Thalia

Thalia
epkisode 14



Di depan pintu,Jein sudah menunggunya mereka berjalan beriringan,menuju atap gedung,tempat jet pribadinya diparkir.


Disana sudah ada Doni yg sedang berbicara ditelpon,dan segera memutuskan pembicaraannya setelah kedua wanita itu dekat,Thalia hanya meliriknya dan segera naik.


Setelah hampir 30 menit Terbang,mereka sudah tiba,setelah jet pribadi itu mendarat, mereka langsung keluar dan menuju loby.


di sana sudah tampak beberapa pengawal disana,mereka ada 20 orang,jumlah yg banyak untuk sekedar,menjemputnya pikir Thalia.


" Selamat siang nona,senang berjumpa denganMu" seorang pria berjas hitam dengan logo perusahannya mendekat.


"Hei,..! Alex senang berjumpa denganMu." jein menepuk pria itu sambil tersenyum.


" Apa mereka orang orang kita? jein berbisik pada Alex


"Kayaknya mereka,orang orang Pak Doni, ' Alex melirik kebeberapa pria yg berdiri disana.


"Ayo nona,saya sudah menyiapkan segalanya' Doni mendekati Thalia,sambil mempersilahkan nya naik kemobil.


" Tidak Doni,Aku bersama Jein akan naik mobil Alex,"Thalia menolak.


"Tapi..nona ," Doni tampaknya tidak setuju.


* Apa kau tidak lihat,jein masih ingin berbicara dengan pacarnya." Thalia memberikan alasan,yg membuat jein dan alex serba salah.


" Baiklah,nona, " Doni melirik alex,dan bertanya


" Apa,Pak David yg menelponMu?"


"iya pak doni."Alex menjawab sopan


" kalau begitu,antarkan nona ke apartemenku"


" Tapi,...pak Doni,bukannya ke rumah peristrahatan Tuan Bernards?, pak David....


belum selesai perkataannya,Doni sudah menyela.


" Aku yg bertanggung jawab pada Nona,di kota ini,Bukan..David.!! " Doni mendekati Alex dan berbicara sangat dekat dengan wajahnya,


matanya melotot tajam.


' Baiklah Pak Doni,seperti yg kau perintahkan, keApartemenMu." Alex mengalah


"Bagus,!! Ayo berangkat nona."


Thalia dan jein yg sedang membicarakan status proyek itu,tidak terlalu memperdulikan Alex dan Doni yg sedikit bersitegang tadi.


" Jein mana arsip proyek B?"


setelah mengambil berkas itu di koper kecil,jein menyerahkan berkas itu.


" Aneh,..Jumlah konpensasi yg di tawarkan,cukup besar 150 jt perkepala keluarga,mengapa mereka menolak?


" apa kau tau dimana lokasi proyek ini Alex?"


" Tentu saja nona".


" antarkan Aku sekarang kesana."


Jein kaget,mendengar Thalia akan langsung kelokasi.


" Tapi nona apa anda tidak akan beristrahat dulu?, atau setidaknya makan siang dulu".


" Apa kau tidak bisa menahan rasa laparmu jein,? Aku hanya ingin kita melihat lokasi nya sebentar." thalia menengok jein yg serba salah.bukan karena tatapan mata thalia,tapi karena memang saat ini perutnya sudah mulai berbunyi.


"Baiklah nona, Aku akan memberitahu Doni."


" katakan padanya ,Kita akan kelokasi dulu,biarkan dia melanjutkan perjalanannya."


Jein menelpon,Doni dan mengatakan tentang rencana Thalia,terdengar suara Doni yg protes, tidak setuju jika mereka langsung kesana,Tapi jein mengatakan ini keputusan Thalia.sambil menutup telpon.


" Doni protes nona," jein berkata


" Biarkan Dia,Aku curiga dengannya."


saat Thalia sedang berbicara,tiba tiba Alex membanting stirnya dan mengerem mendadak,Thalia yg kaget segera memegan sandaran kursi di depannya.


" ada apa Alex",?tanya Thalia


"maaf nona,mobil itu menyalip kita,"


Thalia dan jein memandang kearah mobil yg sudah berada diepan mereka,dgn posisi menghadap mobil mereka, Thalia tau ada yg tak beres.


" amankan berkas kita jein",Thalia berkata sambil meraih pistol yg terselip diantara pahanya.


Alex sedikit terkejut,melihat paha mulus Thalia juga,pistol yg sudah digenggaman tangan yg mulus itu.


jein segera mengambil beberapa berkas di koper mereka, menyelipkan sebagian kepinggangnya dan menutupi nya dengan jas yg dipakainya, dan menyerahkan yg lain ke Alex.