
Diperjalanan pulang, Luna terus menatap Rekay yang ada di sampingnya. Luna mengelus kepala Rekay lembut. Rekay memalingkan pandangannya dari ponsel ke arah Luna.
"Ada apa?" Tanya Rekay.
"Kau kan yang melakukan itu."
Rekay satu mengangkat alisnya, "apa? Aku tidak mengerti maksudmu."
"Jangan berbohong, kau meminta Daniel mengatur semuanya kan? Kau menekam Daniel?" Tanya Luna.
"Aku tidak menekan Daniel," elak Rekay.
"Teruslah mengelak, aku akan menarik bulu kakimu saat kau tidur nanti."
"Sayang...," panggil Rekay, "baiklah, aku akan jujur padamu. Aku memang meminta Daniel menyiapkan ruangan pemeriksan, juga meminta Daniel menyiapkam Dokter kandungan terbaik di rumah sakit."
"Kay," Luna memegang tangan Rekay, "tidak perlu berlebihan lagi. Cukup kali ini saja seperti ini, aku tidak suka hal-hal berlebih. Kau paham kan?" Suara Luna begitu lembut.
Rekay mengelus pipi Luna, "maafkan aku, aku salah sudah berlebihan. Aku tidak akan mengulangi ini lagi. Jangan kesal atau marah padaku, sayang."
Luna tertawa kecil, mencium pipi Rekay lalu merangkul lengan Rekay. Luna merebahkan kepalanya di bahu Rekay.
"Siapa yang akan tega marah pada pria setampan kau, Kay? Yang ada semua wanita pasti akan terpesona dan tergila-gila padamu."
"Manis sekali ucapanmu sayang, kau sungguh menggemaskan."
Rekay mencium kening Luna. Nicky yang mengemudikan mobil senang melihat Tuannya sering tersenyum dan bahagia.
--
Di rumah, Jenifer sedang bicara dengan seseorang di telepon. Jenifer terlihat begitu serius.
(Percakapan di telepon)
"Apa ini sangat mendesak?" Tanya Jenifer.
"Ahh, baiklah. Aku akan datang menemuimu."
"Jeni, terima kasih."
"Oke. Ini adalah pertemuan terakhir kita, Kak. Setelah ini jika ada apa-apa kau jangan menghubungiku lagi. Aku ingin hidup tenang."
"Iya, ini yang terakhir. Kakak Janji padamu, Jeni."
Jenifer merasa kesal, mengakhiri panggilan dengan tiba-tiba. Jenifer meletakan ponselnya diatas meja. Wajahnya terlihat sangat kesal.
Jafferson baru saja datang dari luar, berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Jafferson melihat Mamanya sedang murung,
"Ma..., ada apa?" Tant Jafferson.
"Kau sudah kembali? Dimana Papamu?" Tanya Jenifer.
"Masih di kantor, aku ada janji temu di luar kantor. Aku lelah jadi tidak kembali. Mama kenapa murung? Apa ada masalah?" Tanya Jafferson, berjalam menghampiri Jenifer dan duduk di samping Jenifer.
"Bulan depan Mama akan ke Jerman. Kau baik-baiklah dirumah. Jangan membuat onar. Kau mengerti?" Ucap Jenifer menatap tajam pada Jafferson.
"Jeff mengerti Ma. Mama akan menemui Bibi?" Tanya Jafferson.
"Ya, sepertinya Bibimu dalam kesulitan. Bibimu meminta Mama datang bulan depan."
"Ma?" Panggil Jafferson.
"Ada apa?" Jawab Jenifer.
"Bagaimana rencana Mama untuk masa depanku? Maksudku Luna."
"Itu soal mudah, kau sabarlah dulu. Pasti ada jalan bagi kita untuk memisahkan Rekay dan Luna. Kau inginkan Luna bukan? Maka kau akan dapatkan Luna nanti. Jangan tergesa-gesa bertindak. Semua butuh rencana yang matang, Anakku."
"Baiklah Ma, kali ini Anakmu percaya padamu. Jangan membuat Anakmu ini kecewa."
"Tidak akan sayang, kau harus percaya pada Mama. Kita urus ini setelah Mama kembali dari Jerman."
"Oke. Aku masuk kekamar dulu ma. Aku merindukan Lunaku."
Jenifer menggeleng-gelengkan kepalanya, mengusap dahinya. Jenifer tidak menyangka jika Putranya akan menggilai seorang wanita sampai seperti itu. Jenifer tidak bisa melarang apa kemauan Jafferson. Jenifer sangat sayang pada Jafferson.
Dikamar, Jafferson selesai Mandi dan berpakaian. Jafferson berjalan medekati foto Luna yang tergantung di dinding kamarnya. Jafferson meraba foto tersebut. Senyumnya mengembang kala Jafferson memandang wajah Luna di foto itu.
