Oh My Husband

Oh My Husband
Oh My Husband Ep-19



Rekay dan Luna pergi ke menjumpai Jenifer di rumah lama. Rekay dan Luna di sambut dingin oleh Jenifer di rumah.


"Kalian akhirnya datang, jangan membuat orang menunggu." Ucap Jenifer.


"Ada apa bibi?" Tanya Rekay yang tidak tau maksud Jenifer.


"Ambil ini, kalian bisa pergi sesuai jadwal yang di tentukan. Jangan membuat papamu kecewa, Kay." Kata Jenifer, memberikan sebuah amplop putih.


Rekay menerima dan membuka amplop, "Amplop ini dari papa? Apa maksudnya? Papa ingin aku dan Luna berbulan madu?" Guman Rekay menatap Jenifer.


Jenifer tersenyum tipis, "pergilah! Luangkan waktumu untuk Luna. Jangan terlalu sibuk, memanjakan istri juga perlu." Kata-kata Jenifer seakan mengejek Rekay.


Rekay diam, tidak ingin berdebat. Luna merasa canggung, berdiri dari duduknya dan meminta izin ke kamar mandi.


Luna pergi kearah kamar mandi, di tengah perjalanan. Langkah Luna di hentikan oleh seseorang, seseorang berdiri di hadapannya. Seseorang itu adalah Jafferson.


Luna menatap tajam Jafferson. "Bisa kau beri aku jalan tuan?" Kata Luna sedikit kesal.


Jafferson mengangkat dua bahunya, "oh silahkan saja, aku hanya lewat." Jawab Jafferson beralasan.


Luna menghela napas dan melewati Jafferson. Saat melewati Jafferson,t iba-tiba saja tangan Luna ditarik. Jafferson memeluk Luna dari belakang.


"Hhhhhm, kau harum sekali sayang." Ucapnya menikmati aroma tubuh Luna.


"Lepas!" Bentak Luna.


"Tidak akan, aku inginkan kau menjadi wanitaku." Bisik Jafferson di telinga Luna.


Luna meronta, ingin Jafferson melepaskannya. "Lepas! Atau aku akan berteriak." Luna mengancam Jafferson.


"Oh, kau pikir aku takut? Cobalah, jika banyak orang berkumpul termasuk si lumpuh Kay, aku akan menciummu di depan mereka." Jafferson meniup telinga Luna.


Luna kesal, Luna menginjak kaki Jafferson dengan kakinya kuat-kuat.


"Ahh.." Jafferson meringis kesakitan, melepaskan pelukanya.


Luna berbalik dan menatap Jafferson. "Aku tidak akan menjadi wanitamu Jeff, aku tidak menyukaimu. Dibandingkan kau, Kay lebih lembut dan hangat. Kau hanya bisa menyakiti saja, lupakan pikiran kotormu untuk merebut istri saudaramu sendiri." Kata Luna melangkah pergi.


Jafferson tersenyum tipis, "semakin kau bersikap dingin padaku, kau semakin menarik Luna. Aku pasti akan membuatmu menyesal menikahi Kay. Kay tidak akan bisa membuatmu bahagia." Kata Jafferson dalam hati.


-----


Luna mencuci tangan lalu megeringakan tangan dengan tisu. Luna menatap cermin besar di hadapannya.


"Jafferson, pria ini sangat menyebalkan. Berani-beraninya merayuku. Huh, kau pikir aku wanita apa? Aku Luna Zack, tidak akan semudah itu kau bodohi. Pria playboy, dan suka menghamburkan uang." Guman Luna mengeryitkan dahinya.


Luna membuang tisu ke tempat sampah lalu keluar dari kamar mandi. Tidak jauh kakinya melangkah, Luna kembali bertemu Jafferson.


Jafferson sengaja mencari gara-gara dengan Luna. Jafferson menghadang jalan Luna.


"Pertimbangan kata-kataku, Luna. Denganku kau akan lebih bahagian dibanding dengan Kay." Kata Jafferson menyombongkan diri.


"Apa? Kau bilang apa? Denganmu aku lebih bahagia? Dengan playboy sepertimu, dimananya aku bisa hidup bahagia? Denganmu aku akan menderita dan tertekan." Jawab Luna.


"Aku akan merubah gaya hidupku, aku bersungguh-sungguh padamu. Aku sungguh mencintaimu Luna." Jafferson menyatakan perasaannya.


Luna tersenyum tipis, "terima kasih kau sudah mencintaiku. Tapi maaf, aku tidak mencintaimu." Jawab Luna yang lalu pergi.


Jafferson memegang tangan Luna, mencegah Luna pergi dari pandangannya. Luna menepis tangan Jafferson, sesaat setelah Jafferson memegang tangannya.


"Jaga sikapmu Jeff, kita tidak sedekat itu sampai kau bisa menyentuh tanganku sembarangan. Urus saja urusanmu sendiri, jangan campuri urusanku, dan jangan mengganggku lagi." Luna menatap tajam kearah Jafferson.


"Kau sungguh berani menentangku, Luna?" Jafferson mulai kesal.


"Kenapa tidak? Kau pikir aku wanita seperti apa? Aku tidak akan pernah berpaling dari suamiku, kau harus tay itu. Ini peringatan terakhirku Jeff, aku menghargaimu karena kau saudara suamiku. Jika kau bersikap di luar batasan, aku tidak akan segan lagi padamu." Luna berani menentang perkataan Jafferson.


