
Setelah makan malam, Rekay mengumpulkan Bibi Mao dan Nicky di ruangan kerjanya. Rekay duduk bersandar di sofa ruang kerjanya. Di hadapannya, duduk Bibi Mao dan Nicky.
"Kalian tau, ada yang salah dengan wanita tadi."
Bibi Mao dan Nicky kaget, saling memandang. Tidak paham maksud Rekay.
"Maksud Anda, Nyonya?" Tanya Nicky.
"Dia bukan Nyonyamu, tetapi saudara kembarnya."
Bibi Mao menghela napas, "saya sependapat dengan Anda, Tuan. Saat tadi Nyonya pulang, saya sudah merasa Nyonya aneh. Seperti tidak mengenali saya dan berbicara kasar."
"Begitu ya?" Rekay menatap Nicky, "Nick, selidiki ini diam-diam. Temukan dimana Luna. Ponselnya sudah dipegang oleh Lana. Kita harus bergegas Nick, kau tau kan Luna sedang mengandung."
"Saya mengerti tuan, saya akan menyelidikinya."
"Dengarkan aku, jangan bicara apa pun mengenai keadaanku atau Luna. Kalia berpura-pura saja tidak tahu apa pun. Ikuti permainannya, kita rencanakan serangan balik dengan baik selagi kita ikuti alur permainan ini."
"Saya mengerti," jawab Nicky.
"Baik, Tuan." Jawab Bibi Mao.
"Pergilah, jangan membuat Lana curiga."
Nicky dan Bibi Mao pun keluar dari ruangan. Bibi Mao mengajak Nicky bicara di halaman belakang.
Dihalaman belakang, Bibi Mao melihat kiri dan kanan. Takut ada yang melihat atau menguping.
"Ada apa ini? Nyonya kita kemana, Nick?" Bisik Bibi Mao.
"Itulah Bi, aku harus segera selidiki. Yang jelas Nyonya kita bukan dia yang ada di rumah. Nyonya kita hilang entah kemana, kemungkinan saja ada hubungannya dengan saudari kembarnya."
"Astaga, ini mengerikan. Kau harus cepat temukan Nyonya, Nick. Jangan sampai ada apa-apa pada Nyonya dan bayinya."
"Bibi tenanglah, seperti yang tuan katakan. Jangan sampai kita ketahuan. Kita berpura-pura saja tidak ada apa-apa seperti sebelumnya. Bibi mengerti?" Jelas Nicky.
"Aku mengerti. Kau berhati-hatilah, Nick. Semoga saja semuanya segera berakhir."
"Hm, aku juga berharap demikian Bibi. Semoga semuanya segera usai."
Nicky pergi, Bibi Mao juga kembali menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda sebelum pergi tidur.
Dikamar, Lana berbaring dan memeluk selimutnya. Lana tersenyum senang, pada akhirnya dapat menikmati kehidupan mewahnya kembali.
"Oh maafkan aku Luna. Aku akan menikmati semua yang kau miliki untuk saat ini. Tentu saja hanya ingin menikmati harta suamimu. Ck..., aku tidak peduli dengan sampah sepertinya. Lumpuh tidak bisa apa-apa. Hanya membuat orang susah dan kerepotan saja. Uh," batin Lana.
Lana mengubah posisi tidurnya. Dia begitu menikmati tidurnya di tempat tidur yang empuk itu. Lana merasa sangat nyaman.
Malam itu, Rekay tidak kembali ke kamar. Rekay berada di ruang kerjanya untuk mencari informasi mengenai Lana.
Rekay menghubungi rekan jauhnya, untuk mengorek informasi mengenai Lana. Temannya menghubungi Rekay.
(Percakapan di telepon)
"Hallo," jawab Rekay.
"Kay, kau mengirimku email? Ada apa?" Tanyanya.
"Kau ingat saat aku memintamu mencari informasi mengenai Lana? Yang pada akhirnya dia pergi, sehingga aku menikah dengan saudara kembarnya?" Tanya Rekay mengingatakan temannya.
"Ya aku ingat, bukankah kau seharusnya senang tidak jadi menikah dengan wanita itu? Luna lebih baik dari Lana kan?
"Masalahnya, wanita itu ada di rumah ku sekarang. Dia menyamar menajadi istriku. Dia mungkin tidak sadar, jika aku sangat memahami istriku, luar dalam.
