
Sementara itu Thalia yg melihat siapa yg datang membantunya,kaget dia berusaha menggerakkan tubuhnya untuk mejauh,tapi karena saat ini mereka berempat duduk kursi blakang,tentu saja dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
Reynhards terlihat tidak suka melihat posisi duduk mereka,Alex yg duduk berdekatan dengan Thalia.Melihat hal ini Reynhards mengangkat Tubuhnya dan menduduk kannya diatas pahanya,Dia memangku Thalia.
Thalia sempat berteriak saat Reynhards,mengangkatnya tadi,dan berusaha untuk turun,
" Diamlah,Kau terasa berat kalau terus bergerak" Reynhards malah melingkarkan tangannya ke pinggang Thalia.
" Turunkan aku, Reynhards" Thalia berteriak keras ke wajahnya.
" Apa kau mau orang mu ku turunkan di sini,?
aku tidak suka duduk berdesak desakkan,"
jein dan Alex saling memandang,mereka kaget,mendengar nona muda memanggil nama pria ini.
" maaf tuan,anda boleh menurunkan kami di depan,saya akan menelpon,orang orang kami untuk datang menjemput." jein meminta sopir itu untuk berhenti.
" lihatlah ke blakang Nona,masih ada mobil yg mengejar kita."Marck berkata sambil melihat kearah spion.
" Turunkan saja kedua orang itu,Marck"
" Kalau orangku Turun,Akupun akan turun." Thalia kesal,mendengar ucapan reynhards.
" kalau begitu,duduklah dengan tenang,!
Nona Thalia Anastasia Benhards!" saat menyebut nama lengkapnya reynhards berbisik pelan ditelinga nya.
wajah thalia langsung memerah,dia sempat merasakan bibir reynhards yg menggigit pelan ujung telinganya .sedangkan kan Reynhards hanya tersenyum memandang Thalia.
saat itu tiba tiba mobil yg mengejar mereka berusaha untuk menyalip,untuglah sopir ini langsung berbelok,saat dia melihat ada belokan di depannya.
Mobil yg berusaha menyalip tadi,terlambat melihat situasi jalan itu,tidak sempat berbelok.Mobil itu terus melaju,karena saat itu mereka berada pada jalur yg satu arah.
" Kita ke Apartemen Marck." reynhards memberi intruksi.
" Turunkan kami disni ," Thalia protes
" apa kau tidak melihat,Dia sudah banyak mengeluarkan darah,dan saat orang yg mengejarMu kembali,bagaimana.?"
" Maaf nona,sebaiknya kita mengikuti mereka dulu,Alex sudah terlalu lemah." jeinn memberi pendapatnya sambil memandang Thalia,saat itulah dia melihat ada darah di kemeja Thalia.
"Nona,...!! anda berdarah."? jein berteriak menunjuk lengan thalia.
Reynhards yg kaget mendengar perkataan jein,memeriksa lengan thalia.
" aku tidak apa apa,hanya tergores sedikit waktu bergulingan di aspal." thalia tersipu malu.
" Apa kau bilang,!! hanya tergores sedikit!!, kau berdarah tau,!! stengah berteriak Reynhards mendengar kata kata Thalia.
" Hei.....,kenapa kau marah,luka goresan seperti ini,sudah biasa bagiku.Thalia kesal karena Reynhards berteriak padanya.
Wajah Thalia cemberut,bibirnya di monyongkan kedepan,sambil memaligkan wajahnya,melihat sikapnya ini,membuat Reynhards tersenyum,Diraihnya tubuh Thalia yg menjauh,hingga berada di pelukannya,disandarkannya kepala gadis itu,kedadanya yg bidang,dan tangan kanannya membelai lembut rambut thalia. dan berbisik lembut .
",jantungku bisa berhenti,melihatmu terluka."
sebenarnya Thalia mau protes,tapi perlakuan reynhards yg lembut membelainya,bahkan aroma tubuh Reynhards yg tercium saat itu,membuat thalia seperti dibuai.
Tanpa sadar Dia memejamkan matanya,menikmati momen yg tidak pernah dia rasakan,ada seulas senyum di bibirnya.
Reynhards yg melihat Thalia memejamkan matanya bernapas lega.perlahan dia menundukkan kepalanya mencium rambut thalia,
Sayangnya momen momen indah itu tidak berlangsung lama,karena saat ini reynhards melihat mobil mereka sudah memasuki apartemennya.