
Jenifer mendengarkan Thomas bercerita. Jenifer kaget, tidak disangka kelakuan Thomas sangat buruk.
"Jadi kalian berselingkuh, dan pada akhirnya bercerai?" Tanya Jenifer.
"Ya, seperti itulah Bi."
"Lalu? Apa rencana kalian, kalian akan bersama?" Tanya Jenifer lagi.
"Ntah lah, kami hanya ingin bersenang-senang. Aku tidak ingin serius," jawab Thomas.
Braaakkkkk....
Lana berdiri dari duduknya menggebrak meja, membuat Jenifer dan Thomas kaget. Lana marah mendengar ucapan Thomas.
"Kau bicara apa? Kau hanya bermain-main? Aku sampai harus bercerai dengan James, kau hanya anggap aku mainan? Kau pria brengs*k! Aku membencimu, Thom."
Lana memukul-mukul Thomas. Thomas melindungi kepalanya dengan tangannya. Thomas yang merasa kesal, berdiri dan mencengkram tangan Lana. Thomas menatap Lana dalam, penuh kebencian.
"Jal*ng, jangan membentakku! Aku muak padamu, kita akhiri saja ini. Kau jangan mencariku lagi."
Thomas menghempaskan tangan Lana dan langsung pergi. Lana menangis, kembali duduk dan menuduk. Jenifer mengangkat dua alisnya melihat kejadian di hadapannya.
Jenifer menatap Lana yang menangis sesenggukan. Jenifer menghela napas melihat sekitar. Beberapa orang melihat kearahnya. Jenifer merasa canggung, Jenifer mengajak Lana untuk berpindah tempat.
"Lana, jangan menangis. Ayo kita pergi ke tempat lain."
Lana mengangkat kepalanya lalu menyeka air matanya. Lana menganggukan kepalanya menerima ajakan Jenifer.
Jenifer dan Lana pergi kesebuah toko kue, tidak jauh dari tempat pertama yang mereka datangi. Jenifer memesan kue dan mencari tempat duduk. Jenifer menatap Lana yang masih terlihat sedih.
"Kau mencintai Thomas?" Tanya Jenifer.
Lana terdiam, Lana sendiri pun tidak tahu apa itu cinta. Baginya cinta adalah uang dan kekayaan.
"Lana, Lana, kau tidak beda jauh denganku. Aku tau seperti apa wanita seperti kau."
Lana kaget, "maksudmu?" Sela Lana.
"Kau menyukai uang bukan? Kau tertarik pada Thomas karena Thomas punya banyak uang. Sedangkan kau tidak tau jika Thomas mendapatkan uang dari istrinya. Sekarang, apa kau pikir Thomas akan seperti Thomas yang kau temui pertama kali? Tidak, Lana! Thomas miskin sekarang. Dia pengangguran dan tidak memiliki apa-apa."
"Lalu aku harus apa? Aku tidak bisa apa-apa lagi sekarang."
Jenifer tersenyum miring, ini adalah kesempatan emas untuknya bicara. Memuali rencana luar biasanya.
"Aku punya sebuah pekerjaan bagus untukmu, Lana. Kau tertarik?" Tawar Jenifer.
"Pekerjaan apa itu?" Jawab Lana.
"Mudah saja, kau hanya perlu menggantikan posisi saudari kembarmu."
Lana kaget, "Luna? Siapa kau sebenarnya? Bagaimana kau tau kami kembar?" Tanya Lana merasa curiga.
"kau penasaran? Akulah orang yang ingin menjodohkanmu saat itu. Kau pergi melarikan diri sehingga aku menjadikan Luna penggantimu. Sekarang kau harus membayarnya untukku, bertukarlah posisi dengab Luna."
"Kenapa? Kenapa kau ingin kami bertukar posisi? Kau punya maksud jahat?" Tebak Lana.
"Karena putraku mencintai Luna. Aku akan jadikan Luna miliknya. Bukankah ini setimpal? Kau bisa menikmati kembali kemewahan. Kau bisa kembali berfoya-foya. Kay sangat kaya, Lana. Jika saja kau tidak kabur, maka kejadiannya tidak seperti ini."
