
Tatapan tajam David,membuat Thalia memalingkan wajahnya,dan menggeser pantat nya.
" Apa hakMu menciumKu,lagipula kenapa Kau marah pada reyn.?" Thalia mendengus kesal.
" jangan sebut nama itu lagi,! " Tegas David berkata.
"Reyn,....Reyn,.....Reyn,...."Puas....!!!?" Stengah berteriak Thalia berkata..
" Apa Kau mau menggodaKu?, Aku akan menciumMu lagi, saat Kau mengatakan nama itu."! suara David mengancam.
" K..kau..,!!..Sudah ku katakan cintaMu berbeda,Kata Reyn hanya Dia yg boleh menyentuhku Thalia melotot ke arah David.
" Apa...apa maksudMu,...Apa yang laki laki brengsek itu lakukan padaMu,!!? , Apa Dia menyentuhMu!!? David mencengkram pundak Thalia,dan wajahnya terlihat geram.
" Aa Aku...,Di ii Dia,....ahhh.a..a.,Aku malu,Pokok nya Reyn mencintai ku, katanya itu wajar."! ada keraguan saat Thalia mau menceritakan kejadian antara reynhard dan dirinya.
" Brengsek.....,Aku akan membunuh nya,Aku harus membunuh nya,!!,David kalap mende gar perkataan Thalia,walau pun Thalia tidak mengatakannya,Tapi David tau sesuatu pasti terjadi.
' Jangan!!!, jangan lakukan itu, Ku mohon" suara Thalia memelas.
"Huh.....,Dia sudah menyentuhMu,entah apa lagi yg Dia lakukan,"!!David menggeleng gelengkan kepalanya,berusaha membuang apa yg ada di pikirannya.
"Apa yg Dia lakukan di tubuhMu!!?" David lebih murka,karena apa yg dihayalkan tentang perbuatan Reynhard pada Thalia membuatnya naik pitam.
Thalia yg melihat kemarahan di wajah David,apalagi cengkraman nya yg kuat,membuat nya meringis kesakitan.
" Ti..tidak...,kami tidak berbuat apa apa,Dia hanya menciumKu,...me...me rab,..aaaa,Aku malu.!!!" Thalia menutup kedua matanya.
" Dia tidak melakuka itu ,..padaMu??" hati hati David bertanya, walau suaranya pelan tapi ada kemarahan di wajah itu.
" apa maksudMu,tentu saja tidak, Saat itu Jein,..." Thalia separti tersadar, Saat memyebut nama itu, ada kepanikan di wajahnya.
" Huh.....Jein, Rupanya Kau sudah bosan hidup." ketus David berkata sambil menghempaakan dirinya. Walau kemarahan nya belum reda, Tapi Dia sedikit lega karena meraka belum bertindak jauh.
"David.....,Kau tidak akan menghukum Jein Khan"? pelan Thalia bertanya sambil melirik nya.
" Jangan kuatir, Aku akan melakukan nya dengan pelan,Dia tidak akan merasa kesakitan." Suara David terdengar menakutkan.
" Jangan,....jangan,Aku mohon, Jein tidak tau apa apa." Thalia memegang tangan David,mencium lembut tangan itu.
" Huh...,Kau pikir Aku akan melepaskannya?, Dia tidak becus menjagaMu!" David berkata, tatapannya tajam seakan berkata." ciumanMu tidak akan melunakkan hatiKu."
" Hhhh....,Kalau Kau berjanji tidak akan melukai Jein,Aku janji tidak akan bertemu Reyn lagi,Aku akan melupakannya." suara Thalia terdengar sedih.
"" Rupanya Kau sayang pada jein,
ucap David.
Thalia memberikan hp nya pada David, ada kesedihan di wajah nya,Dia memalingkan wajah nya,memandang keluar jendela.
David menonaktifkan hp Thalia sambil melirik gadis disamping nya.
"Kau tidak layak bersama nya,Kalau Kau tau segalanya,Kau pasti membenci nya." kata David dalam hati.
Beberapa kali Thalia menghempaskan nafasnya, perasaan nya saat ini tidak menentu,sedih dan marah berkecamuk jadi satu.
" Kau senang sekali,melihatKu menderita,
Kau tau Rey menyanyangiKu,Dia menolongKu saat Doni menyerang kami,Dia memperlakukanKu dengan lembut. menciumKu, membelaiKu, bahkan saat tangannya kemana mana, Aku suka,Aku tidak menolak saat Dia merabaku,Itu se....." pembicaraan Thalia terhenti saat David menutup mulutnya dengan tangan nya,
Thalia melihat kemarahan dimata David,tapi Dia tidak peduli.
" Kenapa Kau marah,Aku hanya mengenang kebersamaan Ku dengannya,lagi pula Aku khan sudah tidak akan bertemu dengannya.'
suaranya terdengar sinis.
David langsung mencium bibir Thalia,tapi di lakukannya dengan lembut, lengannya menekan dada Thalia,walau tidak menyentuh nya,tapi gerakan lengan David yg menekan dadanya,membuat Thalia tersentak,Tapi Dia tidak marah ciuman lembut David, gerakan lengannya yg menekan nekan lembut dadanya, serasa memberi kenikmatan.
Tiba tiba David berhenti,memandang gadis di depannya, yg sedang menutup matanya.
Dia tersenyum,melepaskan Thalia dan memandang Alan sopir itu.
" Kenapa berhenti?"
Thalia yg mendengar perkataan David membuka matanya, pipinya langsung merona,
Dia baru sadar ada orang lain di mobil ini.
pelan Dia melirik ke sopir yg duduk diam tanpa expresi.
" Kita sudah tiba Pak."
" Ohh,Trimakasih Alan." David sadar karena sibuk dengan Thalia,DIA sampai lupa tujuan mereka.cepat cepat Dia keluar,memutar dan membuka pintu mobil, saat Thalia keluar dari mobil,David berbisik di telinga nya.
" Aku belum membatalkan niatKu,membunuh laki laki itu,Jadi berhati hatilah dengan ucapanMu."
Thalia melotot marah, Dia ingin menampar pria di depannya, tapi senyum menyeringai David, menakutkan , seakan mengatakan Kalau Dia tidak main main dengan ucapannya.