Thalia

Thalia
epsode 30



singkat cerita mereka sedang bersantai,bersenda gurau,setelah membagikan kopi,jein ikut nimbrung mendengarkan cerita cerita lucu edward,sesekali jein melirik nonanya yg terus tersenyum,Tuan reynhard tidak melepaskan thalia,dia terus memeluknya,walaupun dia ikut tertawa mendengar cerita edward,tapi matanya selalu melotot tajam jika kedua anak pria itu terlalu lama menatap thalia.


lama mereka berada di ruangan itu,tapi setelah jein mengedipkan matanya pada thalia,dia langsung mengajak reynhard keatas dengan alasan sudah mengantuk,reynhard sedikit protes karena malam belum terlalu larut,dan thalia belum makan malam,tapi karena thalia mengatakan masih kenyang dan mengancam akan tidur dengan jein dan Alex,akhirnya dia pun beranjak keatas karena diappun sudah merasa mengantuk.


Setelah berada dalam kamar thalia langsung naik keranjang,reynhard pun langsung ikut keatas ranjang dia berbaring di samping thalia,menaikkan kakinya ketubuh thalia,matanya tersenyum menatap thalia,dia ingin mencium bibir itu,tapi....kenapa matanya berat sekali,rasa kantuk menyerangnya dan diapun tertidur,...sambil memeluk Thalia.


Jein mengetuk pintu,dan saat dibukanya dilihatnya reynhard sudah tertidur sambil memeluk thalia.


" apa sudah tertodur nona"?


thalia mengangguk kan kepalanya,


" bagaimana di bawah aman?"


" mereka sudah tertidur." ucap jein


" berapa lama mereka tertidur jein"thalia bertanya suaranya agak kuatir.


" obat bius ini hanya bekerja selama 8 jam,sebaiknya nona siap siap dan istrahatla dulu,kita akan pergi jam 2 malam ini, kita akan membawa mobil mereka,nnti akan kita tinggalkan di bandara,nona minta maaflah pada tuan reynhard melalui cctv..penjelasan jein membuat thalia menyadari kalau dia akan meninggalkan Reyhard,wajahnya yerlihat sedih.


" jangan kuatir, nona pasti akan bertemu kembali dengan Tuan reynhard,saya akan meninggalkan pesan,menjelaskan situasi nona pada fuan reyhard dan caranya menghubungi nona,saya akan mengatur semuanya.bersabarlah nona.jein berusaha meyakinkan thalia.


"Trimakasih jein,aku akan bersiap,tapi biarkan aku tidur di samping nya,Aku akan turun jam 10 nanti,kau sudah membelikan aku hp khan?"setelah berkata thalia membalikkan badannya menghadap reynhard dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang itu.


Jein hanya menatapnya,dan setelah mengatur alarm jam 10 di hp thalia,mengambil hp reynhard dan mengisi nomornya di hp itu,tapi dia menaruh nama thalia disana,setelah semuanya beres dia menuliskan beberapa permintaan agar reynhard jangan secara terang terangan mencari thalia,menjelaskan alasannya,setelah igu menaruh surat itu di atas meja,dia melirik edward dan marck yg tertidur sambil duduk di sofa." maafkan kami,dan trimakasih sudah menolong kami." itu saja yg dikatakannya dan melangkah ke kamar Alex.


didalam Alex yg sudah merasa baikan sedang duduk di sisi ranjang,melihat kedatangan jein dia langsung berdiri.


" istrahatlah dulu, kita akan pergi jam 2 malam ini.jein berkata.


" apa semuanya beres?" alex bertanya dan kembali merebahkan dirinya.


" hmmm." jein sudah merebahkan dirinya disofa yg ada di kamar itu dan mencoba beristirahat.


" teeeth.....teeth....., ' bunyi alarm yg di setel jein berbunyj,Thalia membuka matanya,dia menatap pria yg masih tertidur lelap di samlingnya mencium nya,mengelus wajah Reynhard dan berbisik ditelinga nya.


" maafkan Aku sayang,.....Aku akan menantikanMu".seyelah kembali mencium bibir itu,dia langsung bangun, melangkahkan kakinya ke kamar mandi setelah membersihkan dirinya,dia mengganti pakaiannya,dan melanggkah keluar,sebelum menutup pintu,dia mundur beberapa langkah sampai terlihat di cctv,melambaikan tangannya,meminta maaf,mencium tanganya sendiri,menutup tangannya dan melemparkan kearah cctv.setelah tersenyu manis dia melangkah turun setelah menutup pintu kamar.