Thalia

Thalia
episode 12



Reynhards tiba tiba berdiri,matanya menatap televisi didepannya,marck yg kaget,mengikuti arah tatapan matanya saat dilihatnya sosok yg ada di layar kaca itu,cepat cepat dia berpaling,dan menyuruh jack dan juna keluar.


" apa kau melihat itu marck? mata reynhards tak berkedip menatap layar besar didepannya.


"Tidak Tuan,saya tidak melihat nya,marck berkata sambil membaca sebuah arsip di tangannya.


reynhards melirik marck dengan ekor matanya,dan kembali memandang gadis yg ada di dalam layar televisi.


" Baguslah, jangan sampai matamu melirik kesini."


" saya tidak aka melakukannya Tuan, tapi mereka sedang menatap nya di sana." marck menunjuk ke luar dimana ada televisi berukuran besar disana.


Reynhards terkejut menatap keluar.


" marck,...!! cepat suruh bagian teknisi untuk mematikan listirik,skarang..........,Tegas suara reynhards terlihat wajahnya sudah memerah,emosinya sudah sampai ke ubun ubun.


marck menyadari situasi yg tidak baik,segera menelpon bagian teknisi dan menyuruh mematikan listrik,atas perintah bos,walau bingung mereka segera mematikannya.


dan....akhirnya gedung perkantoran E.P ,tidak ada aktivitas,semua komputer mati, dan terlihat beberapa karyawan tengah bingung dan mencari tau apa yg terjadi.


"Ah....a...,Reynhards berteriak ,menyadari kebodohannya," Dia memukul meja kerjanya.


"Maaf Tuan,saya hanya menjalankan perintah anda tadi."marck serba salah karena setelah menyuruh mematikan listrik,maka otomatis seluruh gedung ini tidak ada aliran listriknya termasuk ruangan presdir.


" suruh mereka menyalakannya lagi,dan pastikan Semua televisi di kantor ini tidak di nyalakan lagi."


Marck bingung dengan kelakuan bosnya,apa pengaruh gadis itu sudah sedemikian hebat,sehingga terkadang kau bertindak ceroboh Tuan.


" Marck,apa Aku terlihat Bodoh?..."


pertanyaan menjebak apa ini?,kalau Aku menjawab iya,...tentu kau akan melayangkan pukulan padaku,dan kalau ku menjawab Tidak,.. kau akan memarahiku karena berbohong.


Marck menatap Reynhards,yg sibuk memainkan ballpoint.


"Aku tidak akan membiarkan anda melakukan hal hal bodoh lainnya Tuan. marck menjawab


" Mungkin anda mencintainya Tuan.'


" Benarkah,?"


Reynhards menatap marck.


" Tidak mungkin,aku tidak pernah tertarik dengan gadis gadis,mereka hanya berpura pura lemah,Aku tidakmenyukainya.


reynhards membayangkan beberapa gadis yg .mencoba mendekatinya,bahkan saat ibunya berusaha menjodohkannya,Dia Marah besar dan berjanji tidak akan kembali kerumah sampai ibunya melupakan soal perjodohan.


Reynhards memang tidak pernah bergaul dengan wanita,dia bahkan tidak pernah keluar malam ke tempat tempat hiburan,setiap dia keluar malam ,dia pasti hanya pergi ke tempat tempat ekstrim yg mengadakan pertandingan pertandingan fisik.


itulah sebabnya banyak yg menganggap reynhards homo,...dan dia tidak pernah menggubris berita itu dia sengaja membiarkan berita itu beredar agar para wanita tidak mengganggunya lagi.


Sadar kalau bos nya sedang melamun,marck mencoba menyadarkannya.


" apa Tuan menginginkan saya memesan serangkaian bunga?


" bunga,...? untuk apa? reynhards bertanya.


" apa anda tidak berniat mengiriminya


bunga"? marck kembali bertanya.


seperti tersadar,Reynhards tersenyum menuliskan sesuatu di kartu dan menyerahkan pada marck.


" ya kirimkan dia bunga, dan berikan kartu ini padanya."se ulas senyum mengembang di bibirnya.


" laksanakan,Tuan..." marck memberi hormat dan segera berlari keluar.


Tiba tiba dia berhenti sebelum melangkah keluar.


"" apa tidak apa apa jika saya sendiri yg membawa bunga itu Tuan? marck bertanya bermaksud menggoda reynhards, dan hasilnya sebuah polpen mendarat di keningnya.