Thalia

Thalia
episode1 (kehilangan ibu part 1)



Seorang gadis kecil terlihat sedang menangis,sambil memeluk bingkai foto.Gadis kecil berusia 6 tahun, Thalia namanya,dengan rambut panjang terurai,duduk disudut ruangan yg begitu besar ,dari bibir mungilnya terus memanggil manggil ibunya,sesekali dia menatap foto itu dan kembali terisak. karena kelelahan Thalia tertidur masih dengan posisinya memeluk foto ibunya,dan sebuah saxaphone ditanganya.


Terdengar sebuah langkah kaki mendekat,seorang laki laki berbadan kekar dan cukup tampan memasuki ruangan,laki laki yg berumur 45 Tahun itu tampak menyapu semua ruangan dengan matanya yg sedikit sembab,dari raut wajahnya terpancar kesedihan yg begitu mendalam.


kamar thalia yg besar dengan ranjang empuk yg berukuran besar untuk ukuran seorang gadis kecil, dan sederet boneka dari segala model dan ukuran,bahkan 2 lemari kaca besar tempat pakaian Thalia ,dari beberapa desainer terkenal,sampai dengan rak sepatu yg dipenuhi bermacam macam merek sepatu,bahkan ada sebuah piano dikamar ini,tak heran kamar yg super lux ini di penuhi barang barang mewah, mengingat Dia putri tunggal seorang George Bernards,pengusaha pertambangan yg juga memiliki saham di perusahan perusahan besar dinegara xx,bahkan sampai di negara negara lain,ini cukup membuat Tuan Bernards berada pada posisi ke5 orang terkaya didunia.


Matanya yg tajam menangkap sosok yg dicarinya,putri kecilnya itu sedang duduk disudut ruangan sambil memeluk sebuah bingkai foto,,tanpa melihat, Tuan Bernards tau itu pasti foto istrinya,yg merupakan Ibu thalia. Tuan Bernads melangkah mendekati Thalia didapatinya putri nya sudah tertidur.


"Apa yg harus kulakukan untukMu sayang" membelai lembut rambut Thalia,dan matanya menatap kosong,


entah apa yg dipikirkan Tuan Bernards.


'Kita harus kuat,kamu tidak boleh cengeng,Mereka diluar sana tidak boleh menganggap lagi kita lemah.""perkataan Tuan Bernards seperti menegaskan dirinya sendiri.


tak lama kemudian Tuan Bernards mengangkat Thalia membawanya kekeranjang yg empuk,menyelimuti putri kecilnya,kembali membelai rambut Thalia,


,mencium kening nya,


"maafkan papa Thalia,setelah semua ini tidak ada lagi kehangatan,bahkan papa akan membuatMu menjadi gadis yg tangguh,kuat tidak boleh ada airmata lagi,Tuan bernards berusaha menjelaskan pada putrinya,mulai besok hari hari yg akan dilalui Thalia akan berubah.


di depan pintu sudah ada 3 orang yg dengan sigap berdiri tegap saat Tuan Bernards keluar dari kamar .


Seorang laki laki berbadan tegap yg dari penampilannya seperti bodygard ,berumur 20 tahun berwajah yg tidak kalah tampan dari tuan Bernads,i expresi wajahnya yg datar, tdk ada senyuman ,bahkan terkesan angker itu, tidak pernah ada rasa belas kasihan pada lawan apalagi kalau menyangkut keslamatan keluarga Bernards,David itulah namanya.


orang kedua adalah seorang perempuan yg berpenampilan sama seperti David, memakai earphone ditelinganya,dengan seragam layaknya seorang pengawal ,tidak menghilangkan kecantikan yg terpancar di wajahnya,Gadis ini berusia 20tahun,tugasnya dulu adalah mengawal nyonya Bernards,Jein biasanya dia dipanggil.


Dan seorang lagi seorang perempuan paroh baya jika dilihat Dia seperti seorang inang pengasuh,Mbok rhum.


Ketiganya menatap Tuan Bernards seakan ingin mmendapat penjelasan mengenai nona muda.


''bagaimana nona muda Tuan,mbok rhum memberanikan diri bertanya,


"Thalia sudah tidur"jangan mengganggu nya,hari ini sudah begitu berat baginya.


memandang sejenak pintu kamar putrinya dan berlalu di ikuti David dan Jein, hanya mbok rhum yg terpaku menatap pintu kamar nona mudanya,melihat mbok rum masih diam jein menarik tangannya.