Thalia

Thalia
huepisode 44



Di Gedung B.G, beberapa karyawan,tengah berusaha menyelesaikan pekerjaan nya,sebentar lagi jam makan siang,


Jein tengah sibuk mengurus beberapa kepeeluan Thalia, Sesekali Dia membantu Ros mempersiapkan arsip atau dokumen yg di minta Thalia.


"Bagaimana ini,sudah hampir jam makan siang,Aku tak punya kesempatan mengatakan pada nona." Jein berpikir keras.


" Jein,tolong berikan arsip ini pada Presdir, Aku agak takut masuk ke ruangan,Tatapan pak David menakutkan." kata Rosa sambil menyodorkan map.


" Huh, enak di lu...,enggak enak di Gue," Jein dongkol karena Rosa menyuruhnya masuk ke dalam,Apa Dia pikir Tatapan David enggak bikin Aku Salting " bathin jein.


Walau awalnya,Dia enggan masuk,tapi sebuah ide muncul ,dia menulis sesuatu di kertas,dilipatnya kecil, Saat Dia hendak memasukkan nya ke map, Diurungkannya niatnya,Takut jangan nanti David memeriksa map itu.


Setelah berpikir sejenak,Jein mengetuk pintu,


Dan melangkah masuk,David melirik kearahnya,dan kembali sibuk dengan pekerjaan nya.


" Selamat....,selamat,si monster itu,tidak curiga,"bathin nya.


" Nona,...ini berkas yg anda minta," saat meletakkan map itu dia memberikan kertas yg dilipat nya tadi,sambil menatap thalia,jein melirik David,sikapnya agak gugup,


David sudah curiga,saat jein masuk terlihat agak gugup, Apalagi saat melirik kearahnya.


Insthing nya mengatakan ada sesuatu,tapi Dia tetap acuh,dan pura pura sibuk.


Thalia membuka kertas itu,


NONA,INI NOMOR TUAN REYNHARD,DIA MENUNGGU NONA MENGHUBUNGI NYA SIANG INI.


Setelah membacanya Thalia mengambil hp nya mengetikkan nomor itu,Setelah aelesai menyimpan ya,Dia memasukkan kertas itu ke kantong jas nya., Dan mulai memeriksa berkas itu.


Jein sudah melangkah keluar,Dia bernapas lega,pikirnya sudah berhasil membantu Nona nya dalam merajut cinta.


Sementara David walau terlihat Dia sibuk,tidak memperhatikan ,Tapi gerak gerik Jein dari tadi di amati dengan sudut matanya.


Dia tersenyum sinis dalam hati nya.


" Kau pikir,Aku tak tau rencanaMu jein, padahal Aku sudah menghapus nomor laki laki itu,hmmmm,masih saja Kau berikan nomor nya ke Nona."


Thalia agak bingung melirik jam yg melingkar di tangannya,30 menit lagi.Dia menekan tombol.


" Jein,..!! bersiaplah kita akan keluar makan siang"


"Maaf..,Nona anda akan makan siang bersama klien kita dari singapore." David berkata tanpa memandang Thalia,Dia sibuk mengetikkan sesuatu di ponselnya.


" Apa.....,di schuduleKu,tak ada acara makan siang." Thalia melotot ke arah David.


" Tadinya Tuan Pour belum tiba."acuh David menjawab.


" Batalkan..... !!Aku punya acara penting.!! Teriak Thalia.


" Jangan gegabah,! Dia klien penting,Semua yg berurusan dengan perusahan itu lebih penting,Bedakan urusan pribadiMu dan perusahan,Ingat saat ini perusahan ini tanggung jawabMu.!!" David melotot kearah Thalia,


' ahhhhj,!!!' Thalia berteriak sambil melemparkan pulpen ditangannya ke arah David, yg dengan sigap menangkap pulpen itu.


" Ini pulpen pemberian Ibumu pada Ayahmu,


sayang kalau rusak ,Jika senjata rahasiaMu,


tentu saja tak kan Ku tangkap." David memandang tajam mata Thalia.


"Seeer...apa ini,?? ada aliran panas diwajah nya, dan jantungnya bersetak kencang,


cepat cepat Dia berpaling mengambil pulpen tadi,berusaha menghilangkan kegugupannya,


" Maaf,..,Aku tak tau cerita pulpen ini." lirih thalia berkata.


' Hmmmmm"


David cepat kembali ke tempatnya,karena di akuinya perasaan nya ,saat menatap mata itu,


Ingin mengecup bibir seksi itu,tangannya sudah mau terangkat ke wajah gadis itu,Untunglah masih bisa di kontrol nya.


" sabar...,sabar David jangan terburu buru,biarkan Nona sendiri yg datang padaMu."


berkata Dia dalam hati.


Setelah berhasil mengusai dirinya,Thalia mengambil hp nya,mencari nama Reynhard disana,dan mulai mengetik pesan.


" Hai.....


maaf Rey, Aku tak bisa pergi lunch."


terkirim.


" Sayang......,kenapa,?Aku akan menungguMu."


sms balasan.


" Maaf😘😘 ada Lunch dengan Klien."


terkirim


"Sayang Aku Ingin melihatMu,Kangen .💏"


"Aku vidio call ya,..Tapi enggak bicara, Paman disini. by....y."


Setelah menyelesaikan sms terakhirnya Dia melakukan Vidio call. Disana terlihat Rey sedang Duduk di sofa. saat melihat nya Rey mencium layar hp nya,membuat Thalia tersenyum.Meraka hanya saling menatap,melambaikan tangan,atau sekedar mengirim ciuman,tapi itu sudah bisa mengobati rasa rindu mereka.


Sementara David yg melihat Thalia senyum senyum, langsung memerah wajahnya,Dia tau saat ini Thalia sedang melakukan vidio call,entah kenapa hatinya terasa sakit,ada perasaan tidak rela dihatinya jika ada orang lain yg dekat dengan gadis itu.


Tak tahan dengan yg dilihatnya,Dia langsung berdiri,Dan karena emosi tak sadar Dia mengumpat.


" Sheet....'


Thalia yg kaget langsung mematikan panggilannya,dan menatap David,dilihatnya ada kemarahan di wajah itu.