Thalia

Thalia
koepisode 47



Singkat cerita, pertemuan fengan klien dari negara S, sudah selesai. Mereka kembali kekantor, dan selama perjalanan kembali tidak ada pembicaraan diantara mereka,


Thalia lebih memilih diam,dan duduk menjauh,sedangkan David hanya menatap lurus kedepan,tidak ada expresi , tenang seperti tidak ada beban,


Sampai di kantor,Tanpa menunggu David Thalia langsung naik,menuju ruangannya,


ada kelegaan di wajahnya saat melihat Jein menyambut nya.


" Jein keruamganKu" Thalia langsung menarik tangan jein, sambil melirik David yg sudah di belakang nya.


" Baik Nona" jein tampak bingung,dengan sikap nona mudanya.


" Jein hubungi Reyn,katakan untuk jangan menemuiKu dulu, Aku tak bisa menghubungi nya lagi." Suara Thalia pelan saat mereka masuk keruangan nya.


"Tapi nona"


'Jangan gegabah dulu, Untuk kebaikan bersama, A..Thalia tidak meneruskan perkataan nya saat melihat pintu terbuka.


David yg sudah masuk ,paham pasti mereka sedang bicara soal Reynhard,wajahnya masam memandang kedua gadis di depannya.


" Kalian sudah selesai berdiskusi,? Suara David sinis.


" Eh....,kami tidak berdiskusi,Aku hanya ingin Jein membantuKu saat dirumah nanti.'Thalia mencoba berdalih.


" Hmmm"


David hanya menyerigai,mendengar jawaban Thalia, sedangkan Jein hanya menatap keduanya bingung,Dia yakin pasti ada masalah,melihat wajah Thalia yg resah,Dan tatapan mata David yg menusuk memandang nya.Akhirnya mereka kembali sibuk dengan pekerjaan,Tak terasa waktu sudah berlalu begitu cepat.


" Waktu nya pulang Nona." kata David.


Thalia melirik arloji yang melingkar di lengannya.


" Aku akan kembali dengan Jein." kata Thalia sambil berdiri.


"" Baiklah..."


Thalia tampak senang mendengar jawaban David, dengan cepat melangkah keluar,


" Jein ikut denganKu".ucap Thalia.


" Baik nona".


jein mengikuti Thalia,sedangkan David dengan senyum sinis menatap mereka berdua.


Alan segera membuka pintu,saat Thalia mendekat,dan menganguk kearah Jein.


" trimakasih, Jein akan ikut denganKu."


"Baik"


Jein masuk setelah Thalia memberi isyarat,


untuk duduk disamping nya,dan menyuruh Alan untuk jalan.


" Maaf...,Nona Kita menunggu Pak David."


Alan berkata.


" David tidak akan Ikut, Ayo ja.."Thalia tidak melanjutkan perkataan nya saat melihat David sudah membuka pintu,dan duduk dengan santai di depan.


" Huh....,"Thalia mendengus kesal memandang David, sedangkan David hanya Diam,wajah nya tetap membeku,tidak menampakkan expresi apapun.


Thalia sedang berpikir keras,rupanya David curiga padanya, ini membuat nya kuatir apa yg akan terjadi pada jein,sikap nya ini pasti membuat Jein dalam masalah.


",Aku tidak bisa membiarkan Jein dalam masalah", pikir Thalia.


Sepanjang perjalanan Thalia sibuk berpikir,bagaimana caranya agar David tidak menghukum Jein di belakang nya. tak terasa mereka sudah memasuki halaman Rumah nya. Saat Alan menghentikan mobilnya Thalia menyuruh nya turun.


",Kau turunlah Alan Aku akan bicara,dengan mereka berdua dulu."


" Baik Nona."


" Baiklah David,..Aku ingin Kau berjanji di depanKu, , bahwa Kau tak kan menghukum Jein." kata Thalia.


mendengar perkataan Thalia Jein kaget,wajahnya langsung pucat.


