Oh My Husband

Oh My Husband
Oh My Husband Ep-33



Luna dan Daniel berjalan beriringan. Mereka berjalan mendekati kebun mawar. Luna dan Daniel berbincang santai, menikmati udara malam yang sejuk dan juga cahaya bintang.


"Selamat ya, Luna."


"Untuk?" Sahut Luna tidak mengerti.


"Untuk kesembuhan Suamimu. Sejak dulu aku selalu menantikan hari ini. Kau tau, kaulah kekuatan terbesar Rekay. Karena kau, Rekay bisa kembali berdiri dan berjalan tanpa ragu-ragu. Terima kasih, Luna."


"Terima kasih juga untukmu, Daniel. Kau sudah mau merawat Kay, memberikan pengobatan dan perawatan terbaik. Jika bukan karena kau, Kay tidak akan bisa seperti ini."


Daniel duduk di bangku, Luna mengikuti duduk. Luna menutup matanya, menarik napas dalam lalu menghembuskan napas perlahan. Luna merasakan hembusan angin menerpa wajahnya. Daniel menatap Luna, mengembangkan senyuman.


"Kebiasaanmu tidak berubah. Jika di ingat-ingat, kau suka lakukan ini di taman rumah sakit. Aku sering memergokimu," kata Daniel.


"Ah, benarkah? Kau membuatku malu. Haha...," Luna tertawa.


"Apa kau ada masalah? Soal apa? Kau bisa cerita padaku jika ada apa-apa. Jangan ragu untuk berbagi padaku. Anggaplah aku seperti Kakakmu sendiri."


Luna menatap Daniel dan tersenyum, "terima kasih. Jika boleh aku bertanya, apakah kau pernah bertemu Jenifer atau Jafferson?" Tanya Luna.


"Kenapa? Dua serigala itu?" Tanya Daniel khawatir.


Luna menggeleng, "bukan seperti itu maksudku, aku bertanya padamu Daniel. Kau pernah bertemu mereka?" Tanya Luna lagi.


"Ya, pernah. Kay tidak cerita? Sekitar 2 tahun lalu mereka pernah meracuni Kay? Mereka mencampur racun dalam jus yang diminum Kay. Mereka benar-benar ingin Kay lenyap. Untung saja Nicky sigap dan cepat membawa ke rumah sakit."


"Apa?" Luna kaget.


"Ah, aku mengerti. Kay tidak ingin kau tau rupannya. Luna dengar, Rekay yang kau lihat kuat di luar, itu hanya cangkang. Sejujurnya dia sangat rapuh. Hanya kau kekuatannya saat ini. Berilah Rekay semangat dan dukungan sepenuhnya. Oke?"


Luna tersenyum, "itu pasti, aku akan mendukung suamiku dengan sepenuh hati."


"Bicara soal Kay, seberapa jauh hubungan kalian? Maaf, bukan maksudku menyinggung. Aku hanya ingin tahu perasaan kalian masing-masing. Apakah kalian saling suka, saling sayang, saling cinta. Atau kalian seperti apa?" Daniel bertanya karena penasaran.


"Jika kau tanya perasaanku, sejujurnya di awal aku belum memiliki rasa cinta pada Kay. Aku suka dia baik dan tidak kasar, dia peduli dan perhatian. Aku sempat dibuat bingung karena dia memperlakukanku berlebih. Alasannya karena dia ingin mengujiku, Kay mengira mungkin saja sifatku dan saudari kembar ku sama. Wanita yang seharusnya menikah dengan Kay bukanlah aku, Daniel. Melainkan saudari kembarku, saudariku melarikan diri bersama kekasihnya. Jenifer mengancam Papaku, ingin menghancurkan perusahaan jika menolak pernikahan. Karena aku sayang pada Mama dan Papa aku mengiyakan permintaan menikah. Aku pasrah, aku menyerah, karena aku tidak mengenal calon suamiku sendiri. Pada saat pernikahan, aku sedikit terkejut melihat Kay. Bagaimana lagi, apa yang ada di depan mata maka harus di jalani. Di altar aku berdoa, aku ingin agar Kay mau menerimaku dengan tulus. Saat kami mengucap janji pernikahan, aku pun berjanji untuk mau menerimanya dengan sepenuh hati. Menerima kekuaranganya, aku mau menerima Kay apa adanya. Seiring berjalan waktu, hari demi hari kami lewati bersama. Kay tidak pernah sekalipun membentak atau kasar. Ya, terkadang dia dingin dan aneh. Namun aku mulai membiasakan diri dengan keadaannya. Aku menjalankan peranku sebagai istri, aku senang saat Kay mengijinkanku kembali bekerja. Dia tidak mengekangku tinggal di rumah dan terus bersamanya. Begitulah sampai rasa suka dan sayang perlahan muncul, itu juga karena kita semakin dekat satu dengan yang lain."


