
Rekay keluar dari kamar mandi, Rekay berjalan perlahan-lahan saat keluar keluar dari kamar mandi.
Rekay berjalan menghampiri Luna yang sedang duduk di sofa. Rekay melihat Luna sedang menonton berita di televisi. Rekay merangkul leher Luna dari belakang.
"Duduk lah, aku akan keringkan rambutmu." Ucap Luna.
Rekay mencium pipi Luna, "Muach.." Rekay berjalan mendekat dan duduk membelakangi Luna.
Luna berdiri, Luna mengambil handuk yang ada di leher Rekay. Luna mengatur duduk Rekay, Luna mengangkat kaki Rekay agar lurus.
"Duduk yang manis kesayanganku." Goda Luna.
"Kesayangan?" Tanya Rekay.
Luna tersenyum, "hmm.. paman Kay kesayangan Luna." Jawab Luna yang mulai mengusap rambut Rekay dengan handuk.
"Kau sudah tidak kesal?" Tanya Rekay.
"Ada apa?" Luna bertanya balik.
"Tidak ada, aku hanya ingin tau kenapa kau kesal? Lana mengatakan sesuatu?" Rekay sangat penasaran.
Luna maaih sibuk mengeringkan rambut Rekay. "Apa yang dia bicarakan tidak penting. Dia peduli padaku sekarang, lalu dimana dia saat aku membutuhkannya? Lana menghilang dan tiba-tibq muncul, bicara kasar, juga menghinamu. Siapa yang tidak kesal." Luna bercerita.
Rekay memegang tangan Luna, yang memegang handuk diatas kepalanya. Rekaya menurunkan tangan Luna dan menatap Luna. Rekay melihat wajah Luna yang kusut.
Rekay menarik tangan Luna, sehingga Luna jatuh ke pangkuan Rekay.
"Kay, kakimu.." kata-kata Luna diputus oleh Rekay.
"Kakiku tidak akan patah hanya karena memangkumu." Sela Rekay.
Luna menatap Rekay, Rekay menatap Luna. Jemari tangan Rekay masih sibuk membelai rambut dan wajah Luna.
Rekay mengecup kening Luna, Luna merasa tersentuh. Luna memeluk Rekay.
"Jangan pikirkan hal lain selain kebahagiaan kita." Kata Rekay.
Luna mengangguk, "ya.." jawab Luna.
Lama Luna dan Rekay saling berpelukan, hingga tidak sadar Luna terlelap tidur. Rekay memegang kepalanya, melihat rambutnya sudah kering. Rekay memilih berbaring di sofa perlahan-lahan, Rekay masih dalam posisi memeluk Luna.
Rekay mendekap Luna. Sesekali Rekay membelai rambut Luna. Selang beberapa lama Rekay pun ikut terlelap tidur.
-----
Jafferson kesal, beberapa hari tidak tidur karena memikirkan Luna. Jafferson ada di dalam kamarnya.
"Sial, mama melarangku pergi! Jika saja mama tidak melarang aku pasti akan menyusul Luna dan Kay." Gerutu Jafferson yang sedang duduk di tepi tempat tidurnya.
Tok..
Tok..
Tok..
Pintu kamarnya terketuk. Jafferson membuka pintu kamarnya. Diluar kamarnya berdiri Jenifer, mamanya.
"Kau tidak makan seharian, kau baik-baik saja? Ada apa denganmu? Tidak fokus bekerja, beberapa hari kau justru pergi entah kemana." Jenifer menatap tajam pada putranya itu.
Jafferson hanya diam, Jafferson langsung menutup pintu kamarnya. Jafferson mengunci pintu kamarnya agar mamanya tidak bisa masuk.
"Jeff!" Teriak Jenifer.
"Kau.. anak nakal! Tidak bisakah kau mendengar kata-kata mamamu ini hah? Kau membuat kerutan di wajah mamamu bertambah." Kata Jenifer penuh kekesalan.
Jafferson tetap diam. Jafferson tidak ingin bicara pada Jenifer. Jenifer masih berdiri didepan pintu kamar Jafferson.
Seorang pelayan datang menghampiri Jenifer.
"Maaf nyonya ada seseorang yang datang. Ingin bertemu dengan tuan muda." Kata pelayan itu.
"Siapa?" Tanya Jenifer.
"Kurir dari studio foto nyonya." Jawab pelayan.
"Studio foto?" Guman jenifer.
Jenifer mengetuk kembali pintu kamar Jafferson.
"Jeff, buka pintu! Ada yang datang mencarimu." Jenifer kembali berteriak.
Di dalam kamar Jafferson mendengar, namun tetap diam. Jenifer kembali berteriak.
"Kau ada janji bertemu orang dari studio?" Tanya Jenifer.
Mendengar kata studio, Jafferson bergegas membuka pintu kamarnya. Jafferson ingat jika dirinya memang pergi ke studio foto sehari sebelumnya. Jafferson ingin mencetak sebuah foto.
Pintu kamar terbuka. Dengan langkah cepat Jafferson keluar dari kamarnya, untuk menemui orang dari studio foto tersebut.
Jenifer penasaran apa yang terjadi. Jenifer pergi mengikuti Jafferson. Dari jauh Jenifer melihat Jafferson menerima sesuatu.
Jafferson melewati Jenifer. "Apa itu?" Tanya Jenifer.
"Sesuatu yang indah." Jawab Jafferson yang langsung pergi.
"Indah?" Guman Jenifer, Jenifer kembali mengikuti Jafferson.
Dikamar Jafferson merobek pembungkus kertas. Benar saja itu adalah bingkai sebuah foto. Jenifer menyilangkan dua tangan melihat Jafferson.
"Apa yang kau lakukan? Bingkai apa itu? Apa itu lukisan?" Tanya Jenifer.
"Bukan, ini adalah sebuah foto." Jawab Jafferson.
Jafferson menggantung bingkai foto ke dinding yang sudah siapkan. Jenifer melebarkan mata, seakan bola matanya keluar.
"Itu, Luna?" Ujar Jenifer terkejut.
"Ya, Luna. Wanitaku!" Jawab Jafferson.
"Apa kau sudah tidak waras? Dimana akal sehatmu Jeff?" Jenifer geram.
"Sudahlah ma, mama urus saja pak tua itu. Bukankah mama sudah harus menyingkirkan nya? Jangan khawatirkan aku, aku masih sepenuhnya sadar." Jawab Jafferson yang masih memandangi foto Luna.
Jenifer yang sudah tidak tahan pun pergi tanpa banyak bicara. Jenifer merasa kesal, merasa kecewa dengan sikap Jafferson. Karena Luna pikiran Jafferson menjadi kacau. Karena Luna Jafferson menjadi seperti seseorang yang hilang akal.
Jenifer mulai membenci Luna. Jenifer ingin membuat perhitungan pada Luna.
@@@@@... @@@@@...
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Suami Pengganti
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3 (End)
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"