" A..apa maksud Nona,?" jein bertanya sambil melirik David suaranya gugup,Dia tau orang seperti apa David,walau pun Dia bukan gadis sembarangan,Tapi melawan David,..Dia dan Nona nya pun tak bisa.


" Maaf kan Aku Jein telah menempatkanMu dalam masalah,Tapi Aku sudah sepakat dengan David," ucap Thalia.


" Hmmmm."


"Jawab Aku David,!! Aku ingin Jein mendengar janjiMu padaKu." ketus suara Thalia membentak David.


' Aku berjanji tidak akan menghukumMu saat Ini Jein,"berhenti sejenak memandang Kedua gadis yg duduk di belakang,


" Tapi,...Aku masih tetap akan menghabisiMu,


kalau...." David menggantung perkataannya.


" David...!!!" Thalia berteriak. Matanya melotot memandang David,sedangkan jein sekuijur tubuh nya bergetar.


" Aku janji saat ini tidak akan menyentuh jein,Tapi itu semua tergantung dari Kau dan jein."ketus suara nya matanya dingin menatap jein.


" Aku sudah berjanji,Kau bisa memegang janjiKu,tapi saat ini,Aku akan menyuruh jein menghubungi Reyn,menjelaskan semuanya."


lirih Thalia berkata.


"Bukan Jein,Tapi Anda Nona,hubungi Pria itu Skarang, Katakan hubungan kalian sudah berakhir." David berkata,sambil menyerahkan Hp Thalia.


Ada keraguan di wajah nya,Tapi David benar Dialah yg harus memutuskan hubungannya dengan Reyn, Walaupun hubungan mereka baru.


Thalia menarik napas panjang,dan mulai menghubungi Reynhard.


" kasih speaker," David berkata.


Tatapan matanya protes,tapi tetap saja Dia melakukan perkataan David.


" Hallo sayang...!"Terdengar suara menggoda dari sebrang.


"Hallo...Sa...," Thalia akan membalas sapaan Reyn,tapi tatapan David yg tajam membuatnya tidak melanjutkan ucapannya.


" Ha...ha...,Sayang Kau masih malu ya..?" Reyn tertawa mengoda.


Thalia sudah mulai gugup,Suara Reyn yg terus menggodanya,membuat David yg sudah berpaling menatap nya,mulai menggertak giginya,wajahnya sudah merah menahan amarah.


" Rey....,maaf kan Aku, mulai saat ini kita tidak bisa lagi bertemu." pelan Thalia berkata.


" Hey,..!!apa si David itu mengancamMu?" terdengar suara protes dari sebrang.


"Tidak....,tidak bukan David,Aku hanya berpikir,


kita baru saja kenal , Maaf Aku belum yakin soal perasaanKu padaMu." ucap Thalia.


" Aku mencintaiMu sayang, jangan pikirkan perasaanMu padaku, Aku yakin Kau mencintaiKu."Reyn berusaha menyakinkannya


",Kau tidak mengerti Rey,Aku mohon mengertilah Kita Tak bisa bersama, terlalu banyak yg akan tersakiti, lagi pula Aku tidak yakin soal perasaanKu." ada kejujuran di suara nya,


"Tidak....!!!!,Aku tidak ingin melepaskanMu" Reyn berteriak kalap.


"Reyn...,maafkan Aku." Suara Thalia memelas.


" Kau pikir bisa melepaskanKu,?Jangan salah Kalau Aku tak bisa bersamaMu,Tidak seorangpun bisa memilikiMu". Suara di sebrang terdengar sinis. David langsung meraih Handphone di tangan Thalia.


" Kau dan keluargaMu sama saja, Tapi kali ini Aku tidak akan membiarkan itu terulang lagi."


Tegas suara David dan langsung memutuskan panggilan itu.


" Apa maksudMu David??" Tanya Thalia.


David hanya memandang Thalia,dan langsung keluar dari mobil.