Thalia

Thalia
episode 40



sebelum lanjut thor kasih visual dulu semoga suka ya....s



Thalia Anastasia Benhards๐Ÿ‘†



Reynhard Edward ๐Ÿ‘†๐Ÿผ



David ๐Ÿ‘†๐Ÿผ The Bodyguard


Setelah pintu tertutup,David masih berdiri mematung didepan pintu kamar.perasaan nya berkecamuk antara Bahagia dan marah, berkecamuk menjadi satu,Dia yg bahagia bisa dekat dengan thalia,dan marah pada dirinya sendiri,karena tak mampu memiliki nya,diakuinya dulu hanya ada rasa sayang direlung hatinya untuk seorang gadis kecil,kini entah kenapa rasa itu berubah jadi ingin memiliki,berubah jadi mencintai gadis kecil yg kini sudah menjadi sosok wanita yg begitu sempurna,yg kecantikannya sudah bisa membuang rasa tdk percayanya,menjadi suatu keyakinan,Gadia itu Thalia namanya harus menjadi milik nya,walau status mereka berbeda." Thalia kau milikku" guman kecil keluar dati bibirnya,sambil tersenyum kecil.


David mengangkat tangannya,menyentuh pintu itu,setelah itu melangkah pergi.


Keesokan harinya,Thalia masih berbaring di kasurnya,Dia sudah bangun,tapi masih enggan meningkalkan kasurnya yg empuk.pikirannya masih melayang,soal perkataan David,j"kalau Dia sudah mengetahui kejadian di kota B ,bagaimana soal Reynhard,apa David mengetahuinya?" memikirkan itu semua membuat Thalia bangun ,dan cepat menuju kamar mandi, Dia ingin segera menemui jein menanyakan semua yg diketahuinya,apakah David mengetahui soal reynhard.


Taklama kemudian Thalia sudah turun kebawah,menuju ke ruang makan disana sudah ada ayahnya dan David.


" Kamu telat Nona" David berkata sambil menarik kursi .


Thalia tdk menjawab,Dia langsung duduk ,tapi bukan di kursi yg di sediakan David tadi.tatapan kebencian diberikan pada pria yg,tetap tdk memperlihatkan expresi marah atau kesal dgn tingkah thalia.


seperti biasa,David hanya menatapnya dingin,dan mengisyaratkan mbok Rhum melayani Thalia.


" Bagaimana proyek kota B." Tuan Bernahard bertanya tanpa berpaling dari koran di tangannya.


" Bukankah orang kepercayaan Papa sudah memberitahu papa?" Thalia balik bertanya.


" Maksud Mu David?"


" Siapa lagi atau papa masih punya orang lain seperti Dia." ucap Thalia sinis.


Tuan Benhards meletakkan koran itu,Matanya memandang kearah Thalia yg sedang menyantap sepotong Roti.


" David hanya mengatakan soal Doni,Tapi soal kesepakatan di lokasi, Itu tanggung jawabMu"


suara Tuan Benhard sedikit kesal.


" Semuanya sudah terkendali,proyek ini sudah bisa berjalan sesuai rencana." jawab Thalia.


" Aku akan langsung kekantor, nanti di kantor Aku akan menyerahkan surat perjanjian dengan warga." thalia berdiri dan akan meninggalkan ruang makan.


" Tunggu,..." Tuan Benhard menahannya.


"Tak perlu Kau serahkan surat pernyataan itu,Mulai saat ini Kau yang akan mengurus semuanya."


" Apa maksud papa?"Thalia kembali duduk dan menatap ayahnya.


" Aku akan pergi ke negara A , ada sesuatu yg harus ku urus,dan juga melanjutkan pengobatanKu,"Suara nya terdengar lemah ada keraguan disana.


" Tidak ada yg di sembunyikan,hanya soal waktu,dan kini waktu berpihak padaMu, tinggal bagaimana cara Kau mengatur waktumu,.mencari tau semua yg ingin Kau ketahui".Tuan benhards membuang napas panjang,Dia kembali menatap putri satu satunya,Mata itu seperti ingin mengatakan sesuatu,tapi tak berani mengungkapkannya.


" Thalia....,Kau tau Papa menyanyangiMu, Mungkin Kau tidak percaya,Tapi yakinlah...,Kau..adalah hadiah terindah yg pernah Ibumu berikan PadaKu",Mata tua itu terlihat begitu lelah,walau sekuat apapun Dia berusaha,tetap saja ada butiran air disudut mata itu.


" Papa....." Thalia terharu


Ayahnya mengangkat tangannya,menyuruh nya diam.


