
Rapat dengan para pemegang saham, sungguh melelahkan , hanya berhenti untuk makan siang dan dilanjutkan kembali dengan mendengarkan laporan,dari anak anak perusahan sampai jam 3 sore.
" Hahh...hh, hari ini cukup melelahkan, " Thalia menghempaskan tubuhnya di sofa , sekujur tubuh nya yerasa pegal.
" apa Kau tidak capek?" Thalia bertanya sambil melirik David yg sibuk dengan beberapa berkas di depan nya.
" Istrahatlah sejenak nona, hari ini kita harus menyelesaikan semua laporan ini," ucap David
" Hey....!! bukankah ada pegawai lain, kenapa harus kita yg menyelesaikan nya? Thalia protes.
" Apa Anda lupa ini akhir pekan, tidak ada yg masuk kerja, dan lagi hari senin kita harus berangkat ke negara S penandatanganan kontrak." jawab David.
" ahhhh, baiklah tapi Aku ingin berbaring sebentar menghilangkan penat, kalau saja jein ada pasti cukup membantu." Thalia berkata sambil merebahkan dirinya di sofa.
David hanya melirik gadis itu, dan kembali sibuk dengan berkas di depannya. Entah berapa lama Dia tertidur,Tapi saat Dia membuka matanya David masih saja berkutat dengan pekerjaan nya.
",Astaga..!!,apa Aku ketiduran? kenapa kau tidak membangunkan Ku?? ucap Thalia sambil mendekati David.
"Nona terlihat nyenyak sekali tidurnya, " David berkata sambil memandang Thalia lembut.
" Baiklah... Aku akan membuat proposal kontrak dengan pak pour," Thalia mengalihkan pandangannya, saat mata mereka bertemu.
" Sudahlah bersiaplah kita alan pulang,ini sudah larut malam." David langsung berdiri sambil membereskan semuanya.
" A apa..?? Tengah malam,!!?" Thalia kaget melirik jam tangan nya, pukul 22 30.
kenapa Aku bisa tertidur sampai larut malam?, astaga pasti Dia lelah mengerjakan semuanya," bathin thalia, ada rasa bersalah dalam hatinya.
" Maaf.... Aku tertidur, Kau terpaksa mengerjakan semua nya." kata Thalia sambil menunduk kan wajah nya.
" Hmmmm, Kamu bos nya Khan." jawab David acuh sambil berjalan keluar ruangan.
Thalia mengikuti nya, kali ini dia benar benat merasa tak enak hati, Dia terus mengikuti David mata nya memandang sekitar. Ruangan ini cukup besar,hanya ada beberapa lampu di sudut ruangan yg menyala, sebenarnya kalau hanya seorang diri dan tengah malam lagi pasti cukup menyeramkan
Saat keluar dari lift,mereka melangkah menuju loby suasan yg sepi membuat David menghentikan langkah nya, matanya memandang sekeliling ruangan,
" Hmmm, ..ada yg aneh semestinya sekurity berjaga di loby, Dan lagi mestinya Alan bersama mereka di pos, Tapi kemana mereka semua? "pikir david.
" Kenapa David ? Tanya Thalia.
" Entahlah Non....," David tak meneruskan perkataan nya Dia langsung menarik Tangan gadis itu berlindung di samping meja resepsionis.
Thalia kaget tapi lebih kaget lagi saat melihat ada beberapa orang yg tiba tiba sudah ada di loby.
" Siapa mereka David" pelan Suaranya bertanya.
" Ha...ha..ha...,Keluar David Kami sudah menungguMu." saah satu dari orang orang itu berteriak.
*,Siapa Kalian" David melangkah keluar dan menyuruh Thalia agar tetap bersembunyi.
" Siapa kami itu tak penting, Suruh gadis itu keluar, Kami akan membawanya."
" Kalian berani muncul di tempat kami,Apa kalian pikir bisa keluar dari sini dengan selamat?' David berkata sambil mencari tau berapa banyak angota penyusup ini.
Hmmm,mereka cukup banyak,ada sekitar 35 orang, Aku dan nona pasti bisa mengalah kan mereka, Tapi melihat kenekatan mereka ,pasti mereka sudah punya rencana busuk." David sibuk menerka nerka apa yg terjadi dengan anak buah nya .
