
The time....has come
That we must apart
The memory is still
in my mind
But......you have gone...
and you leave alone............
why......do you love me.....
so sweet and tenderly....
sebuah alunan melody yg lembut yg menyanyat hati,yg dimainkan seorang gadis
yg benar benar .erasa kehilangan orang yg dicintainya.
" mama....ma..ma" lirih thalia memanggil ibunya,sambil memejamkan matanya,tangan nya .masih saja memainkan piano itu.
Jein menatap thalia,ada keharuan yg merasuki hatinya ,ada kebencian pada dirinya sendiri,mengakibatkan gadis didepannya,kehilangan orang yg dicintainya.
tak terasa dia meneteskan airmatanya.
" nona...,saya berjanji tidak akan membiarkan nona kehilangan lagi," jein berjanji dalam hatinya.
sementara itu di bawah teynhard sedang berbicara dengan Marck dan edwarrd.
" Marck....,selidikilah siapa yg menyerang thalia."reynhard berkata sambil duduk di sofa,dan mengangkat kedua kakinya kemeja.
" Baik Tuan,"
" Aku masih penasaran dengan gadis itu,Dia Putri satu satunya,tapi setelah kematian ibunya tidak ada yg tau nasib gadis kecil itu." Reynhard penasaran matanya menerawang,mengingat kejadian saat Dia dan ayahnya pergi melawat,kekediaman Tuan bernards,Saat itulah dilihatnya seorang gadis kecil sedang menangis di depan tubuh kaku di depan nya,gadis itu terus meronta,menjerit memanggil ibunya.
lamunan reynhard terhenti,saat dia . mendengar alunan melody yg menyanyat hati
Reynhard spontan berdiri,menatap arah suara melody itu,melirik marck dan edward degan wajahnya yg agak bingung,seakan igin minta penjelasan siapa yg me.ainkan irama itu.
melihat bosnya menatap mereka,kompak keduanya menggelengkan kepala.
Reynhard mulai melangkahkan kakinya,satu persatu dia menaiki anak tangga itu,dan.....
matanya terpejam,dan bibirnya memnggil manggil ibunya.
melihat kesidihan yg begitu dalam yg dialami gadis itu,reynhard melangkahkan kakinya mendekati thalia,Marc dan edward yg mengikuti reynhard tadi tak memeruskan langkah nya,mereka berdiri mematung, menatap gadis itu,mereka turut ikut larut dalam kesedihan.
" sayang...." reynhard merengkih gadis itu,didekapnya dengan erat .
thalia masih memnggil ibunya dengan lirih dia mulai terisak,dia meremas lengn reynhard kuat...,Reynhard membiarkannya,Dia terus memeluk gadis itu.
jein melirik kearah reynhard," semoga kau bisa membahagiakan nona," bathin jein.
setelah bisa mengusai dirinya,thalia menatap sekelilingnya,ada wajh wajah yg memancarkan kesedihan,dan kekuatiran menatap nya," apa yg tlah kulakukan..?" bathin thalia.
Dia kembali memandang pria di depannya.
" Maaf kan Aku, A...apa kau marah Aku .memanikan piano ini?"thlia bertanya suara nya terbata.
" tentu saja tidak,Kau boleh memainkannya kapan pun kau mau," menatap lekat wajah thalia dan berkata
" tapi,kau harus berjanji jangan mainkan lagu sedih,hemm"
Thalia tersenyum,berdiri.dan menatap jein
" hanya itu lagu yg ada di memoryku," thalia berkata lirih,dan tersenyum sinis ke arah jein.
mendengar perkataan thalia,dan senyum sinis di wajahnya,jein hanya tertunduk," Aku tau arti tatapanMu nona,Maafkan Aku." jein berkata dalam hatinya.
cukup lama thalia menatap jein,lalu dia menarik tamgan reynhard,bergelayut manja di lengan pria itu,dan mulai melangkah.
' Ayo rey,Aku pengn minum kopi." Thalia tersenyum dan kembali berkata.
" jein buatkan kopi."
" Baik nona" jawab jein,sambil melangkah kan kakinya,di depan tangga dia menatap kearah marck dan edward,sejenak dan terus menuruni anak tangga di ikuti marc dan edward yg seperti menyadari arti tatapan mata itu.
" tunggu thalia,ada yg ingin kutanyakan." reynhard menghentikan lngkahnya.
" jangan sekaran rey...,Aku belum siap cerita."
Thalia tau apa yg akan di tanyakan reynhard,dan dia merasa belum siap berbagi duka.
Mendengar perkataan thalia,Dia hanya menghela napas panjang dan kembali melangkah disamping thalia.