"Ayah sangat mencintai IbuMu,terlalu mencintainya melebi apapun,sama seperti diriMu,Mungkin inilah kelemahanKu.,Tidak dengarkan papa sampai selesai." Tuan Benhard kembali menggangkat tangannya saat melohat Thalia berdiri akan mendekatinya.


" Papa ingin Kau mengetahui alasan dari semua yg terjadi sebelum Kau mengetahui Semuanya,Papa hanya ingin Kau tidak melupakan,Betapa Aku mencintai IstriKu,dan juga PutriKu."Tuan Benhard kembali membuang napas beratnya.


" Papa tidak ingin memaksaMu menyayangi Papa,cukuplah bagiKu melihat PutriKu baik baik saja, Jika Semunya terungkap,Kau tak perlu sungkan karna Aku AyahMu."Tuan Benhard berdiri mendekati Thalia menepuk pundak Putrinya itu.


" Mulai Skarang Kau presdir perusahan B.G


semua tanggung jawabMu,papa akan berangkat hari ini juga,papa belum bis pasgikan kapan papa kembali,mungkin sebelum papa mengambil keputusan untuk kembali,Putriku sendiri sudah datang menemuiKu." Setelah berkata Tuan Reynhard melangkah pergi,Tapi David masih berdiri di samping Thalia tak bergeming.


" Papa tunggu"Thalia bangkit mengejar ayahnya.


"Apa maksud papa pergi hari ini,Aku tidak mengerti,papa pasti kembali khan?" thalia bertanya,wajahnya masih bingung,


Tuan Benhards tersenyum menatap putrinya,Dia memeluk putrinya erat,lama dia melakukan itu,seakan tidak ingin melepaskannya lagi,Dan setelah mengecup kening thalia,Dia masuk ke mobil.


" jangan kuatirkan papa,tolong kau jaga perusahan kita,papa sudah mengatur semuanya kemarin,Dan juga Kau tak sendiri,David akan membantuMu,jangan meremehkannya,Dia tau segalanya tentang perusahan,Dan lagi kau tak bisa memecatnya,


Dia punya hak yg sama denganMu soal mengurus perusahan,bedanya kau pemiliknya.Tuan Benhard tersenyum menatap Thalia yg masih tidak percaya,dengan semua yg dikatakan ayahnya.


' Jangan Kuatir,David tidak akan menghianatiMu,Dia akan menjagaMu mulai sekarang.


"Dhuarrrrr....", mendengar semua yg dikatakan ayahnya Thalia seperti disambar gledek,kalau si manusia es terus bersamanya,bagaimana Dia bisa bertemu pujaan hati,oh...bagaimana ini,jein....,jein bagaimana."Thalia terus berpikir dalam hatinya.


" Jaga DiriMu,baik baiklah dengan David." Tuan Benhard melambaikan tangannya,menatap thalia,sejenak Dia melirik David yg sudah berdiri di blakang Thalia.


setelah itu mobil terus melaju meninggalkan Rumah yg penuh kenangan,Dia sendiri tak yakin apakah Dia bisa kembali.


Setelah kepergian ayahnya,lama Thalia berdiri mematung,terpancar kesedihan di wajahnya,


walaupun ayahnya tidak dekat dengan dirinya,tapi mereka pernah punya kenangan indah ,yg selalu di ingatnya,jika perlakuan ayah menyakiti perasaanya.


Thalia menghempaskan nafasnya.kemudian berbalik menatap David yg masih saja berdiri dengan sigap di belakangnya,wajah datar sedingin es,tanpa perasaan itulah penilaian thalia.pada pria ini.


" Mana jein??" apa kau harus terus mengikutiKu?" kesal dia menatap David


" jein sedang mengurus sesuatu,Sia tetap akan melayani Nona," Jawab David.


' Baguslah setidaknya Kau tidak akan terus bersamaKu sepanjang waktu." suara thalia terdengar sinis.


",sayangnya,Kita akan selalu bersama sepanjang waktu,jein hanya akan bersamaMu,saat Aku punya urusan lain." David berkata sambil mengisyaratkan sesuatu pada pengawal yg sedari tadi berdiri disampingnya.


taklama kemudian mobil thalia mendekat David membuka pintu,mempersilahkan Thalia naik,Dan Dia pun berputar,pengawal yg tadi berdiri disampingnya mengikutinya,membuka pintu,David masuk dusuk disamping Thalia membuat gadis itu menatapnya kesal. rupanya pengawal itu ikut bersama mereka,duduk didepan,tak lama kemudian mobil langsung bergerak,menuju kantor perusahan B.G.