
Setelah menceritakan semua nya,Thalia langsung menyantap makanan yg sudah di pesan setelah itu mereka langsung melanjutkan perjalanan,hampor 3 jam mereka melakukan perjalanan,tadi Jein sudah mengatakan mereka akan langsung ke bandara,ada kekecewaan di wajah thalia,tapi karena penjelasan jein yg menurutnya masuk akal,akhirnya thaloa hanya mengangguk kan kepalanya.
Mereka tiba di bandara jam 3 sore,selama perjalanan tadi,thalia menginstruksikan beberpa hal penting pada Alex,dan saat memasuki area parkir bandara tampak beberapa orang yg memakai logo perusahan ayahnya berdiri di parkiran,thalia memandang jein,seperti mengerti arti tatapan nya .
" tidak apa apa nona itu orang kita,pasti david yg menyuruh mereka."kata jein.
setelah memarkir mobil Alex turun membukakan pintu mobil,beberapa pengawal yg melihat mereka,segera mendekat dan ternyata ada David disana,matanya menatap curiga pada mobil yg dikemudikan jein.
melihat David,dan tatapan matanya yg tajam membuat jein ciut nyalinya,dia sedikit gugup.
" nona,..ada David,bagaimana ini,mobil ini bukan milik kita."jein berbisik sambil melirik Alex siapa tau ada ide tentang mobil ini.
" soal mobil nanti ku bilang itu punya temanku",Alex bersuara .
" ide bagus, semoga kakakMu tidak curiga." jawab jein .
Thalia menatap Alex" kakak Mu?'
" bagaimana menjelaskan tanganMu "? tanya thalia masih memandang Alex bingung.
" Gampang Nona,kakak Ku tau hobyku soal motor pasti dia pikir aku jatuh dari motor,kata Alex dan mlirik david yg mendekat Dia berbisik pelan,
" Saatnya drama,he...he..."
tindakan beberapa pengawal ini menjadi perhatian orang yg ada di bandara,mereka bertanya tanya siapa gadis cantik ini yg dikawal ketat.
" Anda baik baik saja nona?" David bertanya,sambil memandang thalia tajam,dari atas sampai bawah.
" apa Aku harus berputar di depanMu, agar kau bisa lihat Aku baik baik saja? thalia kesal dengan tatapan Alex.
"apa kau tak bosan jungkir balik di motor Alex?" tanya david .
" ha...ha...ha..,Lainkali Aku pasti hati hati." alex tertawa menutupi kegugupannya,
David memandng nya,matanya yg tajam membuat Alex terdiam,bahkan jein menundukkan kepalanya,saat David menatapnya.
" Mobil siapa"
" TemanKu" Alex menjawab sambil pura pura menelpon seseorang.
David tau ada yg Aneh,insthingnya yg tajam,dan pengalamannya menjadi pengawal pribadi seorang milyarder,dengan kerasnya persaingan bisnis,membuatnya Tau ada yg tak beres saat Thalia menelpon nya dan mengatakan mmecat Doini,itulah sebabnya dia datang.David tau siapa Doni,kekwatiran nya akan keslamatan Thalia membuatnya berlari ke bandara,memesan tiket ke kota B,Dia mengatakan alasan kebrangkatannya pada Tuan Bernards saat sedang menuju bandara dan seperti biasa Bosnya itu menyerahkan semua padanya.
"jein ikut Aku,! " tegas suaranya menatap jein dan mulai melangkah.
jein tertunduk lemas,melirik thalia dan Alex seakan minta pertolongan,karena dia tau David,jika sikapnya seperti ini pasti ada yg dicurigainya,dan jika David tau semuanya,pasti sesuatu yg buruk terjadi padanya,sama seperti waktu kematian nyonya wulan,David memukulnya,bahkan menyiksanya,kalau saja waktu itu thalia yg masih kecil itu tidak berteriak teriak mencarinya,Dia pasti tinggal namanya.
"Ah ....,ayolah paman,aku sudah capek tak bisa kah nanti di pesawat,Thalia memegang tangan David bahkan bergelayut manja di lengannya.
" hmmm....,baiklah." walau david tau maksud thalia,tapi dia langsung mengiyakan apalagi thalia sudah menggandengnya hal yg tak pernah dilakukan gadis ini,bahkan kata paman yg sudah tak pernah didengarnya, walau dia tak suka mendengarnya,kali ini keluar dari bibir mngil itu.sekilas ada senyuman di bibir David,tapi tak lama, wajahnya kembali tanpa expresi,. mengikuti langkah thalia tanpa melepaskan tangan gadis itu.
jein sedikit bernapas lega,dan mengikuti langkah mereka,para pengawal itu langsung membentuk formasi,melindungi majikan mereka.
Saat memasuki ruang tunggu,Ada reynhard disana dengan orang orangnya,Jein agak gugup melihatnya,dia mempercepat langkahnya,dan berjaln disamping thalia.
Reynhard yg melihat beberapa pengawal berlogo B.G. nasuk,Dia langsung berdiri,dan benar saja seorang gadis yg dirindukannya yg sudah membuatnya kesal tadi pagi,Muncul tapi...apa itu ada seorang yg cukup di segani bersamanya,bahkan menggandeng tangan gadis itu.