"Luna, Luna, aku tidak bisa menahan diri saat aku memilikimu nanti. Aku pasti lebih bisa memuaskanmu di bandingkan Kay. Pria lumpuh seperti Kay bisa apa? Hanya bisa merepotakmu dan hanya bisa merengek di atas kursi rodanya bukan?"
Jafferson mencium tangan Luna yang ada di foto dihadapannya. Jafferson mengerakkan tangannya menelusiri bagian lain dari foto berukuran besar itu.
--
Luna duduk disofa kamarnya. Luna memakan puding susu dan membaca buku panduan kehamilan. Luna ingin menjadi ibu yang baik, Luna ingin mempelajari detail mengenai panduan kehamilan awal hingga proses kelahiran sampai cara merawat bayi.
Rekay baru selesai mandi, berjalan mendekat dan mengintip apa yang di lakukan Luna. Rekay tersenyum, tiba-tiba mengejutkan Luna dengan mendaratkan ciuman di pipi Luna.
"Sayang, kau mengejutkanku. Kemarilah," pinta Luna.
Rekay duduk di lantai bersandar sofa. Luna meletakan buku di samping puding susunya di meja. Luna mengambil handuk yang melingkar di leher Rekay.
"Kebiasaan buruk. Bagaimana bisa kau selalu seperti ini? Luna mengomel.
"Aku sudah mengeringkannya tadi," sahut Rekay.
"Kau mengeringkannya tidak benar, sayang. Rambutmu harus benar-benar kering setelah dicuci. Jangan sampai masih ada bagian yang basah."
Luna mengusap dan mengeringkan rambut Rekay. Luna begitu sabar mengusap-usap handuk di kepala Rekay. Beberapa menit kemudian, Luna selesai mengeringkan. Luna mencium aroma wangi rambut Rekay.
"Hmmm, harum sekali."
"Manja sekali. Ada apa? Ingin sesuatu?" Rekay melihat puding susu Luna dan mencicipinya, "kenapa kau tidak makan puding susumu?"
"Suapi...," rengek manja Luna pada Rekay.
Rekay tersenyum, melpas rangkulan Luna dan berdiri. Rekay duduk disamping Luna dan mengambil piring berisi puding susu. Rekay memotong puding dengan sendok dan menyuapkan pada Luna.
Luna membuka mulutnya memakan puding susunya. Luna tersenyum menatap Rekay.
"Makanlah yang banyak, dan makan makanan bergizi. Aku ingin kau dan bayi kita selalu sehat. Oke?" Rekay mengusap perut Luna.
Luna memegang tangan Rekay yang menempel diperutnya, "saat janin ini tumbuh bertumbuh, kita bisa merasakan gerakannya saat dia bergerak. Aku tidak sabar menatikan hari itu. Hari dimana perutku akan terasa penuh dan membesar."
"Jagalah kesehatanmu, Luna. Ingat saat ini kau bertanggung jawab untuk janin didalam kandunganmu juga. Jangan sampai sesuatu hal buruk terjadi pada kalian Ibu dan Anak. Jangan memaksakan bekerja jika kondisimu lelah, ada aku, Nicky dan Bibi Mao yang bisa kau mintai bantuan. Kau mengerti ucapanku Nyonya Hawn?" Rekay menatap lekat mata indah Luna.
Luna tersenyum dan mengangguk, "aku mengerti Tuan Hawn. Terima kasih sudah mengingatkanku. Sudah perhatian dan begitu peduli."
"Ayo habisakan pudingmu, hanya tersisa beberapa potoang."
Rekay menyuapkan puding susu pada Luna sampai dipotongan terakhir. Selesai makan, Rekay mengusap bibir Luna dengan tangan.
"Lanjutkan membaca bukumu. Aku akan membawa piring kotor keluar."
"Oke," jawab Luna.
Rekay berdiri dan membawa piring kotor bersamanya keluar dari kamar. Luna meminum air putih lalu kembali membaca bukunya.
Luna memikirkan perkataan Rekay yang membuatnya tersentuh. Luna tersenyum dikala memikirkan ucapan Rekay.
"Aku tidak menyangka seorang seperti Kay bisa lebih manis dari biasanya. Kay memang hangat, dan penuh perhatian. Ahhh..., betapa beruntungnya kita sayang."
Luna mengelus perutnya. Luna menutup mata membayangkan kehidupannya yang akan datang, dimana dia, Kay dan juga bayi dalam perutnya bersama melewati hari demi hari. Luna sudah tidak sabar menantikan janin dalam perutnya bertumbuh dari waktu ke waktu, Luna ingin merasakan gerakan-gerakan bayinya. Saat melahirkan bayinya, Luna ingin mendengar tangisan bayinya.
----- ----- ----- ----- -----
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Suami Pengganti
•Menjadi Istri Simpanan
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"