
2 minggu kemudian..
Rekay dan Luna kembali ke negeri asal mereka. Mereka melulai hari baru mereka setelah pergi berbulan madu.
Semua kembali seperti asal, Luna dan Rekay siap bersandiwara dan melakukan peran. Rekay, meski sudah bisa berdiri dan berjalan, masih harus duduk di kursi roda dan berpura-pura.
Begitu juga Luna. Luna juga berpura-pura seakan semuanya seperti sebelumnya. Ini demi kebaikannya, terlebih untuk kebaikan Rekay. Rekay masih belum punya cukup bukti untuk membawa Jenifer masuk dalam penjara. Jenifer yang begitu licik, mengatur semuanya sedemikian rupa. Permainannya begitu rapi sehingga tidak ada orang yang curiga.
Pagi itu setelah sarapan, Luna berpamitan untuk pergi bekerja. Rekay mengantar istri terkasihnya sampai depan rumah.
"Sayang, naik lah mobil. Jangan naik bus lagi." Kata Rekay.
Luna tersenyum, "hmm.. belikan aku mobil baru jika kau ingin aku naik mobil." Jawab Luna menggoda.
Luna menatap Rekay dalam, Luna mencium pipi Rekay lembut. "Karena aku istri yang baik, aku akan menurut. Berikan kunci mobilmu, suamiku." Pinta Luna dengan mengulurkan tangan di depan Rekay.
"Nick, berikan kunci mobilku." Pinta Rekay pada Nicky yang berdiri di belakang kursi roda Rekay.
Nicky melangkah mendekat, mengeluarakan kunci mobil Rekay dari sakunya celananya. Nicky memberikan kunci mobil Rekay pada Rekay, lalu kembali ke posisi awalnya.
Rekay menerima dari Nicky, lalu memberikannya pada Luna. Luna menggenggam kunci mobil itu dan kembali menatap Rekay.
"Terima kasih sayang, aku pergi bekerja dulu. Sampai jumpa sore nanti." Luna berpamitan pada Rekay.
"Hati-hati di jalan, jika ada apa-apa hubungi aku." Kata Rekay tersenyum, meraba lembut wajah Luna.
Luna mengangguk, "iya.." Luna mendekat dan berbisik di telinga Rekay. "I love you, jaga dirimu selagi tidak ada aku." Ucap Luna.
Rekay hanya menorehkan senyuman. Kata-kata Luna bagaikan sihir yang membuat hatinya tenang.
Luna pergi, berjalan mendekati mobil. Luna membuka pintu mobil, saat akan masuk, Luna menatap Rekay. Luna melambai pada Rekay, Rekay yang melihat juga melambai.
Nicky kebingungan, "tuan dan nyonya ini. Sejak kapan merkea begitu dekat? Mereka sangat mesra." Dalam hati Nicky bertanya-tanya.
Luna telah pergi. Rekay meminta Nicky mengantarnya ke kebun mawar.
"Nick, ayo ke kebun mawar." Pinta Rekay.
Nicky masih diam melamun, memikirkan apa yang terjadi antara Luna dan Rekay.
Rekay bingung, karena Nicky tak kunjung menjawab. Rekay memanggil Nicky lagi.
"Nicky?" Panggil Rekay.
Nicky tersadar dari lamunanannya. "Ahh, iya tuan? Tuan memanggil saya?" Tanya Nicky.
Rekay menggelengkan kepala perlahan. "Apa yang kau pikirkan? Ayo kita ke kebun mawar." Ucap Rekay.
Nicky mengangguk, "baik tuan. Maafkan saya tidak mendengar petintah anda." Jawab Nicky yang langsung mendorong kursi roda Rekay, menuju kebun mawar yang berada di samping rumah.
"Kau memikirkan apa?" Tanya Rekay.
"Tidak ada tuan, hanya saja saya sedikit bingung. Saya terus bertanya-tanya dalam hati saya. Sejak kapan anda dan nyonya begitu dekat?" Nicky pada akhirnya mengubgkapkan apa yang ada di pikirannya.
"CINTA bisa datang kapan saja, dimana saja dan juga pada siapa saja. CINTA itu seperti petir, seperti huja, seperti angin, terkadang seperti sinar matahari. Kita tidak tau kan kita akan mencintai dan kapan orang lain akan mencintai kita. Seperti aku dan Luna, kami perlahan mulai saling menyukai, mengasihi dan mencintai. Semua berjalan begitu saja, semua terasa indah saat kita mengikuti aliran air. Kau cobalah berkencan. Jangan hanya sibuk padaku." Rekay menggoda Nicky.
"Tuan, anda jangan bicara seperti itu. Saya sudah berjanji akan melayani anda untuk selamanya, bukan?" Ucap Nicky.
"Hidup penuh misteri Nick, kaya, miskin, keadaan semua orang bisa dalam sekejap mata berubah. Tidak ada yang tau itu, seperti halnya kelahiran dan kematian. Tidak ada yang meminta untuk di lahirkan atau pergi meninggalkan dunia ini. Jangan sia-sia kan waktumu, jika kau sudah bertemu jodohmu, maka habisakan waktumu dengan istrimu. Bangunlah keluargamu sendiri. Aku bicara seperti ini bukan karena aku tidak membutuhkanmu. Aku ingin kau hidup bahagia Nick, hidupmu bersamaku sudah cukup rumit dan menderita. Aku tidak boleh egois, kau juga butuh bahagia dan bersenang-senang." Kata-kata Rekay sungguh menyentuh.
Nicky merasa terharu, tidak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Hei, kau diam lagi? Ada apa? Apa kata-kataku kasar?" Tanya Rekay.
