
Hari itu, Jenifer datang berkunjung ke rumah Louis dan Merry. Jenifer ingin berbicara mengenai pernikahan Kay dengan salah seorang putri kembar Louis dan Merry.
"Apakah Cindy temanku sudah berbicara pada kalian?" Tanya Jenifer dengan nada bicara yang elegan.
"Iya, sudah nyonya." Jawab Merry.
"Aku ingin menikahkan putraku dengan salah seorang putri kembarku. Aku sudah menentukan pilihanku, aku ingin wanita yang ada di foto ini." Jawab Jenifer yang menunjukan ponselnya ke arah Louis dan Merry.
Louis dan Merry terkejut, foto itu adalah foto Lana. Louis dan Merry saling memandang.
"Nyonya, apa yang anda maksud Lana?" Tanya Louis.
Jenifer menatap ponselnya sendiri, "ya aku tidak tau namanya siapa. Putraku ingin menikah dengannya, jadi apakah kalian setuju?" Jenifer mengarang kebohongan demi melancarkan rencananya.
"Tapi nyonya....." kata-kata Louis dipotong oleh Jenifer.
"Tapi apa? Aku menerima kekurangan dan kelebihan, tidak keberatan dengan kondisi dan keadaan kalian. Aku akan berikan penawaran menarik untuk kalian, aku akan meminta suamiku menjadi investor perusahaan kalian, bagaimana?" Jenifer menatap tajam kearah Louis dan Merry.
"Apakah dengan uang kalian bisa tutup mulut? Aku tidak akan biarkan rencanaku gagal. Kay harus bisa menikahi Lana, aku ingin Kay dipermalukan! Kay sampah, sebentar lagi dunia akan tau siapa dan bagaimana kau sebenarnya. Kau tidak layak berada dalam keluarga Hawn, penerus keluarga Hawn hanyalah Jeff." Jenifer berkata dalam hatinya.
Louis dan Merry kembali saling bertatap muka, Louis kaget dengan pernyataan Jenifer.
"Jangan terlalu lama berfikir tuan Zack, waktu kalian hanya 3 hari untuk menjawabnya. Jika kalian setuju aku langsung akan mengurus semuanya. Jika menolak maka bersiaplah menghadapi semua resikonya. Aku tau kondisi perusahaanmu saat ini, kau sangat membutuhkan sokongan dana! Jangan keras kepala tuan Zack, ini adalah kesempatan baik untuk perusahaan mu berkembang." Ucap Jenifer, Jenifer berdiri dari duduknya. "Itu saja yang harus aku sampaikan, 3 hari lagi aku akaj hubungi dan aku ingin jawaban yang aku inginkan." Jenifer pergi meninggalkan rumah Louis dan Merry.
Merry dan Louis mengantar kepergian Jenifer sampai didepan pintu rumah mereka. Jenifer sudah pergi, Louis dan Merry kembali masuk dalam rumah.
Louis duduk bersandar di sofa. "Hahh.. aku senang tetapi aku merasa ada yang aneh." Ucap Louis merasa sedikit curiga.
"Apakah Cindy mengatakan sesuatu? Kita perlu bicara padanya." Tanya Merry.
"Dia adikmu sayang, aku tidak enak bertanya. Kau saja yang tanyakan. Apakah dia mengatakan sesuatu mebgenai Lana dan Luna?" Ucap Louis.
Merry mengangguk, "ya.. aku akan bicara pada Cindy nanti." Jawab Merry.
Merry dan Louis kembali saling diam. Satu sisi mereka senang, satu sisi mereka heran, apakah ini suatu keberuntungan atau apa karena memang dari awal Louis dan Merry berniat menikahkan Lana. Dan sangat kebetulan ada seorang pria yang ingin menikahi Lana.
-----
Jenifer dan Jafferson bicara berdua di kamar Jafferson. Jenifer menceritakan pertemuannya dengan keluarga Zack.
"Ma, apa wanita itu cantik?" Tanya Jafferson.
"Cantik! Tapi sikapnya buruk, dia seperti ja**ng." Jawab Jenifer.
"Ma, berikan aku fotonya. Aku ingin melihatnya." Pinta Jeff ingin melihat calon istri saudara tirinya.
Jenifer memperlihatkan foto Lana pada Jeff, "ini.. wanita ini memiliki saudara kembar, lihatlah.." Jenifer menggeser layar ponselnya.
Jeff tersenyum meluhat foto Luna, "ma.. saudara kembarnya.." Jeff terdiam sesaat, "apa aku boleh memilikinya? Siapa dia? Cantik dan manis. Meski keduanya mimiliki wajah yang sama, aku bisa lihat si manis ini bukan wanita biasa." Jeff memuju Luna, menatap wajah Luna dengan serius.
