Thalia

Thalia
episode 37



sementara itu dibandara,Reynhard benar benar kesal,Dia bahkan melayangkan tinju nya ke Edward yg,masih saja menggodanya, Untunglah Marck cepat mendorong Edward,hingga terjatuh,yg membuat Reynhard berhenti,Dan kembali duduk mencoba menenangkan dirinya.


" Maaf Tuan" ,marck memohon


" Hmmm"


Akhirnya, Reynhard hanya bisa menatap dari jauh,sampai pesawat pribadi itu take off.


" Maaf Tuan Reynhard,Saya membawa pesan Jein." Alex berkata sambil memberi kan kunci mobil ke Marck.


Reynhard memandang Alex yg sudah berdiri di sampingnya.


" Kau.....,apa apa yg jein katakan!" Reynhard menggoyang goyngkan pundak Alex.


" " maaf Tuan,lepaskan saya dulu."


" Katakan....!"teriak reynhard di wajah Alex.


" jein bilang Tuan bisa menghubungi nomor nya, kalau mau bicara dgn Nona,Tapi...tolong jangan gegabah,Tuan harus pikirkan Nona." suara Alex memelankan suaranya, karena masih ada beberapa orang B.G di bandara.


" Baiklah, Trimakasih."


Alex tidak menjawab,tapi Dia langsung berjalan menjauh.Reynhard menatap Alex dengan kesal,tapi saat melihat orang orng B.G yg mendekati Alex, Dia pun mengerti dan mengatakan pada Marck untuk segera berangkat.


Akhirnya mereka tiba,hari masih sore,tapi Thalia mengatakan akan langsung pulang kerumah,bkan apa apa Dia ingin bisa bebas mencari alasan yg tepat bersama jein.


Dan David langsung setuju,karena thalia memasang wajah kelelahan,sementara David kembali ke kantor memberi laporan pada Tuan Bernhard.


sesampainya dirumah Thalia langsung kekamarnya,tapi Dia memberi pesan pada jein untuk menemuinya di kamar sebelum Ayah nya kembali.


Dikamarnya,setelah membersihkan dirinya, Thalia melemparkan tubuhnya ke atas kasurnya yg empuk,matanya menatap langit langit kamar,senyum senyum sendiri, karena ada Reynhard di atas sana,sedang senyum menatap nya,Hey....bahkan sedang menciumnya.membuar wajahnya memerah.


" Maaf nona,Aku mengetuk pintu beberapa kali,tapi nona tidak menjawab." jein tiba tiba sudah berdiri di samping ranjang.


Mendengar ada suara,Thalia kaget, melompat bangun,meraih pistolnya,dan....kepala jein sudah ditodongnya,jein kaget berteriak. "no.. ..n aa,ini Aa..a ...ku",gugup suaranya


" Astaga jein !!kau mengangetkanku" Thalia segera menaruh kembali pistolnya di narkas.


" hahhhh, hampir saja,..." bathin jein.


" Maaf nona,bagaimana jika David bertanya? jein mulai bertanya.


"katakan saja,Aku menyuruh Mu,memberikan hp pada ibu itu,tapi saat di toko,yaa..kita di tipu,mereka nyolong hp kita." asal thalia mengarang cerita.


"katakan saja Aku yg membiarkan mereka melakukannya."ucap thalia.


"Dan Doni.?"


" Aku memecatnya,ada sedikit kekerasan,tapi Doni pergi," itu saja." kata thalia.


Walau agak ragu,tapi jein pikir untuk saat ini,pakai dulu alasan itu,sambil berharap David tidak akan bertanya lagi.


saat tengah berbincang,tiba tiba tlp jein berbunyi.melihat nama yg tertera disana,jein langsung memberikannya pada thalia.


setelah melihat siapa yg tlp,seulas senyum langsung terukir,dibibirnya


" hallo'


"hai...,sayang,apa kau tidak merindukanKu?" suara di sebrang terdengar menggoda.


" Tidak"


",Hei...i!!" suara itu terdengar kesal.


thalia tersenyum mendengar suara reynhard yg kesal.


"Aku merindukanMu,kapan Kau punya waktu,kita bertemu ya??"


"," jein yg akan menghubungiMu,tapi sebaiknya jangan sekarang,paman masih curiga," ucap thalia.


"apa Kau tidak bisa menyelinap lagi? kita akan bersenang senang" reynhard masih berusaha agar mereka bisa bertemu.


* ka...u,pikiranMu nakal"


" ayolah,Kau suka khan "


" rey....Kau bisa menungguKu khan,?A..ku..astaga Rey paman David menelpon ku matikan ya." tanpa menunggu persetujuan suara di sebrang Dia langsung memutuskan hubungan tlp,dan memberikannya pada jein.


" Jein ,..! kenapa tlp Mu sibuk?," Suara yg dingin itu terdengar menusuk telinga.


' maaf David Alex menelpon tadi." entah kenaa hanya nama itu yg ada di ingatannya .


" hmmm' 5 menit lagi Aku sampai temui aAku di pavilyun." setelah berkata Tlp langsung di matikan. jein langsung bernapas lega,tapi tak lama dia teringat alasannya tadi,


" astaga Aku harus menghubungi Alex" dan jein pun langsung nenelpon Alex,mengatakan semua yg thalia katakan soal hp mereka, dan jiga kalau David bertanya,Alex harus membenarkan kalau Dia baru saja menelpon jein.Setelah menjelaskan semuanya barulah jein bisa bernapas lega.