Thalia

Thalia
episode11 ( kekantor)



Pagi itu Thalia sedang berolah raga,kali ini dia melangkahkan kakinya ,berlari kecil mengitari rumah,sesekali dia melakukan pukulan pukulan kecil keudara,atau melakukan beberapa tendangan,Dia tidak peduli pada beberapa pasang mata yg sesekali melirik nya.


saat sedang berada di halaman samping,dia berpapasan dengan David yg baru saja keluar dari pavyliun, tempat nya tinggal.


" Pagi nona,! " david menghentikan langkahnya,menyapa thalia.


" pagi paman" Thalia menjawab acuh,dan meneruskan langkahnya.


"nona,.....!!,suara david agak keras memanggil


thalia menghentikan langkah nya dan berbalik menatap david.


" Maaf nona,semalam saya melihat jendela kamarmu terbuka."


" oh...aku selalu menikmati hembusan anginnya paman."


"hati hati nona, angin malam tidak baik untukmu." David mengingatkan.


"Kau tau paman,terkadang apa yg dianggap tidak baik bagiku,itu bisa membuatku bahagia." thalia tersenyum sinis,dan kembali melanjutkan jogingnya.


David menghela napas panjang," kau tau nona ,aku lebih menyukaimu saat kau masih gadis kecil,karena lebih mudah bagiku melindungimu.


bebarapa saat kemudian Thalia sudah selesai membersihkan badannya,dan bersiap siap pergi bersama ayahnya. sesat dia menatap penampilannya di cermin. Thalia memilih sebuah gaun berwarna hijau toska yg selutut,tapi tidak ketat agar dia leluasa dalam bergerak,setelah menyelipka pistol dan 2 buah belati kecil diantara pahanya,dia menoleskan sedikit bedak di wajahnya.


"nona ,...! apa anda sudah siap,?"


thalia meraih sebuah tas yg bermerk,menjepit rambutnya keblakang ,sebagian lagi dia biarkan terurai.


puas dengan penampilan nya dia melangkah keluar, Jein tersenyum .


"kau sangat cantik nona" tulus jein memuji nya.


setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit,itu karena rumah Tuan bernards berada di pinggir kota,tibalah mereka di sebuah gedung bertingkat,ada logo BG disana,


memasuki loby,mereka sudah disambut beberapa pengawal,dan karyawan yg berbaris rapi menyambut presdir mereka.


mereka menatap Gadis disamping presdir,mungkin beberapa pengawal sudah mengenalnya,tapi ada beberapa pegawai kantor yg tidak mengenalnya.


mereka hanya mengambil kesimpulan sendiri,pastilah gadis itu cukup berpengaruh,mengingat dia datang bersama bos besar,dan ada pengawl pribadinya sendiri.


" David,...apa kau sudah mengundang awak media" Tuan bernards bertanya saat didalam lift.khusus.


" sudah Tuan dan mereka ada di ruangan Humas".


" papa akan memperkenalkanMu pada dunia,Bersiaplah."Tuan bernards melirik Putrinya.Mereka memasuki ruangan tampak beberapa awak media sedang menunggu mereka setelah menyapa mereka,Tuan bernards mengenalkan Thalia pada mereka.


" Ini putriku Thalia Anastasia Bernards,"melirik thalia sejenak .


" Mulai saat ini saya akan menyerahkan tanggung jawab perusahan B G kepadanya,


saya tetap akan mengawasinya. tapi saya percaya putriku ini tidak akan mengecewakam ku," Tuan bernards menatap thalia lembut sebuah senyum terukir di bibirnya,sambil merangkul pundak thalia.


Thalia sedikit terpana," papa memelukku? senyuman nya,..ah....saat ini papa pasti sedang bersandiwara.cepat cepat thalia menipis pikirannya.


" Jangan kuatir ,Thalia pasti tidak akan mengecewakan papa.sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Tuan bernards dan menyandarkan kepalanya.mungkin ayahnya lagi pura pura,tapi Dia tidak menyia nyiakan momen ini.


sementara itu digedung kantor milik keluarga edwards putra. Reynhards sedang menatap jack dan juna yg datang menemuinya, dan saat sedang mendengarkan marck yg menjelaskan kalau mereka boleh bekerja di kantor ini tiba tiba.....


"