Lana terdiam, hatinya ragu. Terakhir kalu bertemu Luna bersikap kasar padanya. Lana meraba wajahnya yang di tampar oleh Luna. Itu sakit, dan sakitnya terasa sampai menusuk hati. Lana terus berpikir, akankah ini jalan hidupnya?
"Kenapa? Luna saudaraku, bagaimana bisa aku seperti itu. Tidak, aku tidak boleh!" Batin Lana menggelengkan kepalanya perlahan, "tetapi aku kecewa, dia sudah menamparku. Aku harus membalasnya," imbuhnya.
"Kau berpikir apa? Jangan terlalu banyak berpikir, ini adalah kesempatanmu. Jika saja putraku tidak menyukai Luna, aku tidak akan membutuhkanmu. Ini juga demi putra kesayanganku. Ada akau pasti akan lebih mudah, suamiku juga tidak akan tahu kalian bertukar posisi."
Lana menatap Jenifer, "kau..., kau ingin aku lakukan seperti apa? Apa sudah ada rencana?" Tanya Lana.
Jenifer tersenyum jahat, "tenang saja. Bukan Jenifer jika tidak punya banyak rencana. Kau akan ikut kembali bersamaku, aku akan sewakan apartemen untukmu. Jika waktunya tiba, kita akan bertindak. Kali ini kita tidak boleh gegabah, aku tidak ingin rencana ku gagal. Kau hanya harus patuh dengan ucapanku, kau paham?" Tegas Jenifer.
Lana mengangguk, "aku mengerti."
Jenifer mengulurkan tangannya, "ayo kita bekerjasama Lana. Kita akan saling menguntungkan."
Lana melihat tangan Jenifer dan menyambutnya, "senang berkerja sama denganmu, terima kasih telah memberiku misi."
Jenifer tersenyum penuh kemenangan, "ini seperti mimpi. Ternyata begitu mudah menyelesaikan masalah Jeff. Semua berpihak padaku, ini mengejutkan. Dengan seperti ini tidak akan yang curiga kan? Kay bodoh itu, tidak mungkin bisa mengenali Lana kan?" Batin Jenifer.
"Oh ya, kau dan Luna ada perbedaan tidak?" Tanya Jenifer.
"Perbedaan?" Ulang Lana.
"Maksudku gaya penampilan dan cara bicara kalian."
"Aku bisa meniru cara berpakaian Luna, dia terbiasa menggunakan gaun. Aku tidak masalah soal penampilan. Cara bicara Luna juga, aku pasti bisa mengubah gaya bicaraku sepertinya."
"Baguslah, itu pekerjaanmu. Pekerjaanku ada sendiri, yang jelas jangan sampai kau ketahuan. Bersikaplah seolah kau memang Luna, Nyonya Muda keluarga Hawn."
Lana mengangguk, "aku mengerti."
Jenifer merasa lega, semuanya sudah siap untuk di jalankan. Jenifer yakin rencananya akan berjalan dengan baik.
--
James dan Catharina makan siang bersama. James melayani Catharina dengan baik. James menyuapi Catharina makan, membuat Catharina merasa malu.
"James, hentikan ini. Kau membuatku malu."
"Malu?" Jemas melihat sekitar, "kenapa malu, kau kan calon istriku. Wajar jika aku melakukan hal-hal romantis seperti ini."
"Aku tidak pernah di perlakukan seperti ini, James. Aku tidak terbiasa."
James mengusap kepala Catharina, "jika begitu, biasakan saja mulai dari sekarang. Aku senang bisa peduli dan perhatian pada orang yang aku sayangi. Akan aku lakukan apa yang bisa aku lakukan, dan akan aku berikan apa yang bisa aku berikan. Sekalipun itu nyawaku."
"James...," lirih Catharina merasa terharu.
Air mata Catharina menetes. Thomas tidak pernah seperti itu padanya. Catharina dan Thomas hanya cinta sepihak, Thomas hanya berpura-pura mencintai Catharina karena uang. Thomas hanya sedikit menberika perhatian dan itu sangat di nantikan oleh Catharina. Catharina begitu mencintai Thomas sehingga menjadi orang yang bodoh. Selalu di sakiti, tetapi tetap saja memaafkan Thomas. Termakan bujuk rayu dari kata-kata manis Thomas.
