Thalia

Thalia
episode 38



Benar saja saat jein turun dari kamar Thalia,langkah kakinya yg menuruni anak tangga satu persatu,terdengar langkah kaki,dan itu suara Tuan Bernhard." rupanya mereka sudah kembali" berkata jein dalam hati,segera dipercepat langkahnya.


" Thalia di kamarnya?" Tuan bernhard bertanya saat melihat jein.


" Iya Tuan,Nona sedang beristirahat." jawab jein


" Semua baik baik saja? tuan benhard kembali bertanya saat jein sudah di dekatnya.


" Ya tuan,..."


"ya Tuan,nona bilang Dia akan makan di kamarnya,maam ini dan akan langsung beristirahat.' jein menjaskan.


Tuan bernards hanya mengangguk kan kepalanya dan menju kamarnya,setelah mengatakan pada jein kalau suruh bibi bawakan makanan nya juga ke atas.


Setelah Tuan benhard belalu,jein langsun ke pantri mengatakan pesan kedua majikan nya.Dan segera melangkah ke pavilyun tempat tinggal David,sesaat Dia ragu tapi segera dia mengetok pintu dgn lembut,dan menfengar jawaban dari dalam,jein pun melangkah masuk, jein berusaha mencerna kembali apa yg dikatakan Thalia tadi agar nantinya Dia tidak salah dalam menjawab,karena jein tau pasti David memanggilnya ingin mencari tau kejadian yg sebenarnya.


Tak lama David sudah muncul,hanya memakai celana santai,dan kaus oblong,dengan pakaian apapun pria ini tetap tampan,badannya sempurna untuk ukuran pria umur 31 tahun,sayang wajahnya sungguh dingin,jarang ada senyuman di wajah itu.


' Kau tentu agak kerepotan,mendampingi nona,saat ini"? David berkata dan melangkah mendekati jein yg berdiri sigap.


" Aku baik baik saja David.'


" hmmmm" mendekatkan wajahnya ke muka jein,dan menatapnya tajam.


merasa risih ditatap seperti itu jein mundur dua langkah,karena ada hawa panas yg mulai menjalar di wajahnya,biar bagaimanapun rasa


cinta nya yg di pendam,bisa membuatnya gugup jika berdekatan.


" Tapi...tapi Tuan Nona pasti tidaj setuju."


jein kaget mendengar ada orang baru,"astaga bagaimana ini,apa orang itu untuk memata matai nya,apa David curiga ya? " berbagai macam pertanyaan hadir dalam pikirannya dan itu membuat nya bergidik.


" Tentu saja,nona akan menerimanya,itu harga kebebasannya."jawab David yakin


"Bailah David,Aku akan mengatakan nya pada nona." kata jein.


"Tidak perlu jein,Aku sendiri yg akan memberitahunya."


" Kau pergilah,istrahatlah ." setelah berkata David,bangkit dan berjalan masuk ke kamar mandi,jein masih tetap berdiri di tempatnya, berusaha mencerna apa yg terjadi,apa ini siasat david,ahh..jein bingung,Dia tersadar dan segera melangkah keluar setelah mendengar bunyi air dikamar mandi.


Singkat cerita,David sudah melangkah menuju kamar Thalia,Dia sempat singgah di kamar Tuan benhards mengetuknya,dan setelah berbicara sebentar,terlihat ada perdebatan kecil,tapi sepertinya di menangkan David karena terdengar suara Tuan benhards ." Terserah Kau David,lakukan yg terbaik,Kau harus ingat Dia PutriKu." suara berat Tuan Benhard terdengar lemah,pasrah.


* Tentu saja Tuan.Kau tau Aku melakukan ini karena Dia PutriMu." sura David terdengar sinis.sambil berjalan keluar menutup pintu dan pergi.


entah apa yg mereka ributkan,dan apa maksud perkatan tadi,hanya mereka berdua yg tau.


didepan pintu kamar Thalia,David mengetuk pintu." Tok....Tok...Tok." Thalia yg baru saja menyelesaikan suapan terakhirnya menyuruh masuk.


"Masuklah jein,Aku sudah selesai makan"


Pintu terbuka,Dan sosok wajah tampan yg tanpa expresi muncul dari balik pintu.