"Matamu sungguh tajam anakku, dia Luna. Teman mama mengatakan dia wanita anggun yang baik, dia bekerja sebagai dokter. Berusahalah, mama akan berikan Luna untuk kau nikahi nanti. Saat ini berfokuslah pada perusahaan papamu. Oke?" Jenifer tersenyum tipis.
Sejak pandangan pertama Jeff mulai menyukai Luna, meski hanya melihat foto. Senyuman Luna membuat jantung Jeff berdebar kencang.
"Kau akan menjadi istriku Luna, biarkan aku kelak memilikimu. Aku sudah tidak sabar menantikan pertemuan kita." Kata Jeff dalam hatinya.
Jenifer mengambil ponselnya kembali. "Jangan terus menerus melihatnya. Dia hanya seorang dokter biasa, tidak memiliki kemampuan apa-apa." Jenifer menjelakkan Luna di depan Jeff.
Jenifer pergi meninggalkan Jeff seorang diri, Jeff merasa kesal karena mamanya terlihat tidak senang. Sepertinya ada yang disembunyikan mamanya darinya.
-----
Mendapat panggilan dari Merry kakaknya, Cindy bergegas datang dan menanyakan ada kepentingan apa memanggilnya.
Louis dan Merry menceritakan pada Cindy mengenai kedatangan Jenifer yang secara mendadak dan tiba-tiba. Yang lebih mengejutkan Jenifer ingin mengambil Lana sebagai menantunya. Mendengar ucapan kakak dan kakak iparnya, Cindy kaget. Cindy tidak menyangka jika temannya akan memilih Lana, bukan Luna melainkan Lana.
"Apa kakak dan kakak ipar tidak salah mendenar? Bukan Luna tetapi Jenifer justru memilih Lana? Apakah aku ini mimpi?" Cindy duduk bersandar di sofa dengan melipat dua tangan di dada.
"Tidak Cindy, kami mendengar dengan jelas temanmu mengatakaj jika putranya memilih Lana. Apa kau ada mengatakan sesuatu?" Tanya Merry.
"Tentu saja kak, aku menceritakan karakter dan keseharian kedua keponakanku. Bagaimana bisa tidak aku ceritakan, kedua keponakanku sangat mencolok, satu bagaikan malaikat dan satunya yahh begitulah. Maafkan aku kakak, aku tidak bermaksud pilih kasih pada dua keponakanku, tapi kita bisa lihat sika dan sifat Lana bertolak belakang dengan Luna." Cindy menjelaskan panjang lebar.
Louis menghela nafas panjang, "aku akan menjelaskan tetapi temanmu memotong kata-kataku. Sepertinya dia tidak ingin kami menolak pernikahan ini." Jawab Louis dengan suara datar.
"Dia mengatakan pilihan putranya? Mungkin saja ini cinta pandangan pertama, mungkin putranya memang menyukai foto Lana bukan Luna. Bukankah soal hati hanya hati kita masing-masing yang tahu?" Cindy memberikan pendapatnya.
"Jadi sayang, bagaimana jika kita menerima tawarannya? Bukankah ini juga yang kita harapkan? Jenifer juga akan membantu perusahaan kita." Merry memberikan suaranya, menerima tawan Jenifer.
Louis diam tidak menjawab, dia hanya merasakan sepertinya ada sesuatu yang aneh.
-----
Malam harinya..
Pada saat Jenifer dan Calvin ada di dalam kamar, Jenifer menceritakan kejadian siang harinya kepada Calvin. Jenifer meminta pendapat Calvin.
Calvin mengangguk mengiyakan perkataan Jenifer. Meminta Jenifer mengatur semuanya, Calvin percaya Jenifer bisa melakukan tugasnya sebagai seorang mama yang baik.
"Lakukan apapun yang kau ingin lakukan sayang. Kamu memang mama yang pengertian." Puji Calvin.
Jenifer tersenyum, merangkul Calvin dari belakang. "Terima kasih suamiku, aku akan lakukan yang terbaik." Jawab Jenifer.
"Bagus, pak tua ini sudah bisa aku kendalikan sepenuhnya sekarang. Tunggu semua rencanaku berhasil, aku akan membuatmu bertemu istrimu terdahulu Calvin Hawn! Saat semua sudah ditanganku, kau tidak akan berguna lagi." Jenifer berkata dalam hatinya, merasa sangat senang dan bahagia. Bibir Jenifer tersenyum lebar.
Jenifer merasa senang, sangat senang. Sejauh ini rencananya berhasil dan sukses, dengan mudahnya membodohi Calvin dan mempengaruhi pikirin Calvin. Berupaya mengusai semuanya, harta dan kekayaan keluarga Hawn.
Thank you..
Bye-bye..
------------