Oh My Husband

Oh My Husband
Oh My Husband Ep-27



Rekay menahan diri untuk tidak bicara pada Jafferson. Rekay mengabaikan Jafferson, mendorong masuk kursi rodanya.


Jafferson merasa kesal karena diabaikan. "Kau tidak bisa bicara? Tidak hanya tidak bisa berjalan, setelah pergi kau menjadi seseorang yang tidak bisa bicara?" Ejek Jafferson.


Plaaaakkk


Tamparan keras mendarat di wajah Jafferson. Luna menampar Jafferson begitu keras.


"Kau? Kau berani menamparku?" Jafferson menatap tajam kearah Luna.


"Kenapa tidak? Kau dan mulut jelek mu ini tidak pernah jera mencaci suamiku. Aku tidak suka dengan ucapanmu!" Bentak Luna kesal.


Jafferson hendak menampar Luna, belum sampai tamparan Jafferson mendarat di wajah Luna, Luna lebih dulu menangkisnya. Luna mencengkram kuat-kuat tangan Jafferson lalu menghempaskan tangan Jafferson.


Plakkkk


Sekali lagi Luna menampar Jafferson, kali ini Luna menampar lebih kuat sampai wajah Jafferson merah.


"Pengecut! Hanya berani pada wanita? Kau pikir aku akan diam saja jika kau tampar? Dengar baik-baik Jafferson, aku tidak akan pernah biarkan kau menyakiti suamiku dan juga diriku sendiri. Tidak semua wanita lemah seperti yang kau pikirkan." Kata Luna menatap tajam.


"Kau lihat saja, aku akan membalas tamparan ini berkali-kali lipat." Jafferson memegangi pipinya lalu pergi meninggalkan Luna dan Rekay.


Luna menghela napas panjang, Luna mengatur napasnya. Ini pertama kalinya Luna bersikap kasar pada seseorang.


"Kau baik-baik saja sayang?" Tanya Rekay.


Luna mengangguk, masih mengatur napas. "Aku baik. Masuklah kedalam, aku tunggu di sini." Jawab Luna.


Luna bersandar di dinding, rasanya masih seperti mimpi. Luna bisa merasakan jantungnya yang berdebar kencang.


"Astaga, apa yang baru saja aku lakukan? Aku menamparnya begitu keras, aku rasa wajahnya pasti bengkak. Luna, pada akhirnya kau mengerahkan keberanianmu." Guman Luna dalam hatinya.


Beberapa saat kemudian Rekay keluar. Luna kembali mendorong kursi roda Rekay untuk kembali ke ruangan.


-----


Jafferson masih merasakan sakit di wajahnya. Saat kembali ke menemui Will, Jafferson berpamitan pada Will. Jafferson ingin kembali pulang.


Jafferson kesal pada Luna. Wanita yang di sukainya bersikap buruk padanya.


"Ahhhh... wanita si*lan! Beraninya menaparku, beruntung aku sangat mencintainya. Jika tidak, aku akan langsung membunuhnya tadi." Jafferson marah.


Jafferson memukul kemudi mobilnya dengan keras. Hatinya sangat sakit, milihat Luna yang selalu membela Rekay.


"Luna.. Luna.. Luna.. jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar padamu. Kau sendiri yang mendorongku untuk melakukannya. Kau lebih membela Rekay yang lumpuh itu dibandingkan aku. Hah, apakah aku harus membunuh Rekay baru kau akan mengakuiku?" Jafferson terus meracau tidak jelas.


Jafferson terdiam untuk sesaat, matanya masih merah karena terbakar amarah. Jafferson mengambil napas dalam lalu menghembusakan perlahan. Setelah itu Jafferson memutuskan untuk pergi meninggalkan restorant tempatnya makan siang.


-----


Di dalam restorant


Rekay dan Luna makan siang bersama. Luna memanjakan Rekay, Luna menyuapi Rekay makan meski Rekay menolak.


Tak ingin membuat Luna kecewa, Rekay menerima semua perlakuan Luna.


"Kau jangan membuatku gemuk, Luna. Kau ingin tubuhku penuh lemak?" Ujar Rekay.


Luna tertawa, "hahaha.. tenang saja, ini daging tanpa lemak sayang. Aku menyukai bentuk tubuhmu yang sexy. Aku tidak akan merusak bentuk indah tubuhmu itu." Jawab Luna.


"Hmm, aku percaya padamu. Jika aku gemuk kau juga harus gemuk." Kata Rekay.


Luna mengeryitkan dahinya, "kau gemuk, aku gemuk. Kau ingin kita menjadi pasangan gemuk? Tidak.. aku sudah bersusah payah menjaga tubuhku. Meski tubuhku tidak bisa gemuk dalam waktu singkat, tetap saja akan sulit untuk menurunkan berat badan." Jawab Luna.


Rekay tersenyum tipis, "oh istriku takut gemuk? Kenapa? Aku akan tetap mencintaimu walau kau gemuk. Karena aku mencintaimu apa adanya, bukan karena ada apa-apanya. Jangan berpikir aku bicara seperti ini untuk merayumu, atau menggodamu." Rekay terlihat serius.


Luna meletakan garpu yang di pegangnya diatas piring steaknya. Luna memandangi Rekay, merasa heran.


"Kenapa diam? Sekarang aku ingin tau, bagaimana kesanmu saat pertama kali melihatku? Aku pasti terlihat menyedihkan di matamu bukan?" Rekay memalingkan wajah merasa menyedihkan.


