Thalia

Thalia
episode 26



Reynhard menyerahkan tas yg berisi pakaian ke gadis itu.


" ini gantilah bajumu," setelah berkata seperti itu dia melangkah ke lemarinya mengambil kaus dan kemudian melangkah kepintu.


" Aku akan keluar agar kau tak malu mengganti bajumu".


" Rey.....Kau bole disini,kau balikkan saja badanMu,Aku tidak apa apa kau disini" Thalia menatapnya dan tersenyum malu.


Thalia ...thalia, kau tidak apa apa,tapi Aku,..apa kau pikir melihatmu membuka baju,tidak akan membuat naluri kelaki lakian Ku terbangun? Batin reynhard. Tapi di urungkannya langkah nya dan tetap menatap ke arah pintu.


Thalia membuka tas itu,rupanya jein membelikan pakaian dalam untuknya, sebuah gaun tidur, jeans dan kaus ketat,juga sebuah jaket.Thalia agak bingung memili apa yg akan di pakainya.setelah di pikir nya tak mungkin dia memakai jeans saat ini,karena ini sudah magrib dan dia tak akan kemana mana saat ini,di putuskannya dia akan memakai gaun tidur yg di pilih kan jein untuknya,walaupun itu tidak berlengan tapi gaun itu tidak tipis dan panjang nya selutut.


setelah selesai dia meletakkan baju yg dipakainya tadi ke keranjang,dan berjalan kearah Reynhard.


Reynhard yg merasa gadis mendekatinya,langsung berbalik menatap nya.


" apa kau sudah mau tidur sayang"


" Tidak ini masih sore,Jein hanya membelikan aku gaun tidur ini,dan celana jeans, jadi kupakai saja ini" setelah berkata dia menggandeng tangan reynhard


"Baiklah....,ayo kita keluar,tapi di ruang keluarga lantai atas saja,jangan kebawah,Aku tidak mau 2 pria di bawah sana melihatMu."


kata reynhard sambil membuka pintu.


Setelah mereka duduk di sofa, Thalia menyandarkan mepalanya ke dada reynhard.


"Rey....Aku rasa Aku mencintaiMu."


" Benarkah...,Kau MencintaiKu? Reynhard meraih wajah nya dan menatap nya.


dan seperti melayang.tidak sama seperti saat paman memelukku." Thalia mulai memerah wajahnya.


" Astaga Sayang,...Tentu saja berbeda,karena Aku mencintaimu,dan ingin memilikiMu,dan David karena begitu sayang padaMu."


" Kau harus janji padaku,tidak akan membiarkan siapapun selain Aku yg boleh menciumMu atau menyentuhMu,Karena Semua Tubuhmu hanya MilikKu.Mengerti!!"


Reynhard menjelaskan pada gadis ini,karena kepolosannya.


" Aku janji,dan rey kau maukan mengajakKu nonton lain kali?"


" yah tentu saja,kau mau nonton film apa"


" film,...yg tentang percintaan,seperti yg kau lakukan tadi Aku ingin belajar,"


Thalia berkata sambil menyembunyikan wajah nya di dada reynhard.


Reynhard tersenyum,dia memegang dagu thalia,dan menatapnya lekat lekat.


" Kau tak perlu menonton film itu,Aku akan mengajariMu." setelah berkata Dia mmulai mencium bibir thalia lembut.


Thalia memejamkan matanya,tapi reynhard myuruhnya membuka matanya.


" Buka matamu,kau harus melihat siapa yg menciumMu agar kau tau hanya Aku yg boleh melakukanya." Reynhard kembali mencium bibir itu lembut,dia tersenyum saat thalia mencoba membalas ciumannya ,walau pertama agak ragu,tapi kini dia sudah mulai balas mengisap bibir reynhard,


Tak sampai disitu,Rey mulai memaksa Thalia membuka mulutnya,dan mulai ******* semua yg ada di dalamnya.Thalia kelabakan tapi dia mulai bisa membalas bahkan bisa mengatur napasnya.


Reynhard mulai merasaka hasratnya kembali menjalari seluruh tubuhnya,dia mengangkat tubuh talia memangku nya,kaki kanannya dilingkar kan kepaha gadi itu,dan dimasukkannya tangannya dari bawah gaun gadis itu,sampai ke atas,sampai dia menemukan dua buah benda padat yg kenyal.dia meremas remasanya dan mulutnya mulai menjilati leher jenjang thalia,thalia sempat menjerit pelan saat reynhard menggigit lehernya..