
" Nanti,Bik Rhum yg membereskam, Boleh Aku masuk nona?".David langsung masuk dan berdiri di depan Thalia.
Kager yg muncul,si manusia es batu,thalia nampak kesal.
" huh....,kurasa Aku masih Nona muda disini,kenapa,Kau,...thalia melotot,dan jarinya menunjuk wajah david," masuk seenaknya?'
" Anda sudah menyuruh masuk,Nona,"sedikit kesal David menjawab,tapi wajahnya tetap tanpa expresi."rupanya gadis ini sudah balik ke wataknya" pikir David.
" Bukan Kau!!!! tapi.."
" Duduklah nona,ada yg penting yg perlu nona tau." David memotong perkataan nya.
' Huh..." walau kesal,Thalia melangkah ke
balkon yg ada dikamarnya,Gadis itu menatap keluar,tanpa memperdulikan David,matanya terus memandang Bulan.
David mengikutinya,dan berdiri disamping Gadis itu,tangannya sudah terangkat,mau membenahi,rambut thalia yg tertiup angin,tapi di urungkan niatnya,mengingat panggilan gadis ini padanya sudah berubah tadi.
Tangan yg sudah terangkat itu hanya menyisir rambutnya,gayanya keren sekali,kayak oppa,oppa di drakor,sayangnya Thalia tidak tertarik.( thor aja tertarik,he..he..)
David sengaja membiarkan Thalia lama memandangi bulan,Mungkin agar dirinya bisa terus memandang wajah cantik nan imut ini.
" Apa hal penting itu,"? tanya thalia tanpa memalingkan wajahnya dari rembulan di atas sana.
" Aku tau yg terjadi di kota B" david berkata .
" huh...." thalia mendengus kesal,apa sih yg tidak diketahui orang sepertiMu,bathin nya.
" Sayang Doni menghilang" ucap david datar.
" Artinya..,Aku ..jadi tawanan lagi,?"thalia berkata sambil tersenyum sinis,wajahnya terlihat sedih,tapi tetap memperlihatkan ketegarannya.
" Itukan yg ingin Kau sampaikan,.." menggantung ucapannya dan memberi tekanan pada suaranya saat melanjutkan perkataannya"David"!!!
sambil memandang wajah sedingin es disampingnya.
" Hmmmm."hanya itu suara yg keluar,karena David sedang menekan perasaannya,karena ada rasa sakit disana saat mendengar namanya disebut dengan dingin oleh gadis ini.setelah berhasil menekan rasa sakit itu,Dia menatap tajam ke wajah gadis itu.
"Untuk kebaikanMu." David menatap mata yg menyimpan kesedihan itu, seakan ingin menghapus semua duka didalam mata itu,mata yg dulunya selalu menatapnya dengan jenaka,saat meminta sesuatu darinya,mata yg akan selalu berair dan berlari kearahnya saat keinginannya tak di penuhi ibunya,mata yg selalu mencarinya,diantara pengawal pribadi ayahnya ,dan akan berbinar saat menemukannya.Tapi...saat ibunya pergi,mata yg terus meneteskan airmata itu,tidak berlari kearahnya,bahkan saat menatapnya,ada pancaran kebencian disana,yg membuat hatinya sakit.Dan waktu telah berlalu 11 tahun ,mata itu masih tetap berduka,walau tadi bersikap manja saat di kota B,Dia cukup senang dengan berubahnya tatapan gadis ini,tapi..rupanya hanya untuk menyembunyikan sesuatu.
"hah..........hhh" David membuang napas panjangnya,Kau tak tau thalia hanya Aku yg peduli padaMu,andai saja kau tau cerita sesungguhnya tentang kedua orang tuaMu,juga ttentang keluarga pria yg bersamaMu.Tapi tidak...David mengoyangkan kepalanya.Kau..tak boleh mengetahuinya,apa jadinya diriMu,jika semua itu terungkap.
David kembali menarik napas dalam dalam dan membuangnya dengan keras,seakan ingin mengeluarkan semua bebannya.