"Kau.." Jafferson geram.


"Ya, aku apa?" Luna menantang.


"Lihat saja, kau dan Kay pasti akan berpisah! Kau tidak akan tahan dengannya dan berlari ke pelukanku." Kata Jafferson mulai tenang.


"Oh, baiklah. Mari kita lihat, seberapa besar usahamu memisahkan kami." Luna tersenyum manis lalu pergi.


Luna pergi dengan perasaan kesal. Luna tidak menyangka jika Jafferson adalah seseorang yang tidak tahu diri.


"Jadi bagaimana Kay, kau dan Luna akan pergi kan?" Tanya Jenifer ingin menyakinkan.


"Pergi kemana ma?" Tanya Jafferson yang tiba-tiba datang.


"Papamu ingin Kay dan Luna pergi berbulan madu ke Korea." Jawab Jenifer.


"Huh, bulan madu?" Jafferson menatap Rekay dan mendekati Rekay.


"Kau berpidah tempat dari sofa ke kursi rodamu saja dibantu Nicky, kau bisa apa di atas ranjang Kay? Haha.." Jafferson menertawakan Rekay.


Rekay kesal, mengepalkan dua tangannya, dipangkuannya. Luna melihat Rekay tidak terlihat baik, Luna langsung berdiri dan menghanpiri Rekay. Luna mendorong Jafferson menjauh.


"Maaf, sepertinya Rekay tidak sehat. Lebih baik kami kembali pulang, permisi." Kata Luna sopan dan halus.


"Hmm, pergilah." Jawab Jenifer yang berdiri dari duduknya dan berjalan pergi.


Jafferson mendekati Luna. "Tawaranku masih berlaku Luna. Pikirkan baik-baik, aku bisa menjamin kehidupanmu dan kebahagiaanmu." Ucap Jafferson dengan senyum miring.


"Cukup Jeff! Tidak kau muak mendengar jawabanku? Aku muak menjawabnya, sekali aku katakan tidak, artinya tidak. Jangan pernah berfikir jika aku akan meninggalkan suamiku Rekay, demi pria tidak tau malu sepertimu!" Luna kesal, akhirnya meluapkan kekesalannya dan mengatakan hal yang sedikit kasar.


Luna mendorong kursi roda Rekay dan pergi meninggalkan Jafferson seorang diri.


Diluar Nicky melihat Luna dan Rekay keluar dari rumah. Nicky membuka pintu mobil, Rekay meminta Luna masuk ke dalam mobil. Luna menurut dan masuk ke dalam mobil, Nicky membantu Rekay masuk ke dalam mobil. Setelah Rekay dan Luna masuk dalam mobil, Nicky menutup pintu dan melipat kursi roda Rekay. Rekay dan Luna duduk bersebelahan di bangku belakang.


Nicky menyelesaikan tugasnya, tidak beberapa lama masuk ke dalam mobil.


"Tuan kita kemana?" Tanya Nicky.


"Ke toko kue, aku sedang kesal. Ingin makan kue." Kata Luna.


Nicky memalingkan wajah menatap Kay. Kay mengangguk, tanda setuju.


"Baik nyonya, tunjukan saya arah jalannya." Kata Nicky.


"Hmhhh, oke." Jawab Luna.


Nicky membawa Luna dan Rekay pergi mrninggalkan rumah lama. Nicky mengemudi mobil menuju toko kue yang biasa di kunjungi Luna.


Dalam perjalanan Luna dan Rekay hanya diam. Sampai akhirnya Rekay membuka suara.


"Apa Jeff mengganggumu?" Tanya Rekay pada Luna.


Luna mengangguk, "dia begitu tidak tahu malu. Aku tidak suka padanya, bisa -bisanya merayuku. Dia bahkan memelukku dan mengatakan jika dia mencintaiku. Apa kau pikir itu tindakan orang normal? Ck." Keluh Luna.


"Apa? Dia memelukmu?" Tanya Rekay lagi.


"Iya, dia memelukku dari belakang, juga memegang tangaku." Jelas Luna.


"Mana tangan yang di pegang Jeff?" Pinta Kay ingin tahu.


Luna menjulurkan tangan kanannya pada Rekay. Rekay memegang tangan Luna lalu mengusapnya lembut. Rekay mencium punggung tangan kanan Luna.


"Dia tidak melakukan hal diluar batas kan?" Rekay terus bertanya.


Luna tersenyum, memegang wajah Rekay lembut. "Tidak ada apa-apa, sebelum sesuatu hal buruk terjadi. Aku akan menghajarnya lebih dulu." Jawab Luna.


Rekay tersenyum, merangkul Luna. Rekay mengusap bahu Luna perlahan.


"Bagaimana dengan hadiah papa? Menurutmu kita harus pergi?" Tanya Rekay.


"Hmmh, terserah padamu. Jika diharuskan libur aku akan ijin pada Daniel nanti." Jawab Luna.


"Hmm, nanti kita bahas ini. Masih ada waktu sampai besok." Kata Rekay.


Luna hanya mengangguk, Luna bersandar di dada Rekay. Luna sedikit tenang sekarang, setelah tadi dibuat kesal dan jengkel oleh kelakuan Jafferson yang keterlaluan.


Thank you..


Bye-bye..


------------