Sekarang dihadapannya ada lelaki tulus, tidak ingin mengambil keuntungan apa pun darinya. James justru ingin memberinya apa yang telah di ambil oleh Thomas. Catharina bersyukur, masih ada lelaki baik yang mau menerimanya.
Catharina menunduk, air mantanya deras menetes. James menadahkan wajah Catharina, Catharina bisa jelas melihat mata James. James menyeka air mata Catharina, James membelai wajah Catharina.
"Jangan menangis, Cat."
"Lalu aku harus apa?" Tanya Catharina dengan suara serak.
"Terima kasih James, maafkan aku jika aku tidak sesuai harapanmu kelak. Aku akan berusaha," jawab Catharina.
James tersenyum, "aku menyanyangimu," James mengusap kepala Catharina.
Catharina tersenyum membalas senyuman James. Rasanya seperti mimpi bagi Catharina bisa bertemu dan menjalin hubungan dengan James.
Sama-sama merasakan sakitnya dikhianati, kecewa, sedih, dan hancur. Mereka bersatu dan saling menguatkan satu sama lain. Saling menyemangati, saling mendukung, peduli dan perhatian.
"Cukup Thomas yang membuatmu menangis, Cat. Aku tidak akan membuatmu menangis. Aku pasti akan selalu membuatmu tertawa dan bahagia. Aku berjanji," batin James.
"Aku tidak akan menjadi Lana, James. Aku akan tulus mencintaimu tanpan menuntut uangmu atau hartamu. Aku hanya ingin kehangatan, ketulusan, dan juga perlindungan. Aku akan membuka lebar hatiku untuk kau isi dengan cinta dan kasih sayangmu. Aku percaya padamu," batin Catharina.
"Ayo makan lagi, makan yang banyak. Jangan takut gemuk," ucap James.
"Aku harus menjaga berat badanku, James."
"Ini rendah lemak, sayang. Kau berpikir apa? Ini semua makanan sehat cocok untuk orang yang diet."
Catharina kaget, "benarkah? Aku tidak tahu. Jadi kau sudah menyiapkan semuanya?" Tanya Catharina.
James menganggukkan kepalanya, "aku tau kau aktris. Kau harus menjaga penampilanmu untuk menunjang karirmu di dunia hiburan. Aku bukan pria bodoh yang akan mengahancurkan impian orang yang aku sayangi."
"James, aku tidak menyangka. Kau sangat peduli padaku," jawab Catharina.
"Sangat peduli, dan akan terus peduli sampai akhir."
Catharina tersenyum, "kau tidak marah jika aku terus menjadi aktris? Kita akan sering terpisah jarak nantinya, kau sudah pertimbangkan itu? Kau taukan kan, aku tidak...,"
Belum sampai ucapan Chatarina selesai bicara, bibirnya sudah di cium oleh James. James merasa gemas pada Catharina.
Catharina kaget, mendorong James dan melepaskan ciuman James. Catharina melihat sekeliling, merasa malu.
"Kau, apa yang kau lakukan?" Bisik Catharina.
"Apa?" Jawab James tertawa menggoda Catharina, "aku menciummu. Kau menggemaskan sekali, banyak bicara ini dan itu."
"Aku hanya bertanya, James."
"Aku tidak masalah dengan pekerjaanmu, Cat. Bila perlu, nanti saat aku libur atau senggang aku akan ikut denganmu. Jika kau dekat aku akan datang padamu. Aku tidak apa walau harus menempuh perjalan jauh demimu. Bukankah aku sudah katakan. Aku akan lakukan apa pun yang bisa aku lakukan. Aku akan berikan apa pun yang bisa aku berikan. Itu mencangkup semua, hatiku, tubuhku, termasuk waktuku. Jadi, apa kau puas dengan jawabanku?" jelas James.
Catharina hanya bisa diam, lagi-lagi dia dikejutkan oleh James. Catharina tersenyum lebar, merasa sangat puas dengan jawaban James yang begitu tegas.
----- ----- ----- ----- -----
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Suami Pengganti
•Menjadi Istri Simpanan
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"