Luna menceritakan ungkapan hatinta pada Daniel. Daniel terkesan, sangat kagum pada Luna. Daniel tidak menyangka jika Luna memang sudah memiliki ketulusan sejak awal.


"Aku bangga padamu, Luna. Kay beruntung menikah denganmu. Jika Jenifer tau, dia pasti akan terkejut. Astaga, nenek tua itu sudah salah mengira dirimu. Aku mengerti sekarang, apakah Jenifer sengaja ingin membuat Kay menderita dan membuat Kay malu? Karena itu dia memilih menikahkan Kay dengan Lana? Karena Lana tiada kaulah sasarannya, di dalam pikirannya kalian kembar dan serupa yang berarti sama. Jenifer tidak berpikir jauh, walau serupa pun tetap berbeda. Hahaha..., Jenifer sudah termakan permainannya sendiri."


Daniel menertawakan Jenifer. Luna tersenyum, mencerna perkataan Daniel. Luna menerima ucapan Daniel, dalam pikiran Luna apa yang di katakan Daniel masuk di akal. Sejak awal Jenifer sudah punya rencana buruk pada Rekay. Tidak heran begitu beratusias dan mendesak untuk segera menikah. Untunglah saat penikahan tidak ada gosip dan pembicaraan yang tidak enak. Karena mungkin para tamu menghormati Tuan besar Hawn. Walau bagaimana pun, keluarga Hawn merupakan keluarga dengan kedudukan tinggi.


"Kenapa kau diam, Luna?" Tanya Daniel.


"Tidak Dan. Aku hanya berpikir jika tindakan Jenifer kali ini menguntungkan Kay. Bukannya mendapat malu, Kay justru mendapat semangat dan dukungan yang pada akhirnya membuat Kay bangkit. Bukan begitu?" Luna menatap Daniel.


"Ya, kali ini Jenifer salah memprediksi. Jebifer justru mendorong Kay pada masa depan yang indah."


"Benar, aku setuju dengan kata-katamu. Tidak selamanya Kay akan terpuruk dan tidak berdaya. Ada aku, aku akan mendampingi Kay berjalan menyusuri jalan, untuk mencapai kebahagiaan dan masa depan yang indah."


"Senangnya, aku turut bahagia untukmu dan Kay. Semangat Luna, kalian pasti bisa melewati masalah kalian dengan baik dan bijaksana. Aku sangat yakin akan hal itu."


"Terima kasih sudah mendukungku. Semoga kau juga mendapatkan kebahagiaanmu."


"Ayo berkeliling sekali lagi dan segera masuk kedalam rumah. Aku lapar," ajak Daniel.


"Baiklah, ayo...."


Daniel dan Luna berkeliling lagi. Mereka terlihat senang dan menikmati jalan-jalan malam mereka.


Di dalam ruangan, Rekay dan Nicky banyak menceritakan berbagai macam hal.


"Saya sangat senang Tuan. Anda bisa melakukan apa yang Anda inginkan sekarang."


"Kau benar, tetapi aku tidak bisa bergerak bebas jika di luar rumah. Aki masih harus bergantung padamu, Nick. Jadi mau tidak mau kau harua membantuku, oke?"


"Saya selalu siap dengan apa pun yang Anda perintahkan, Tuan."


"Oh ya, Nick. Kau ingat wanita yang menolongku saat kejadian penculikan? Dia adalah Luna," Kata Rekay memberitahu Nicky.


