
Merasa tidak ada perlawanan,dari gadis ini,Reynhard mulai meneruskan aksinya kali ini tangannya mulai kemana mana,sampai dia menemukan sesuatu yg terasa kenyal di balik kemeja,dengan cepat diremasnya kedua bukit kembar itu,sambil terus ******* bibir thalia.
Reynhards sudah kehilangan kendali,dia menarik kasar kancing kemeja gadis itu,dan saat melihat bukit kembar yg menonjol keluar ,dia langsung membenamkan kepalanya didada,bahknan mulutnya sudah mengisap ****** itu,membuat Thalia mendesah,"ah...agh..,rey.....,aa..hh,mendengar suara desahan thalia rey tersenyum,dia ******* bibir itu,dan kedua tangannya sudah mengangkatnya ,dibaringkannya ketempat tidur.
Dan langsung menerkam tubuh yg terbaring disana,thalia seperti hilang kesadarannya, nafasnya memburu,dia sudah seperti melayang layang merasakan kenikmatan, reynhard apalagi bahkan senjata kelakian nya sudah tegang,siap di tembakkan.
Tiba tiba...,"tok....tok....tok" ada ketukan di pintu,membuat Thalia tersadar,dan melihat posisi reyhard yg menindih nya,langsung didorongnya tubuh itu,dan segera bangun dari ranjang.
Thalia menatap nya dengan tajam,dia ingin berteriak,tapi melihat keadaan nya yg sudah awut awutan dia hanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Maaf Tuan saya membawa pakaian nona,!"
Marck bersuara di balik pintu,karena tidak ada reaksi dari dalam saat dia mengetuk pintu.
Reynhard yg merasa hasrat nya yg sudah di puncak tak tersalurkan,terlihat kesal,wajahnya masih memerah meredam hasrat nya.
' Ah....kau mengganggu tidurku,Marck!!,letakkan saja di depan pintu dan jangan berisik,Thalia sedang tidur. suara nya sedikit di pelankan,berusaha mengatur kembali nafasnya yg memburu.
Thalia yg mendengar perkataan Reynhard tadi mau protes, dan akan melangkah kan kakinya ke pintu,tapi reyhard menahannya,dan tangan satunya,membekap mulut Thalia.
"sst...sst....,apa kau mau mereka melihat Mu seperti ini?" reynhard berbisik di telinga nya.
" k..kau," Thalia tampak kesal di hentakkan nya tangan reynhard, sambil memperbaiki, kemejanya yg terbuka,karena sudah tidak ada satupan kancing di kemeja itu.
Thalia melanggkah ke sofa dan duduk diam sambil memasang wajah yg tidak bersahabat,dipikirnya percuma dia tak bisa keluar,kunci pintu itu disembunyikan pria itu.
" Baiklah Tuan,kalau nona bangun,jein titip pesan kalau keluar sebentar mengurus sesuatu,dan dia meminjam mobil tuan!!"
setelah berkata dia langsung melangkah pergi.
thalia berkata sambil melotot kearah reynhard.
",pakaian itu,tak kan kemana mana," istrahatlah dulu,Aku capek mau tidur." Reynhard tersenyum geli,menatap thalia.
" kau....Aku tak kan mengampuniMu lagi,jika kau tak membuka pintu itu,Aku akan berteriak!!" kelihatannya thalia mulai kesal.
" apa kau mau memukulKu??,"Reynhard berjalan mendekati nya.
melihat Reynhard bergerak kearahnya,apalagi saat ini Dia belum berpakaian,hanya sebuah handuk yg terlilit disebagian tubuhnya.
" jangan mendekat"!!
"Ah....aa,Thalia berteriak tapi wajahnya sudah di tutupi dengan kedua tangannya.
Reynhard yg sudah berjongkok di depannya tersenyum menatap nya.
" apa kau yakin,harus menutup matamu?dan bagaimana dengan ini?mulutnya menyerigai,dan telunjuknya menyentuh ****** thalia yg terbuka karena kemejanya yg terbuka.
sadar ada bahaya yg mengincarnya,cepat cepat di tariknya kemejanya,merapatkannya kembali,wajahnya langsung memerah.
" Kau ...,ambilkan Aku baju reynhard" suaranya sedikit melembut.
" Baiklah,Tapi kau janji tetap duduk disini,jangan kabur.
" Aku mau kemana dengan pakaian seperti ini?" Thalia menjawab sambil memasang wajah cemberut.
Reynhard tersenyum tapi sebelum dibukanya pintu itu,dia mengambil celana santainya dan memakainya.