"Apa? Dia bersamamu? Lalu dimana istrimu?" Tanya teman Rekay lagi.
"Entah lah, saat ini aku butuh bantuanmu. Aku ingin tau mengapa Lana bisa muncul di Inggris, sedangkan sebelumnya dia ada di Jerman. Tinggal disana bersama suaminya. Aku perlu tau semua secepatnya. Aku tidak punya banyak waktu lagi. Kau mengerti?" Jelas Rekay.
"Baiklah, aku akan mencari informasi sejelas-jelasnya mengenai Lana setelah pergi saat itu. Aku akan mengirim hasil nya padamu setelah aku mengumpulkan seluruh informasinya. Oke," jawab Rekannya.
"Oke, terima kasih banyak. Kau adalah temanku yang paling mengerti aku."
"Sama-sama Kay. Maaf aku tidak bisa datang saat pernikahanmu. Kau tau kan, aku banyak misi membunuh orang. Dan aku harus terus berpindah tempat," jelas temannya.
"Ya, aku tahu. Kali ini tidak akan sulit mencari informasi kan. Tolong aku," pinta Rekay.
"Pasti, aku akan usahakan bergerak setelah ini. Kau bersabarlah, lebih baik sekarang kau kerahkan orang untuk menyelidiki semua orang yang mengincarmu."
"Kau benar, baru saja terlintas di pikiranku seperti itu. Oke, aku akan tutup panggilanmu."
Rekay menutup panggilan temannya, Rekay menghubungi Nicky untuk betanya dan mencari informasi.
(Percakapan di telepon)
"Hallo, tuan?" Jawab Nicky.
"Nicky, kau dimana?" Tanya Rekay.
Saya di rumah sakit tuan. Saya masih memeriksa kamera pangawas jalan. Apa ada perintah tuan?" Tanya Rekay.
"Aku merasa Jenifer ada hubungannya dengan ini. Kau coba cari informasi mengenai apa saja yang Jenifer lakukan selama beberapa hari terakhir ini. Juga informasi mengenai Jafferson. Kirim orang mengawasi Jenifer dan Jafferson di kediaman lama. Saat pergi orang kita harus mengikuti kemanapun mereka pergi. Selidiki dengan seksama, tidak boleh ada cela. Lana biar aku yang tangani."
"Baik tuan saya mengerti."
Rekay menutup panggilannya, Rekay menggebarak meja kerjanya keras-keras.
Braaaakkkk....
"Si*l! Jika terjadi apa-apa pada Luna ku. Kalian semua aku buat menangis darah. " geram Rekay.
Malam itu terlewati begitu saja. Rekay sungguh tidak kembali ke kamarnya. Dan memilih tidur di sofa ruang kerjanya.
***
Keesokan harinya....
Luna terjaga dari tidurnya. Luna merasa sakit di area leher, bahu dan tengkuknya. Luna perlahan membuka matanya.
Luna mengedipkan mata beberapa kali agar penglihatannya tidak buram lagi. Luna melihat sekeliling dan segera bangun dari baringnya.
"Dimana ini? Ini bukan di rumah," batin Luna.
Luna lekas turun dari tempat tidur. Luna berjalan sempoyongan ke arah pintu. Belum sampai Luna di pintu, pintu kamar sudah terbuka. Jaffersok masuk dan kaget melihat Luna yang sadar.
Luna melebarkan mata, "Jafferson...," panggil Luna.
"Kau sudah bangun, Luna?" Tanya Jafferson.
"Dimana ini? Kenapa ada kau disini?" Tanya Luna bingung.
"Ini apartemen kita, sayang."
"Ya, aku memang hilang akal, dan itu karena kau."
Jafferson mendekati Luna. Luna mundu, tak ingin dekat-dekat dengan Jafferson.
"Berhenti, jangan mendekat!" Seru Luna
"Aku tidak akan dengar ucapanmu. Jangan memerintahku, kau bukan Mamaku."
"Apa yang kau inginkan? Berapa banyak uang yang kau butuhkan? Kau mau apa?" Desak Luna pada Jafferson.
"Mau apa? Aku mau kau menjadi wanitaku. Aku tidak butuh uang, uangku banyak."
"Kau br*ngs*k!" Bentak Luna.
"Aku memang Br*ngs*k, lantas kau mau apa? Dengar baik-baik sayangku, suamimu tak akan mencarimu. Dia sudah dapatkan penggantimu. Jadi lebih baik, kau dengarkan saja ucapanku dan jangan melawan."