Luna memegang tangan Rekay yang ada di atas meja. "Jujur saja, aku memang terpaksa menikah denganmu. Saat itu yang aku inginkan hanya 1, kau tau apa itu? Aku berdoa agar suamiku mau menerimaku, yang artinya aku ingin suamiku mau menyayangi ku mau untuk mencintaiku. Tidak peduli kau bisa berjalan atau tidak, selama kau baik dan peduli itu sudah cukup. Diluar dugaanku, kau begitu baik padaku. Aku senang sekali saat kau mengijinkan aku bekerja. Dan, ada satu hal yang membuat aku kesal. Ingat saat kau membelikanku banyak pakaian mahal juga perhiasan. Kau membuatku seolah-olah aku wanita pecinta uang." Luna mengungkapkan isi hatinya, mengatakan kejujuran hatinya.


Rekay terkejut, "ahh maaf soal itu. Sejujurnya aku mengujimu saat itu. Aku mendapat informasi jika Lana, adalah wanita yang suka dengn uang dan kemewahan. Kalian adalah saudari kembar, mungkin saja kebiasaan kalian sama. Aku sempat terkejut saat kau marah dan kesal. Kau selalu menolak uangku, barang pembelianku. Kau menolak kemewahan yang aku berikan. Maafkan aku untuk sikapku. Sungguh, saat itu aku masih meragukanmu. Kau tentu tau, Jenifer adalah wanita licik dan jahat. Dia tidak pernah bisa duduk diam melihatku tenang. Dia akan terus berupaya membuatku susah dan kerepotan. Tapi sekarang, aku merasa bahagia. Pilihannya menikahkanku denganmu sangat tepat. Jenifer mendorongku ke sungai, tetapi Jenifer tidak menyadari jika ada perahu yang menyelamatkanku di sungai itu. Bukankah ini lucu? Dia tidak menyadari jika Lana dan Luna adalah dua wanita yang berbeda meski memiliki wajah yang sama." Rekay tersenyum.


Luna mengangguk, "kau benar. Aku baru sadar akan hal itu. Dia mengira aku akan seperti Lana. Mungkin juga sebenarnya dia ingin memanfaatku untuk melawanmu. Membuatmu jatuh miskin misalnya, itu bisa saja kan? Jenifer ini, bibi tua yang licik. Uh.. menyebalkan, jika aku pikirkan, kelakuan mama dan anaknya tidak ada bedanya." Ucap Luna kesal.


Rekay tersenyum menatap Luna yang terlihat geram. Luna memalingkan wajah menatap Rekay, tatapan mata mereka saling bertemu.


"Ada apa? Kenapa melihatku?" Tanya Luna.


"Karena aku sudah jatuh hati padamu." Jawab Rekay.


Luna kaget, "Paman Kay, kau mulai lagi. Jangan bicara manis seperti itu, aku tidak tahan." Sahut Luna dengan wajah memerah.


"Tidak tahan ya, lakukan saja." Jawab Rekay.


"Lakukan apa? Kau ingin dadaku meledak? Kau terus merayu dan menggodaku. Dadaku berdebar sangat kencang." Keluh Luna.


Rekay tertawa kecil, istrinya bertinggah lucu dan menggemaskan.


"Tutup matamu, aku akan berikan sesuatu untukmu." Kata rekay.


"Paman, apa yang kau lakukan? Jangan coba-coba menggoda. Aku masih harus bekerja." Pekik Luna. Sesaat setelah merasakan tengkuk lehernya di raba.


Rekay tersenyum, menggelengkan kepalanya perlahan."Kau sudah bisa membuka matamu sayang." Kata Rekay dengan suara lembut.


Luna membuka mata, Luna meraba lehernya. Dia tau jika Rekay mengenakan kalung untuknya. Luna langsung mengambil ponselnya di tas. Luna melihat kalung yang di kenakannya dengan kamera depan ponselnya.


Mata Luna melebar, mulutnya sedikit tebuka. Luna melihat kalung yang ada di lehernya begitu indah. Luna juga melihat ada dua huruf yang bertumpu diukir di dalam hati. "Wah, ini sangat indah. Sayang, terima kasih." Luna berdiri dari tempat duduknya dan langsung memeluk Rekay.


Rekay membalas pelukan Luna. "Kau suka?" Tanya Rekay.


Luna mengangguk. "Aku suka. Ada ukiran huruf L dan R. L untuk Luna, dan R untuk Rekay, aku benar kan?" Luna sangat senang.


"Benar sekali. Ahh.. jika seperti ini aku ingin mrmbawamu pulang ke rumah. Sayang sekali kau masih harus bekerja." Keluh Rekay.


Luna melepas pelukan. "Kau bisa menunggu di ruanganku. Aku hanya mengisi beberapa data saja. Tetapi aku tidak bisa mengisi di rumah, karena data itu harus aku serahkan hari ini juga pada Direktur." Luna menjelaskan.


Rekay mengangguk, "hmm.. aku akan menemanimu bekerja. Aku juga akan pergi menemui Daniel, aku ingin menyapanya." Jawab Rekay.


"Senangnya, ini pertama kalinya aku bekerja di rumah sakit di temani oleh suamiku. Seandainya bisa setiap hari, tapi.. itu hal yang mustahil terjadi. Direktur pasti tidak akan mengijinkannya." Guman Luna.


"Siapa bilang, pemilik rumah sakit tempatmu bekerja adalah suamimu, sayang. Direkturmu pun suamimu ini yang memberinya gaji. Berani melarang permintaan nyonya Hawn? Apa Direkturmu ingin di pecat?" Jawab Rekay dalam hatinya. Hanya saja Rekay tidak bisa membongkar rahasia terbesarnya itu. Rekay merasa saatnya belum tepat.


Rekay hanya tersenyum menanggapi celoteh istrinya. Selesai berceloteh Luna mengajak Rekay kembali duduk dan makan. Luna dan Rekay melanjutkan makan siang mereka.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3 (End)


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Kamu dan Aku


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Suami Pengganti


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"