Thalia

Thalia
episode 7 ( keluar diam diam parth I)



 


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam,Thalia sedang bersiap siap dia membuka baju tidurnya,memakai celana jeans ketat hitam,memakai dalaman tipis seperti rompi yg di desain khusus untuknya,


 


ada kantong kecil di samping kiri kanan, sejajar pinggangnya,dan bagian belakang ada kantong yg agak besar, bisa meletakkan pistol kaliber 5mm miliknya,


setelah melapisinya dengan kaus agak longgar tidak terlalu panjang yg warnanya senada dg celana nya,menutup tubuhnya dengan jaket kulit hitam,tak lupa memakai masker juga topi untuk menutup rambut nya yg sudah di lipat nya keatas.


Thalia memandang penampilannya sejenak di cermin ,memakai sarung tangan, kemudian berjalan kearah jendela besar di sudut kamarnya,


Dia sudah memperhatikan caranya untuk keluar dari kamarnya saat dia berjoging pagi.


dengan mudah Thalia keluar dri jendela kamarnya ,merapat kan badan nya ke dindig luar kamarnya,melompat kearah kanopi yg menutupi jalan setapak penghubung rumah utama dan mess karyawan,


tiarap sebentar memastikan tidak ada yg curiga ,Dia melompat turun ke taman, memilih sudut yg agak gelap ,dengan cekatan dia berlari tanpa menimbulkan suara kearah samping bangunan menuju tembok pagar.


dengan sigap dia bersembunyi di balik pohon besar saat ada beberapa pengawal yg melakukan ronda,memperhatikan sekeliling,melompat ke atas pohon mengambil tali yg sudah di sembunyikan tadi diatas pohon,melompat ke atas tembok dan langsung melompat turun, kebawah,


tembok setinggi 5 meter itu dengan mudah dia lewati,cepat cepat di sembunyikannya tali yg di bawanya ke semak semak.lalu berlari ke arah jalanan sampai di persimpangan jalan.


Thalia terus melangkah santai menikmati kebebasan nya.hingga dia melihat pangkalan ojek yg ada di depannya.


" Bang ojek ,"thalia berteriak memanggil


salah seorang tukang ojek itu datang mendekat.


" kemana non"


"Stadiun xx"sambil menyerahkan 2 lembar uang ratusan ribu,


" Baik non,pakai helm" bang tukang ojek itu tersenyum,setelah Thalia naik Dia langsung tancap gas.


" kenapa ke stadiun xx non" bang ojek membuka percakapan.


tak lama kemudian mereka tiba,setelah menyerahkan helm, Thalia langsung berjalan cepat menuju pos satpam.


sampai di pos sekurity dia dicegat dua orang bodygard,


" maaf nona,apa anda punya kartu anggota,"


" ya...a. aku nda punya,apa aku harus punya kartu anggota untuk bisa masuk? thalia bertanya.


" semua yg datang kesini adalah anggota klub'


" tapi kakak ku ada didalam",


berpikir thalia siapa nama orang yg bisa kau panggil kakak, dan kau yakin ada di dalam.


"siapa nama kakak nona,kami akan menghubunginya.


nah loh khan kejebak sendiri,tiba tiba teringat sesuatu yg pernah di bacanya di koran,dengan cepat dia menjawab.


"Reihard putra' kedua bodygard itu saling menatap.


" kami akan menelpon Tuan reynhard,mengatakan kalau adiknya ada disini.'


"eh ...jangan pak,kak Reyn tidak tau aku disini,aku hanya penasaran dengan cerita nya, kalau ada pertandinga hebat malam ini,"


"Tapi anda tetap tidak boleh masuk,nona karna tdk punya kartu,kecuali Tuan reynhard menjemput anda."


bagaimana mau di jemput orang yg bernama Reynhard itu belum pernah ditemuinya,Thalia mengumpat dalam hati.nama itu hanya sempat dibaca dikoran jein,saat di tempat latihan,


Tuan Edward putra,sudah menyerahkan perusahan nya untuk di kelola putra sulungnya,Reynhard putra.dan Tuan edward putra merupakan orang yg memiliki tempat teratas sebagai orang terkaya di dunia.


saat Thalia sedang bingung,tiba tiba tlp salah seorang penjaga itu berbunyi,entah siapa yg menelpon,tak lama kemudian mereka menyuruh Thalia masuk.