Nicky kaget, "benarkah Tuan? Pantas saja saya tidak merasa asing dengan Nyonya. Saat pertama bertemu Nyonya seperti pernah bertemu, tetapi saya lupa dimana. Karena pada saat kejadian itu wanita yang menolong Tuan tidak banyak bicara pada saya. Saya pun fokus pada kesehatan Anda."


"Aku bahagia, Nick. Aku senang, aku merasa ini sudah lebih dari cukup. Aku ingin hidup baik dan bahgia selalu bersama Luna."


"Selamat tuan, atas kepulihan Anda. Juga atas kebagiaan Anda. Saya sudah menduga jika Nyonya Luna bukanlah wanita biasa. Nyolah kebahagiaan yang Anda nantikan Tuan."


Rekay mengangguk, "tepat sekali. Aku sudah dapatkan kebahagiaanku. Apa yang sudah aku dapatkan tidak akan aku lepasakan."


Selama bertahun-tahun, Nicky tidak pernah melihat Tuannya berbicara manis seperti itu. Nicky tersenyum senang, doanya agar Tuannya bisa bahagia akhirnya tercapai. Tuannya tidak terpuruk dan merasa menjadi orang yang tidak berguna lagi sekarang.


--


Makan malam pun tiba. Rekay mengajak Luna, Daniel, Nicky, dan Bibi Mao makan malam bersama. Rekay mengatakan jika makan malam ini, adalah sebuah perayaan kecil.


Semua orang begitu menikmati hidangan. Luna melayani Rekay seperti biasanya. Di depan semuanya Luna tidak lagi sungkan menunjukan kasih sayang, dan cintanya untuk Rekay. Kini Rekay bisa bergerak bebas di rumahnya sendiri tanpa harus khawatir. Rekay tidak perlu lagi menyembunyikan kakinya yang ingin berjalan di hadapan Nicky dan Bibi Mao.


Jerman.


Jam sudah menunjukan pukul 03.00 dini hari waktu setempat. James baru keluar dari ruang kerjanya untuk mengambil air minum. James berjalan perlahan menuju dapur rumahnya, mengambil gelas dan menuang air minum. Setelah minum James berpikir ingin melihat keadaan Lana, Istrinya.


James meletakkan gelas kosong di atas meja. Kakinya melangkah menuju kamar tidurnya. James membuka pintu dan masuk, menutup pintu perlahan. James mendekati Lana yang tertidur pulas di atas tempat tidur. James menarik selimut menutupi tubuh Lana. James mencium lembut kening Lana.


James melihat sesuatu disofa kamarnya. James mendekati sofa, James melihat banyak sekali tas belanjaan. James meraih salah satunya, James membuka tas dan melihat isinya. Lana ternyata pergi berbelanja baju, sepatu, dan perhiasan.


James menghela napas panjang, "sampai kapan kebiasaan burukmu ini berakhir, Lana. Kau menghamburakan banyak uang hanya untuk sampah seperti ini! Cintaku padamu menutupi amarahku, aku tak bisa merah atau membentakku. Aku tidak ingin kau sakit hati dan pergi jauh dariku. Apakah aku sudah benar-benar terjerat cintamu, Lana?" Guman James dalam hatinya.


James duduk di sofa yang kosong, James bersandar dan mengangkat kedua kakinya naik ketas meja. Dia melipat dua tangannya di dada. Karena lelah bekerja, pada akhirnya James tertidur di sofa dengan posisi duduk seperti itu.


Sekitar setengah jam kemudian, Lana terbangun. Lana ingin ke kamar mandi. Lana berjalan kekamr mandi dan kelaur sekitar 5 menit kemudian. Saat ingin kembali ke atas tempat tidur, Lana melihat James tertidur disofa. Lana menghentikan langkahnya sesaat. Lalu kembali melangkah mendekati tempat tidur. Lana naik keatas tempat tidur untuk kembali tidur. Lana tidak menghiraukan dan tidak peduli pada James, Suaminya.


----- ----- ----- ----- -----


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Suami Pengganti


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"