
Dari kejauhan tampak Tuan Bernards dan David , sedang memerhatikan Thalia latihan.
ada senyum di bibir Tuan Bernards saat mendengar perkataan Thalia.
"Kau dengar David,Putriku sudah meragukan kemampuanMu dan Jein.karna tak bisa melindungi ibunya."
" Maaf Tuan Bernards ,apa yg terjadi pada nyonya Wulan,diluar kendali saya." Davjd membela diri.
" apa sudah ada perkembangan?,sudah ada petunjuk dari jarum itu?.tanya tuan bernards
"maaf Tuan,kami belum menemukan petunjuk,bahkan para pengawal tidak bisa mengetahui siapa yg menembakkan jarum beracun itu."
"Teruslah berusaha menyelidikinya,periksa skali lagi cctv,
Tuan Bernards memberi perintah dan kembali menatap Thalia yg sudah berlatih kembali.
"Nona berubah' David ikut memperhatikan Thalia.
"Tidak ada airmata dipipinya saat dia jatuh,Nona tidak lagi menjerit ketakutan saat melihat darah,David berkata sambil sesekali membuang nafas panjang.
"Baguslah..,Dia akan menjadi gadis yang tangguh,akan mudah baginya terjun kedunia yg kejam ini ,saat dia dewasa nanti."
"apa Tuan akan mengurung nona terus"?
" ya ,...sampai Thalia benar benar bisa melindungi dirinya sendiri,saya akan tetap mengurungnya,sampai dia benar benar siap."
" kau harus mencarikan beberapa pelatih yang bisa melatih thalia," Tuan bernards menatap David.
"apa Tuan ingin saya mencari pelatih beladiri yg lain"?David bertanya.
' bukan hanya pelatih beladiri,Aku ingin Thalia bisa jago menembak,bahkan kau bisa mencarikan seorang ninja yg bisa melatihnya."
"Tapi Tuan,...Nona masih kecil bagaimana mungkin dia mampu latihan semuanya ?"
" apa kau tak dengar tadi,Thalia ingin lebih hebat darimu,dengan tekadnya pasti Thalia bisa."
"Baiklah Tuan,saya akan mencarikan beberapa guru yang hebat untuk melatih nona"
"pasti Tuan"
Tuan Bernards kembali menatap Thalia,lama dia memperhatikan Thalia yg sedang sibuk berlatih di bantu jein.
papa akan membuat mu menjadi gadis yg hebat,hanya ini cara yg bisa papa lakukan untuk melindungiMu.
Tuan bernards termenung hati kecilnya sebenarnya tidak rela melihat putri kecilnya harus menjalani latihan latihan yg begitu berat,
Dia tau umur Thalia saat ini, tidak seharusnya melakukan semua kegiatan yg begitu berbahaya,untuk anak yg baru berusia 6 tahun.
semestinya saat ini Thalia tengah sibuk berlari di taman,bermain boneka,bahkan bermanja manja dengan keluarganya.
Tapi saat ini,putrinya sudah tidak bisa melakukan semua kegiatan itu,bahkan untuk berinteraksi dengan dunia luarpun putrinya sudah tidak bisa.
Seakan tersadar dari lamunannya,Tuan Bernards Batuk beberapa kali,kemudian melangkahkan kakinya, berlalu dari tempat dimana anaknya, sedang berjuang mengubah pribadinya menjadi berbeda dari gadis lain.
setelah hampir seharian berlatih, saat mentari sudah mulai tenggelam di ufuk barat,saat cahaya kemerahan nya mulai redup, digantikan senja yg meneduhkan jiwa,seakan ingin menggantikan hawa panas yg menyelimuti bumi ini.
Thalia tampak menyeka keringatnya napas nya sudah tidak karuan,kaus yg dipakainya sudah basah dengan keringat,padahal sudah 4 kali jein menyuruhnya mengganti kausnya.
Jein datang mendekat memberikan botol minum kearah Thalia,setelah meminumnya Thalia kembali menyerahkannya pada jein.
" apa papa sudah kembali?"
" kayaknya sudah.' jein menjawab
"Apa papa melihatku saat latihan"?
" saya tak melihatnya nona"jein menjawab sambil berjalan disamping Thalia yg sudah berjalan keluar dari aula tempat nya berlatih.