Thalia

Thalia
episode 21



sementara itu di bawah,Marck mendekati Jein yg sedang membersihkan alat alat makan yg mereka gunakan tadi.


"NamaMu jein khan"? marck membuka percakapan diantara mereka.


"" Hmmm"


merasa ada respon,marck kembali bertanya


" Apa pria disana itu pacarmu?"


" ya," jein menjawab asal


"Kau pasti berbohong,kelihatannya dia itu lebih muda dariMu,cocoknya jadi AdikMu."


marck memberikan pendapatnya


" Apa Aku terlihat Tua,!" Suara jein agak keras,dan matanya melotot tajam.


Marck yg kaget,mendengar perkataan jein menngeleng gelengkan kepalanya.


" Bukan bukan itu maksud Ku"


" Truss,...Kalau Aku lebih Tua darinya,tidak boleh jadi pacarnya?"


" ya....iyalah itu maksudKu,carilah yg seumuran denganMu,kayak Aku misalnya,WajahKu lumayan khan. marck berdiri dengan gagah sambil memegang ujung krah kemejanya.


" ha....ha ...ha,jein tertawa melihat gaya Marck.


"Apa yg kau tertawakan jein?" Reynhards bertanya sambil memandang mereka berdua.


Jein yg kaget,mendengar suara Reynhards terbatuk batuk,marck sampai kuatir melihatnya dan memberikan segelas air padanya.


" Apa kau baik baik saja jein?"


Jein menerima air yg diberikan marck meminumnya seteguk.


" Trimakasih Marck"


" sama sama."


" Marck,...kamu antarkan jein membeli beberapa pakaian untuk Thalia." setelah memberikan kartunya pada Marck,Reynhards kembali kelantai atas.


sedang bingung ,tadi Dia lupa mengambil handuk yg digantung diluar dekat pintu kamar mandi,saat hendak mengambilnya,Dia melihat Reynhard yg sudah masuk kekamar.


Diluar,Reynhard menatap pintu kamar mandi,Dia mencoba menembus pintu itu dengan matanya,siapa tau sinar matanya bisa menembus masuk dan melihat Mahluk yg sedang mandi itu.


Memikirkan semua itu .membuatnya senyum senyum sendiri. karena yg ditunggu lama tidak keluar keluar,Dia mulai cemas.


" Thalia,...!!Kenapa kau lama sekali?


"eh...,anu..maaf ...",suaranya gugup menjawab


" hey,....Kamu tidak apa apa khan?" Ada perasaan kuatir dalam hatinya mendengar jawaban thalia yg tak jelas.


Dia mulai mengedor ngedor pintu dengan keras.


melihat perbuatan Reynhards yg bisa membuat pintu kamar mandinya lepas,cepat cepat Dia berkata


" Aku tidak apa apa, hanya ..bisakah kau mengambil jas mandi untukku?


Reynhard mengerti sekarang, rupanya Thalia tidak membawa jas mandinya,Dia melihat jas mandi yg tergantung,juga sebuah handuk.


saat dia mengambil jas itu,...tiba tiba pilirannya berubah,dia menggulung jas itu,dan dilemparkan nya jas itu ke keranjang.


di tutupinya dengan pakaian kotor.


setelah tersenyum licik,dia mengambil handuk.mengetuk pintu kamar mandi,setelah pintu kamar mandinya terbuka sedikit tangan thalia keluar mengambil handuk yg disodorkannya.


" hei....,.mana jas mandinya?, mengapa kau memberiku handuk?,Thalia protes.


" maaf nona thalia Aku hanya menemukan handuk itu disini,cepatlah keluar Akupun mau mandi."!!


walau agak canggung,dililitkannya handuk itu menutupi tubuh polosnya,dan dengan perlahan dibukanya pintu kamar mandi.


saat dilihatnya Reynhards didepan pintu dia menutup kembali pintu itu,tapi Reynhards menahannya,


' Hey...kenapa kau mau masuk kamar mandi lagi,cepat keluar aku sudah gerah mau mandi.setelah itu menarik tangan thalia agar keluar dari kamar mandi,dan cepat cepat masuk kedalam.


sebenarnya dia yg melihat Thalia yg terbuka pundaknya,sempat menelan ludah,tapi berusaha dia menahannya,


' kau tidak akan kemana mana,dia berkata dalam hati.sebuah senyum sudah terukir di bibirnya sambil melihat sebuah kunci ditangannya.