
Reynhard menyumpal bibir thalia dengan bibirnya,dia mulai meneruskan aksinya,tanganya mulai meraba kancing bra gadis itu,setelah dibukanya ,tanganya mulai meremas dua bukit kembar itu,thalia mengerang,merasakan kenikmatan di tiap remasan yg dilakukan reynhard,.
desahan thalia membuat reyhand tambah bernafsu,dia membaringkan thalia ke sofa,bibirnya masih terus ******* bibir gadis itu,dan dia mulai menggesek gesekkan senjata nya ke bagian bawah thalia,sesuatu yg mulai mengeras di balik celana nya itu seakan ingin keluar,tiba tiba,.....jein yg sudah berada di lantai atas itu,bergerak pelan mundur ke tangga,dan memanggil nama Thalia,tapi posisinya masih berada di tangga.
" nona ......!!"
Thalia kaget,apalagi reynhard,wajahnya yg sudah memerah menahan hasrat nya,langsung bangun dan mulai mengatur nafasnya, sesekali dia menggeleng gelengkan kepalanya,.menoba mengeluarkan semua kenikmatan yg dirasakan tadi.
cukup lama dia menguasai diri nya,setelah nafasnya mulai teratur dia memandang thalia, yg sudah menguasai dirinya.
" Jein apa kamu sudah kembali" Thalia sudah berdiri,sambil merapikan rambutnya.
" iya nona," jein mendekati Thalia dan melirik reynhard yg berusaha duduk dengan tenang.
" Kamu kemana tadi jein'
"Maaf nona bisa kita bicara berdua?" sambil kembali melirik reynhard.
" Baiklah Ayo kita ke kamar Alex Aku juga ingin melihatnyal" Thalia sudah mau melangkah
" Hei....,sayang kau disini saja dengan dia,Aku yg akan turun". Reynhard menahannya melirik jein dgn tajam lalu melangkah menuruni tangga.
jein yg mendengar Reynhard memanggil Thalia dengan sebutan sayang,mengkerutkan keningnya,terlihat jelas di wajahnya tidak suka, majikannya dipanggkl seperti itu.
Setelah Reynhard turun Thalia langsung kembali duduk di sofa.
" Maaf Nona,Saya rasa Nona jangan terlalu dekat dengan Tuan Reynhard."jein berkata,sambil berdiri di samping Thalia.
" Maaf nona,tapi...,nona belum mengenal siapa itu Tuan reynhard"
" Dia mencintaiKu Jein"
" Nona,!! tolong jangan sampai ayah nona dan David mendengar ini." jein berkata sambil berjongkok di depan thalia.Dia tahu akan ada bencana yg akan terjadi pada diri thalia,bisa bisa kebebasan yg baru saja diraih nya bisa direnggut kembali.
Thalia memandang wajah jein yg kuatir menatapnya.
" Apa maksudMu jein?
" Nona dengarkan Aku,Nona tidak akan mengatakan apapun yg terjadi disini,apapun nona!! jein menegaskan perkataannya,sambil memegang pundak thalia.
" Tuan bernards dan David tidak hanya mengurung nona kembali,bahkan bisa berbuat sesuatu pada tuan reynhard, bahkan bisa membunuhnya",
" a...apa maksudMu,membunuh rey..., A.a
aku tidak mau Ayah .melakukan itu." suara Thalia bergetar,bahkan bibirnya sudah gemetaran.
' .mengertilah nona,Tuan bisa melakukan apapun,Tolonglah keluarkan bayangan tuan reynhard dari pikiran nona.' jein berusaha meyakinkan thalia.
"A..aku mencintai nya jein,A..aku ingin terus didekatnya,Aku tidak ingin kehilangan nya,aku tidak mau dia pergi seperti mama saat itu,.." Thalia menggelengkan kepalanya dia mulai gugup,bahkan matanya mulai berkaca kaca.
Jein memeluk gadis itu,ini kedua kalinya dia memeluk gadis itu,menenangkannya,pertama saat di pemakaman ibunya,karena setelah itu thalia tidak pernah lagi terlihat sedih bahkan tidak ingin ada yg perhatian padanya.
Dan kini yg kedua saat dia mengatakan perasaannya yg tidak ingin lagi kehilangan orang yg mencintainya, gadis didepannya terlihat rapuh badannya mulai gemetar seperti mengingat kembali momen momen saat dia melihat kepergian ibunya.