Luna mengerutkan dahi, "apa maksud ucapanmu. Aku hilang bagaimana bisa dia tidak mencariku? Apa kau berpikir aku tidak ada harganya bagi Kay?" Jawab Luna.
Jafferson tertawa lepas, "hahahaha...," Jafferson menatap Luna dalam, "saudari kembarmu sudah menggantikan posisimu. Tidak akan ada yang bisa mengenali Lana di sana. Kalian sama, tidak ada beda."
Luna mengeryitkan dahi, "apa? Lana? Lalu Kay? Apakah Lana akan tau jika Kay bisa berjalan? Tidak, tidak, ini tidak boleh. Jika Lana tau, Jenifer dan jafferson juga akan tau. Kay akan dalam masalah besar. Mereka juga tidak tahu aku hamil kan? Semoga saja tidak, aku tidak ingin bayiku ada masalah. Kay..., aku disini. Wanita yang bersamamu bukan aku," batin Luna menatap Jafferson.
"Kenapa kau lakukan itu?" Tanya Luna dengan nada suara lembut.
"Karena kau, aku ingin kau, Luna. Lana butuh uang, tentu saja mengambil pekerjaan itu. Karena kau tidak bisa pergi kemana-mana lagi sekarang. Maka aku akan ceritakan semuanya padamu."
Luna diam, Jafferson mulai bercerita. Jafferson menceritakan semua rencana mamanya, dari awal sengaja merencanakan makan siang untuk alasan. Dan mengambil kesempatan menukar posisi Lana dan Luna. Luna kaget mendengar cerita Jafferson. Dia tidak menyangka jika Jafferson dan Jenifer sangatlah Licik.
"Kenapa Lana datang? Bukankah dia bersama suaminya?" Tanya Luna ingin tahu.
"Apa kau tau, Lana adalah jal*ng? Dia berselingkuh dengan saudara sepupuku. Dia di ceraikan oleh suaminya. Demi uang Lana rela menjadi wanita murahan. Ck..., untung saja aku menyukaimu. Bukan dia," jelas Jafferson.
Luna terkejut, dia juga tidak menyanka saudarinya akan bertindak nekat. Luna tau jika Lana suka pada uang. Tanpa uang Lana seperti cacing kepanasan. Namun Luna tak habis pikir, demi uang pun Lana tega mengkhianati suaminya. Luna menyesali perbuatan Lana, sekarang demi uang juga Lana ingin mengambil suaminya.
"Jangan harpa rencana kalian akan berhasil, aku pasti bisa bongkar semua kejahatan kalian. Aku harus berpikir," batin Luna memejamkan mata sesaat, "ah..., aku harus pulang ke rumah untuk sekarang. Aku akan bujuk Jafferson agar mau mengantarku pulang ke rumah Papa dan Mama. Hanya mereka yang bisa mengenali kami. Aku akan menyamar sebagai Lana, Mama pasti akan tau jika aku Luna. Aku akan minta Mama menghubungi Kay nanti," imbuh Luna merencanakan semuanya dalam hatinya.
Luna berpura-pura lemah, Dia mundur dan bersandar dinding. Melihat Luna lemah, Jafferson panik.
"Luna kau baik-baik saja?" Tanya Jafferson.
"Aku lapar," jawab Luna.
"Aku akan belikan makanan untukmu," jawab Jafferson.
"Tidak, aku ingin masakan Mamaku. Kau bisa mengantarku pulang, tidak?" Tanya Luna memasang wajah memelas pada Jafferson. Luna sungguh terlihat sedih dan juga menggemaskan bagi Jafferson.
"Si*l, Luna kenapa bis begitu cantik dan menggemaskan? Aku tidak bisa berkat tidak. Aku tidak tega," batin Jafferson.
"Baiklah, kau mandi saja dulu. Aku juga sudah beli beberapa baju. Aku tidak tahu seleramu seperti apa. Aku akan menunggu di luar, " Kata Jafferon kegirangan.
Jafferson keluar dari kamar dengan perasaan senang. Luna berjalan membawa tas berisi baju kedalam kamar mandi. Luna bergegas untuk mandi, Luna hanya bisa menurut dab baik-baik pada Jafferson jika ingin bisa lepas dari Jafferson.
----- ----- ----- ----- -----
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Suami Pengganti
•Menjadi Istri Simpanan
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"