Thalia kembali teringat peristiwa dimana mereka membawa ibunya ke rumah sakit,saat itulah thalia kecil berlari memeluk David,dan memintanya menolong ibunya.
" Paman...paman .."thalia terisak di pelukan David,"bangunkan Mama,...tolong mama..,paman ...suluh mama membuka matanya.",gadis kecil itu terus merengek di pelukan David,dan saat itu,hanya beberapa gelengan kepala yg dilihatnya saat itu.walau dia terus merengek,memukul dada pria itu,sampai dia kelehan,tetap saja pria itu hanya menggelengkan kepalanya ,akhirnya dia meronta turun sambil berteriak." Aku membenciMu paman."
Thalia kembali menatap rembulan, mengangkat wajahnya mengirup udara malam yg mulai dingin.
" Kau bisa ke kantor setiap hari," suara David memecah kesunyian.
" Kenapa....,kau kasian padaKu" thalia tersenyum sinis.
" Kau sudah dewasa,tetap saja secara diam diam kau bisa keluar." David tersenyum licik.
"ha...ha...ha..," salah kalian sendiri,mengajari Ku keahlian , yg bisa kugunakan meloloskan diri."Thalia tertawa...,suara tawa yg terdengar menakutkan.
" Aku tak bisa pura pura lagi,tentu saja tak pengaruh bagiku jika melarangKu keluar rumah,..Atau Kau coba saja memasungKu disini.berkata thalia sambil menyodorkan tangannya.
" Ide bagus,mungkin bisa Ku gunakan saat tak punya pilihan." David memegang tangan itu,wajahnya menjadi lebih menakutkan.
Thalia menghentakkan tangannya,dan mengambil sesuatu yg terselip di antara pahanya. pisau belati kecil sudah di tangannya dan diarahkan keleher jenjangmya.
David mundur selangkah.
"Lakukan ,Dan saat itu tiba,Aku akan menggorok leherku sendiri di depanMu,Dan Aku akan tersenyum menatap Mu,tidak..tidak..bukan senyuman,Aku akan tertawa,tertawa dengan keras,agar kau tau betapa bahagianya Aku melakukan semua itu di depanMu.Suara thalia tajam,dengan tegar dia menatap mata David.
Tak bisa di pungkiri,ada kepanikan di wajah nya,ingin rasanya Dia meraih tangan gadis itu,memeluknya dan takkan dilepaskan,agar tak bisa menyakiti dirinya sendiri.dengan susah payah Dia berusaha tenang,
" Jangan Kuatir Kau cukup membuatKu membatalkan opsi itu,"
" ha....ha...ha..,Kau takut gertakanKu" thalia tertawa dan kembali menyelipkan belatinya di antara pahanya,tentu saja saat melakukan itu,pahanya yg putih mulus terlihat jelas,David yg sempat melihat itu,cepat memalingkan wajahnya.
" Tentu saja,nona masih majikan saya." David berkata tenang.
"Mungkin sekarang,Aku harus mencoba,mengancam Mu dan papa,dengan menyakiti diriKu," baru saja thalia selesai berkata,David sudah bergerak,menangkap tangannya,menarik nya pelan dan sedetik kemudian David sudah berada di belakangnya memeluknya,sementara kedua tangannya sudah diletakkan di dadanya.
" Jangan pernah melakukan itu,karna Aku bisa membuatMu terus berbaring di ranjangMu,sebelum Kau menyadari apa yg terjadi.suara David terdengar mengancamnya.napas pria itu sudah naik turun,bukan apa apa,saat menaruh tangan gadis itu didada,dia sempat menyentuh sesuatu yg kenyal menonjol disana.
" lepaskan Aku David....'Thalia berontak,mencoba melepaskan diri,tapi David sudah menguncinya,
David mencium aroma tubuh gadis didepannya,ingin sekali Dia mencium tengkuk di depannya,atau sekedar menggigit pelan telinga gadis itu,tapi dengan susah payah ,Dia mengontrol dirinya,dan pelan pelan melepaskan tangan gadis itu,Dan melangkah keluar.