Thalia

Thalia
episode 42



Sementara itu di gedung lain yg tak kalah megah,Gedung E.G.,Reynhard sedang gelisah,sesekali Dia berteriak kesal,pada asistennya,


" Apa ini Marck,!!?? Kenapa semua orang tidak bisa bekerja hari ini!!!!," Reynhard berteriak kesal sambil melempar semua berkas yg ada di mejanya. wajahnya yg sudah memerah, menandakkan emosi nya yg sudah memuncak.Kalau sudah begini,tak ada yg berani mendekat,kesalahan kecil saja bisa menjadi sangat fatal,siapapun itu tanpa terkecuali.


" Marck suruh lisa masuk".


'Baik Tuan".Marck keluar,menjumpai lisa yg gelisah,di tempat duduknya.beberapa pegawai sudah menjauh sejak mendengar presdir mereka berteriak teriak,pada asisten nya.


"lisa,.. cepat Kau masuk,dipanggil Bos." Mark berkata .


" Aduh gimana ini,Marck...." lirih lisa berkata,sambil memandang Marck,mencoba minta pertolongan."


Sayangnya Marck hanya diam, dan bergegas kembali ke ruangan presdir, terpaksa Lisa mengikutinya dengan gontai.


Saat memasuki ruangan presdir, tampak ruangan itu berantakan beberapa arsip berserakan di lantai, dengan hati hati lisa melangkah masuk.


" Katakan lisa, apa alasanMu,tidak mau menghubungi pacarMu?." Reynhard bertanya, matanya menatap lisa dengan seksama, masih ada gurat kesal di wajah itu,tapi intonasi suaranya tidak tinggi.Sedangkan Marck kaget mendengar pertanyaan yg terlontar dari seorang Reynhard Edward, Saat dirinya kalap. " Bos...,kenapa Kau terlihat bodoh?" bathin Marck


"Maksud Tuan"?? tanya lisa gugup


" Jawab saja !!!" Reynhard berteriak Marah. Spontan lisa menjawab karena kaget dengan teriakan, bos nya.


"Saya suka pria lain..!!" ups.. lisa langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dia sendiri kaget mendengar jawabannya.


Marck yg kaget mendengar jawaban lisa, tak sadar berkata.


" Alamak..." kaget dengan suara yg dikeluarkannya,marck langsung menggigit bibirnya,agar tidak keceplosan lagi.


Tentu saja jawaban lisa,membuat Reynhard naik darah,matanya memerah,tangannya sudah terkepal,dadanya naik turun,emosinya sudah di ubun ubun.


"Teet...teethh.....", bunyi telepon bergetar mengalihkan emosi reynhard.


Dengan sigap Dia mengambil telepon yg terletak di mejanya. Tanpa melihat nama siapa yg tertera di layar,langsung menjawab.


",Hallo Jein...mana..Tha..." belum selesai perkataannya,Suara di sebrang memotong,


" Ini mama Rey...,siapa jein,Siapa yg kamu tanyakan!!??" Suara disebrang terdengar kesal.


" Ah...mama Rey lagi sibuk Ma,nanti aja ngobrolnya",Rey tampak kaget mendengar suara ibunya,enggan Dia berkata,dan akan menutup telepon.


"Baiklah...,Kalau Kau malas ngomong,mama akan mampir ke kantor." tut...tut...tut...


Reynhard tampak kesal memandang benda di tangannya,Dia menuju sofa,membaringkan dirinya sejenak.


Marck yg melihat bos nya sudah memejamkan matanya,langsung memberi isyarat agar lisa membereskan semuanya,dan cepat keluar.


Setelah lisa keluar, Marck melirik Reynhard, bosnya itu sedang memejamkan matanya, Tapi Dia tau tentu saja bos nya tidak tidur,pasti sedang memikirkan maksud ibunya menemuinya.


" Marck...,coba Kau hubungi jein dengan nomor ponselMu." kata Reynhard pelan,tetap menutup matanya.Sambil berusaha meredam emosinya.


Marck merasa prihatin dengan bos nya ini,"apa benar cinta bisa membuat kita gila?? "hiii kalau begitu mending gue jangan jatuh cinta dulu." bathin Marck


Setelah menekan nomor yg tertera di ponsel bos,atas nama jein,terdengar nada memanggil, dan saat suara di sebrang menyapa,langsung Marck menekan speaker,agar bisa di dengar Reynhard.


" Hallo.....siapa disana..??" itu suara jein


mendengar suara jein,spontan Reynhard bangun menyambar hp Marck.


" Halo jein,..!!.kenapa susah sekali menghubungiMu?..brikan pada thalia ,! Aku ingin bicara."Reynhard menjawab dengan kesal.


" oh...!!Tuan Reynhard,maaf saat ini Aku di kantor, sebaiknya jangan menelpon dulu ada david disini, nanti Aku chat aja Tuan, di nomor yg ini saja, takut david curiga kalau pake nomer tuan.maaf." suara jein pelan,Dan langsung menutup ponselnya.


ah.hhh Reynhard nampak kesal, Dia melem par hp yg di tangannya.


" Brakkkk". Hp itu jatuh kelantai,dan berhamburan kemana mana.Si empunya hp tidak bisa berbuat apa apa hanya menatap sedih kelantai dimana hpnya sudah terbagi menjadi beberapa bagian,hanya kartunya saja yg tidak rusak.


tiba tiba Reynhard berlari,mengeluarkan kartu di hp yg sudah hancur,dan mengganti dengan nomor di hp nya.


" nasib nasib,Ku pikir Tuan prihatin dengan kamu ph,rupanya hanya nomorku yg dia peduli,maafkan Aku yg tak bisa membelaMu." Marck masih sedih menatap barang yg sudah berserakan di lantai.


" Ganti saja hpMu,Marck!!, barang rongsokan itu kamu ratapi." Reynhard berkata tanpa ada rasa bersalah.


" Baik Tuan"pelan marck menjawab sambil membersihkan sisa barang yg dulunya pernah dekat ,dan mengisi kekosongan hatinya.


",Selamat jalan Sayang,maafkan diriku,bukan maksudKu menduakanMu,tapi kini diriMu sudah tidak layak bersamaKu." setelah selesai mengumpulkan serpihan hpnya,dibuangnya ke tempat sampah.


" Belikan Aku juga hp baru,dan nomor Mu ini jadi milikKu.Reynhard berkata seenaknya.


"Baik Boss".Marck tak bisa berkata apa apa, "bos ..bos setelah menghancurkan hpKu,kini Kau ambil pula nomer Ku." Jiwa Marck kesal meratapi ketidak berdayaannya.