Thalia

Thalia
episode 36



Thalia kesal dengan sikap David,Dia langsung berdiri,dan berkacak pinggang di depan David.melihat sikap thalia,jein dan 2 orang pengawal ciut nyalinya ' untung Dia nona muda,kalau bukan si manusia batu itu pasti sudah....,hiiii mereka tak sanggup memikirkannya.


" sudahlah paman,Aku kesal padaMu,"thalia menghentakkan kakinya,dan bermaksud pergi mendekati jein.


Tapi David sudah menahannya,ada senyum di wajahnya walau hanya sebentar.


" Duduklah,Aku mendengarkan."


" Kau harus janji,tidak akan menghukum Jein dan Alex." kata thalia,sambil duduk kembali.


" Tergantung,"ucap David


" Paman!!" teriak thalia


" Baiklah"


mereka berdua,sedang berdebat,sedangkan jein berusaha menenangkan hatinya sambil terus berharap Thalia punya dalih yg kuat soal hp mereka.


"Begi....."


" Aku akan tau,kalau kau berbohong Nona." David memotong perkataan thalia.


" sial....,Dia benar benar peka.' Thalia mengumpat dalam hati.


" huh.......,terserah kau paman,Saat di Mall kami melangkah ke restoran as untuk makan siang,tiba tiba ada keributan,ternyata seorang Ibu sedang di giring satpam karena hendak mencuri hp di salah satu toko di mall itu,Aku sebenarnya tidak peduli,tapi ada dua orang Anak yg menjerit jerit memanggil ibu mereka,bahkan menarik narik tangan satpam itu memohon melepaskan ibunya,Aku tak tega jika ada anak kecil menangis memanggil manggil nama ibu, itu terasa sakit bagiKu," Thalia berhenti sejenak, David melihat ke arah Thalia, Dilihatnya ada gurat kesedihan di wajahnya,bahkan matanya sudah berkaca kaca, Tak tega melihat Thalia kembali bersedih,seperti mengingat kembali momen nya kehilangan Ibu.David membelai Rambut thalia.


" hmmmm, sudahlah jangan Kau ceritakan lagi,walau Aku masih tak paham dengan ketiga hp kalian yg di ganti,biarlah Aku tak mempersoalkannya lagi,kalau kejadian itu tidak membuatMu terluka." kata david.


" Paman tidak akan marah,pada jein dan alex khan." thalia mengangkat wajahnya menatap David penuh selidik.,walau tak di temukan apa apa di raut wajah itu karena tidak ada expresi disana,datar ,tanpa senyum ,.sangar .tiga kata yg membuat wajah tampan David sedingin es.


" Hmmmm ,",David menyandarkan kepalanya di sofa,dan menepuk pundaknya,seperti memerintahkan thalia untuk menyandarkan kepalanya disana.


Walau terlihat enggan,terpaksa Thalia menyandarkan kepalanya di bahu itu dan memejamkan matanya,tak lama kemudian,Gadis itu tertidur,dan wajahnya sudah melekat di tangan kekar David,melihat ini David tersenyum pelan Dia mengangkat kepala itu,dan mengeser pantatnya mendekat ke arah thalia,dan direbahkannya di dada bidangnya,David mencium rambut gadis itu,rasa sayangnya pada thalia sejak gadis itu masih kecil,seperti rasa sayang pada anaknya sendiri.Tapi setelah gadis ini dewasa,entah kenapa rasa itu berubah, rasa yg Dia sendiri tak tau kenapa ada rasa sakit di hatinya, melihat ada pria lain yg menatapnya,bahkan saat Pertama thalia keluar dan tak sengaja bertemu Reynhard,sampai ada insiden kecil Reynhard danThalia,yg hampir saja membuat dia menghujamkan timah panas kedada lelaki itu,kalau saja tubuh thalia tidak menghalangi, dan saat Dia punya kesempatan melakukannya,Dia harus mengikuti Thalia yg sudah pergi dengan taksi.Dan saat Dia melihat pria itu tadi mendekati thalia,insthingnya seperti berbicara padanya untuk melindungi Thalia..,dari tatapan pria itu,Dan David sendiri seringkali bingung apa yg terjadi dengan dirinya.