"Tuan, terima kasih. Meski saya kelak memiliki istri dan mempunyai keluarga, saya akan tetap melayani anda. Jangan berikan posisi saya pada orang lain." Kata Nicky sesenggukan.
"Kau menangis? Menangislah lah, jangan menahannya. Menangislah jika ingin menangis, hidup ini bukan hanya untuk tersenyum dan tertawa." Ucap Rekay.
Nicky menghentikan kursi roda Rekay tepat di tengah kebun mawar. Nicky berjongkok dihadapan Rekay.
"Tuan.." panggil Nicky terisak.
Rekay menepuk bahu Nicky. "Terima kasih untuk segalanya Nick. Kau dan bibi Mao adalah pelengkap hidupku. Katakan padaku jika kau butuh bantuan. Atau apa pun itu, ini bukan permintaan tapi perintah. Jika meminta kau pasti hanya akan diam dan merasa canggung, jika memerintamu kau pasti akan melakukan perintahku." Rekay menatap kearah Nicky, masih dengan menepuk bahu Nicky.
Nicky mengangguk, "baik tuan. Saya akan melakukan perintah anda. Terim kasih untuk kebaikan anda selama ini." Jawab Nicky.
"Jika kau baik padaku kenapa aku tidak baik padamu? Kepada orang yang tidak baik saja, aku masih mau bersikap baik bukan?" Kata Rekay.
"Inilah yang saya banggakan dari anda. Anda begitu baik dan berlapang dada menerima semuanya. Jika itu saya, saya tidak akan tahan." Kata Nicky berdiri, dan kembali mendorong kursi roda Rekay.
"Banggalah pada dirimu sendiri. Jangan kau ingin menjadi orang lain. Jadi diri sendiri, berjuang dengan sepenuh hati. Maka kau akan menghasillan sesuatu yang indah dari hasil keringatmu sendiri. Setelah kau dapatkan semuanya, jangan lupa untuk mensyukurinya. Ingat kata-kata ku ini, oke?" Kata Rekay menasihati.
"Saya mengerti tuan. Saya akan mengingat kata-kata anda." Jawab Nicky.
Nicky dan Rekay kembali berkeliling kebun mawar. Rekay memetik beberapa mawar untuk istrinya Luna. Rekay ingin mengantar bunga mawar yang di petiknya untuk Luna di rumah sakit.
Di rumah sakit.
Luna selesai memeriksa pasiennya. Luna ingat sesuatu dan segera mengeluarkan ponsel dari saku jubah dokter nya.
Luna mencari nomor Daniel dan mengirim pesan pada Daniel.
Pesan Luna kepada Daniel.
"Dr. Apakah anda sibuk?"
Balasan dari Daniel.
"Tidak, aku di ruanganku. Ada perlu denganku?"
Pesan Luna kepada Daniel.
"Ya, aku akan datang sekarang.
Setelah pesannya terkirim, Luna bergegas pergi menuju ruangan Daniel. Hal sesuatu yang ingin diketahui Luna mengenai Rekay dari Daniel.
Luna melangkah mendekati Daniel yang sedang duduk santai menatap komputer di hadapannya.
"Hai," sapa Luna.
"Hai, duduk lah." Kata Daniel menatap Luna.
"Kau sedang apa?" Tanya Luna.
"Tidak ada, hanya melihat-lihat saja. Kau kapan kembali?" Tanya Daniel.
"Kemarin sore. Daniel, aku ingin melihat dokumen milik Rekay. Kau bisa berikan?" Tanya Luna.
"Hm, bisa saja. Kau istrinya, mengetahui kondisi suamimu wajar. Tapi, apakah Rekay ada masalah? Dia baik-baik saja bukan?" Tanya Daniel penasaran.
Luna mengangguk, "baik. Aku hanya penasaran seberapa jauh perkembangan theraphy nya." Ucap Luna menyakinkan Daniel.
Daniel membuka laci mejanya dan mengeluarkan sebuah dokumen. Daniel memberikan pada Luna.
"Ini adalah berkas dokumen selama perawatan Rekay. Sejujurnya keadanaya sudah jauh lebih baik. Dia bisa berdiri walau kadang terjatuh tiba-tiba. Menurutku Rekay hanya perlu keberanian untuk berdiri. Dia harus bisa melawan rasa takutnya, jika tidak apa yang di lakukan akan sia-sia. Kau istrinya, bantulah suamiku Luna. Kau pasti mengerti maksudku kan?" Daniel menjelaskan.
Luna menerima berkas dokumen dari Daniel. "Aku mengerti." Jawab Luna.
Luna membuka dan melihat berkas dokumen di tangannya. Luna membaca seksama, Luna melihat jika perkembangan Rekay begitu pesat.
Luna tersenyum, "suamiku terbaik. Kau sungguh pejuang tangguh sayang." Guman Luna dalam hatinya.
Daniel menatap Luna. "Kau senang?" Tanya Daniel.
Luna mengangguk, "aku sangat senang. Terima kasih Daniel, aku akan menjaga Kay dengan baik. Oh, kapan jadwal Kay selanjutnya?" Tanya Luna.
"Minggu depan, tepatnya akhir bulan ini. Kau jangan lupa mengingatkan Kay untuk datang." Kata Daniel.
"Pasti, oke aku harus kembali. Karena aku masih harus berkeliling lagi. Maaf merepotkanmu, aku begini karena penasaran." Kata Luna.
"Tidak masalah." Kata Daniel lagi.
Luna tersenyum, mengembalikan berkas dokumen pada Daniel. Daniel menerimanya. Luna berdiri dari duduknya dan langsung pergi, keluar dari ruangan Daniel.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3 (End)
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Kamu dan Aku
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Suami Pengganti
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"