Thalia

Thalia
episode 13



sementara itu,jein bingungmenerima karangan bunga,yg tadi diberikan sekertaris thalia.


" nona anda mendapat kiriman bunga,"!


" hmm...,mungkin untuk papa," thalia tidak melihat pada jein matanya sibuk membaca arsip proyek di kota B.


" Tidak nona, dikartu ini tertulis nama nona."


jein mengambil kartu itu dan memberikan pada Thalia.


Thalia mengambil kartu itu,dengan enggan di bukanya,dan keningnya berkerut saat membaca tulisan disana,


Aku menemukanMu,.......


Thalia Anastasia /Reynhards Putra.


Namanya di gabungkan dengan sebuah nama......,saat membaca kembali nama yg bersama namanya,Thalia kaget,...wajahnya yg putih ,memerah,cepat cepat dia memasukkan kartu itu ke dompetnya.


Jein yg bingung melihat perubahan Thalia bertanya.


" dari siapa nona"


" Aku tak kenal"


" Ada namanya di kartu itu khan nona?"


" Jangan kepo jein,apa kamu tidak ada kerjaan"


jein langsung terdiam,walau penasaran dengan pengirim bunga itu,Tapi dia tau nona tidak akan memberitahunya.


tak terasa sudah seminggu,dia melakukan pekerjaan barunya,pagi itu sekertarisnya mengatakan pimpro proyek di kota B ingin menemuinya.


jein mengenal pria itu mempersilahkan nya masuk


" lama tak jumpa jein,kau tambah manis saja"


pria itu menatap jein


" Jangan membuatku menamparmu lagi Doni" jein berkata dengan suaranya yg terdengar kesal,Laki laki yg dipanggil Doni ini tersenyum


sinis,teringat dia saat jein menamparnya karena mencoba mencium nya


" pagi nona,selamat ya..." Doni mencoba akrab sambil mengulurkan tangannya.


"Apa kau yg bertanggung jawab pada proyek ini? Thalia mengangkat arsip yg ada di depannya.


" iya nona" agak segan doni menjawab


" apa kau bisa bekerja?,!!hampir 3 bulan proyek ini tidak berjalan!!" thalia membentaknya


"maaf nona,tapi tampaknya ada yg menyabotase proyek ini," Doni membela diri


" Apa maksudmu"?


" Tadinya masyarakat sudah setuju,soal jumlah konpensasi,pembebasan lahan mereka,Tapi saat akan melakukan pembayaran,mereka menolak,dan tidak mau lagi bekerja sama.Doni menjelaskan panjang lebar.


" apa kau sudah mencari tau penyebabnya? Thalia kembali membuka arsip yg ada ditangannya.


"Sudah nona,Tapi mereka cerdik sekali,beberapa kali saya harus bentrok dengan mereka saat menemui warga."


" Bailah,....mungkin karena usiaMu,hingga kau terlalu lembek menyelesaikan masalah ini."


"Tidak begitu nona,brikan saya waktu,pasti saya akan segera membereskan ini."


" Baiklah,....Jein siapkan semuanya kita akan ke kota B skarang, bersama Doni."


Doni kaget mendengar keputusan thalia,Dia tidak bisa berkata apa apa lagi.


Jein yg mendengar perkataan Thalia segera keluar menyiapkan semuanya.


"Bersiaplah Doni,...kau akan langsung kembali bersama kami."


" Bailah nona" Dengan langkah gontai doni keluar dari ruangan Thalia,padahal dia bermaksud tinggal beberapa hari di ibukota.


setelah doni keluar Thalia segera menemui ayahnya.mengatakan tentang rencananya ke kota B skarang.


"pakailah jet kita,dan jangan terlalu gegabah disana thalia,papa tidak ingin ada masalah."


" jangan kuatir papa," aku bersama jein. setelah itu Dia langsung keluar dari ruangan Ayahnya.


Tuan Bernards menatap Punggung putrinya,


Sebenarnya Dia kuatir,Tapi diyakinkannya dirinya kalau Thalia bukan lagi gadis yg lemah,apalagi Dia tau David pasti mengurus semuanya,dan saat dia melrik,tampak david sedang bermain dengan hp nya,