" Apa kau mencari orang orang Mu?, mereka pingsan disana, Kami masih berbaik hati,tidak membunuh mereka, serahkan saja gadis itu, dan kami akan pergi." pria yg tinggi itu berkata
sambil memberi kode Anak buah nya untuk mendekat.
" Jangan gegabah, " David mengeluarkan senjata nya langsung menembak kaki salah satu anggota mereka.
melihat teman mereka kena tembak,mereka langsung balas menembak, Untunglah David cekatan melompat berlindung di salah satu tiang beton yg ada di ruanagan itu .
Melihat David di hujani tembakan,Thalia membalas tembakan mereka,membuat para penyusup itu langsung berlindung.
" Tenanglah, kepung mereka, jumlah kita lebih
banyak".
" hmmm, mungkin Kita kalah jumlah, Tapi kami berdua bisa menghabisi kalian!." David berteriak mengancam , sambil menembak ke arah mereka dengan kedua pistol nya dan berlari ke arah Thalia, yg juga melakukan tembakan perlindungan saat melihat David berlari ke arah nya.
" Ha...ha... Kami Tau kalian hebat, Tapi kami punya cara membuat kalian menyerah." pemimpin mereka tertawa sinis.
" semprotkan gas itu!! " pemimpin mereka beeteriak ke anak buah nya.
"Astaga nona, mereka membawa gas beracun,", David memandang para penyusup itu yg sudah mulai menyemprotkan gas beracun.
" Ayo nona..., " David menarik Tangan Thalia berlari menuju tangga darurat naik keatas.
" Kita kembali keruanganMu nona." kata David sambil tetus memegang tangan Thalia.
mendengat langkah kaki mereka berlari, pwnyusup penyusup itu mengejar mereka.
" Kejar mereka!!, penyusup itu terus mengejar sambil menembaki David dan Thalia.
" Masuk ke ruanganMu,.." David dan Thalia bergegas memasuki ruangan presdir, sayangnya sebelum pintu kaca itu tertutup pemimpin penyusup itu sempat mengarahkan senjata nya, dan pelurunya berhasil menyerempet lengan David.
" Astaga David!!!, Kau berdarah.., " Thalia kaget wajah nya tampak pucat.
" Tenang lah,..., ini tidak apa apa, untunglah Kaca yg menutupi Ruangan ini anti peluru, jadi kita tak perlu kuatir. David berkata sambil menenangkan Thalia.
" Mereka dalam ruangan Presdir, Kita tak bisa masuk kaca ini anti peluru," Kata pemimpin mereka, Rupanya orang ini mengerti keadaan kantor ini.
" Baiklah Kita lihat apa mereka bisa bertahan dengan gas beracun ini, masukkan gas itu melalui slang Ac."
" David...., Apa kau tetap mau bertahan di dalam!?? ha ...ha...ha..." orang itu tertawa mengejek.
David melangkah ke rak buku di ruangan itu,
memandang Thalia sambil tersenyum
" Jangan takut Nona,' David menggenggam tangan gadis itu dan menekan remote di tangannya. Alhasil Rak buku itu bergerak dan tampak di belakang ada sebuah ruangan yg besar.
Thalia melangkah takjub, Dia tak pernah tau ada ruangan seperti ini di dalam ruangan nya.
" Apa ini David??"
" Ayah Nona menyiakan ini semua semenjak peristiwa yg terjadi pada nyonya, Tuan kuatir akan keselamatan Nona jika ada yg menyerang nona saat di kantor, rupanya Ayah nona sudah memprediksi hal ini akan terjadi."
kata David.
" Tempat ini luar biasa,kenapa Kau tidak memberitau Aku? .
mata nya masih menelusuri ruangan ini ,ada ranjang besar di sudut ruangan, sofa yg nyaman di depan televisi berukuran besar, dan juga ada toilet di sisi ruangan lain yg tampak seperti dapur mini.
Thalia melangkah ke kulkas besar,saat di buka nya tampak isi kulkas itu penuh.
" Apa semua ini Kau yg mengisinya,?? Tidak kadaluarsa?" tanya thalia
" Aku baru mengganti semua nya, " jawab David sambil mengambil kotak obat yg ada di atas narkas.
Thalia seperti tersadar saat melihat David memegang kotak obat .
",Astaga asyik memperhatikan tempat ini, Aku lupa kalau tanganMu terluka, sini biar ku obati tanganMu.
David hanya tersenyum, Dia duduk di sofa di biarkannya Thalia membersihkan lukanya.