
Reynhard sedang mengidupkan hp nya kembali,karena tadi sempat di matikan saat mengganti kartu,
",Astaga Rey...,hp kamu kenapa kok enggak bisa dihubungi,Seorang wanita masuk ,wajah nya terlihat kesal. Wanita yg berusia 45 Tahun ini masih terlihat cantik,penampilannya sungguh glamour,barang yg dipakai nya,dari aksesoris sampai pakaiannya bernilai ratusan juta rupiah.
Reynhard menatap ibunya,Dia tampak enggan menyambut ibunya.
" Hpku hancur ma,jatuh tadi." dengan malas Dia duduk di sofa,.sambil menatap ibunya.
Kening wanita itu berkerut,tapi tidak berkata apa apa,Dia mendekati Reynhard,
" Rey...nanti malam pulang ya kerumah,' nyonya indri berkata pelan,sambil menatap Anaknya.
" Rey Malas pulang Ma,...,lagi pula malam ini Rey dan marck ada urusan penting, nanti subuh selesai.Reynhard berdalih, Dia tau pasti ibunya punya rencana lagi menjodohkan nya.nyonya Indri tampak kesal mendengar jawaban Rey,Dia berdiri dan melangkah keluar,
saat mendekati pintu, dia berpaling
",Pokok nya malam ini Kamu harus pulang,kalau tidak Mama akan menyuruh papa mengambil alih kembali perusahan,agar Kau punya banyak waktu di rumah bersama Mama." tanpa menunggu jawaban Rey, Ibunya langsung keluar,Dia mendapati Marck yg berdiri dekat pintu,
"Pastikan Rey pulang ke rumah malam ini,jika Kau masih ingin tetap bekerja." ucap nyonya indri.
Setelah mengancam Marck,nyonya Indri meninggalkannya,tinggallah marck yg berdiri mematung memikirkan nasibnya.
Reynhard yg tak terlalu ambil pusing dengan perkataan ibunya masih saja Duduk sambil memegang hpnya.beberapa kali panggilan masuk di tolaknya,sampai akhirnya Dia kesal karena sebuah nama terus saja masuk.
" Marck...!!!!" Dia berteriak kesal.
Dengan tergesa gesa Marck meghampirinya. ,dan cepat mengambil hp yg di sodorkan padanya.
" Katakan padanya,kalau mulai skarang jangan mengbubungi nomor ini lagi,karena nomor ini Aku sita." Kata Reynhard.
" Baik Tuan",apa apaan ini Tuan nomor aja pake di sita.
" ya....,Hallo edward,nanti aja ya kamu telpon,jangan telepon disini lagi,soal nya nomerKu di sita boss."jawab Marck.
" Apa.....!!!truss bagaimana Aku menghubungiMu,apa HpMu disita?suara Edward terdengar kesal.
"HpKu sudah almarhum" .marck langsung memutuskan sambungan teleponnya,karna mata reynhard sudah melotot ke arahnya.
" Ini Tuan."marck menyodorkan hp itu.
"Huh....,lama sekali kau bicara." Reynhard mengambil hp itu wajahnya sudah kesal.
Untunglah sebuah notifikasi masuk,cepat dibukanya ,saat melihat ada pesan dari jein.
" hallo Tuan, saat ini masih sulit berkomunikasi dengan nona,Tapi saat makan siang nanti saya akan memberikan nomor ini pada nona."
Reynhard tersenyum,membaca pesan itu,walau sedikit kesal,tapi itu berarti ada harapan.
" Baiklah....ku tunggu saat makan siang." setelah mengetikan pesan balasan,Reynhard kembali ke mejanya,Dia kembali menekuni arsip yg ada di mejanya.
" Marck pergilah beli hp UntukMu,juga belikan Satu Untukku" setelah berkata Reynhard mengambil kartunya diberikan pada Marck.
" Pakai ini Untuk membeli hpMu juga,"
Marck tersenyum,"Tak jadi Aku meratapiMu hp....,dengan kepergianMu Aku akan dapat pengganti yg lebih baik dariMu,dan tidak pake uangku,"marck berkata dalam hati .
" Apa Ibu,mengancamMu ?"
" Eh...iya Tuan"
" Jangan Kuatir Malam ini Kita akan kerumah Ibu,Akan Ku lihat siapa gadis yg kali ini akan patah hati." Reynhard berkata