyum geli melihat marck bahkan sampai mengeluarkan suara.Marck yg mendengar suara tertawa,baru saja mau berbalik.
",Jangan kau lakukan itu marck,aku masih tersisa satu buah peluru disini," reynhards mengancam,diliriknya marck yg berdiri disampongnya dengan posisi membelakangi Thalia.
" maaf kan aku tuan"
" Hey,...! ada permainan apa ini,marck." sebuah suara terdengar,dan seorang pria gagah sudah berdiri di depan marck.
Edward yg sudah di depan marck menatap nya bingung ,Dia mendorong tubuh marck kesamping agar tidak menghalanginya.
" Astaga,ada mahluk cantik disini" edward mendekati ranjang sambil mengulurkan tangannya mau memperkenalkan dirinya
" Jangan konyol edward,apa kau ingin Aku mematahkan tanganmu.reynhard,menepis tangan edward dengan keras.
" Hei........," edward protes sambil mengusap tangannya.
" Marck bawa dia keluar sebelum aku terpaksa .embunuhnya." tanpa melirik mereka reynhards berkata sambil terus membersihkan luka goresan di lengan Thalia.
Marck langsung menarik Edward,setengah menyeretnya keluar dari kamar sambil menutup pintu.
Tiba tiba pintu terbuka dan Edward melongokkan kepalanya sambil berkata.
" Kalau kau perlu bantuan untuk mengobatinya,Aku dengan senang hati akan melakukannya."Dia bermaksud menggoda reynhard,dan hasilnya,sebuah bantal sudah mengenai kepalanya.