Oh My Husband

Oh My Husband
Oh My Husband Ep-45



Di restorant, Calvin dan Jenifer sudah sampai. Mereka menunggu kedatangan Luna.


Tidak lama kemudian, Luna datang dan menyapa Calvin juga Jenifer. Luna meminta maaf karena terlambat.


"Maaf terlambat datang," ucalo Luna dengan suara lembut.


"Tidak masalah, yang terpenting kau sampai dengan selamat."


Jenifer tersenyum, "lama tidak melihatmu, Luna."


"Wanita jahat ini, bisa-bisanya mengembangkan senyuman seperti itu. Hari ini jika bukan karena permintaan Papa, aku tidak akan datang. Aku tidak ingin terlihat buruk," batin Luna.


"Sayang, aku ke belajang dulu. Kau dan Luna pesanlah makanan. Aku akan makan apapun yang kau pesankan."


"Iya," jawab Calvin.


Jenifer membawa tasnya bersamanya. Jenifer pergi kearah belakang, ke kamar mandi. Jenifer beberapa kali memalingkan kepalanya melihat ada siapa di belakangnya. Merasa aman Jenifer memanggil seorang pelayan, Jenifer berbisik pada pelayan itu. Jenifer merogoh tasnya, mengeluarkan sejumlah uang lalu memberikannya pada pelayan.


"Ingat, bersikaplah seolah kau tidak sengaja. Oke?" Ucap Jenifer.


"Baik Nyonya, saya akan lakukan sesuai perintah Anda."


"Bagus, pergilah sekarang."


Pelayan itu berpi dan mulai menjalankan perintah Jenifer. Jenifer berjalan ke arah kamar mandi.


"Jef, Lana. Kalian disana?" Panggil Jenifer.


Jafferson dan Lana muncul. Jafferson mengeluh karena lelah menunggu.


"Berapa lama lagi Ma? Aku lelah."


"Ssstttt...," Jenifer membungkam mukut Jafferson dengan tangannya, "kau jangan bicara kencang-kencang. Mama sudah suruh pelayan memulai rencana, kalian sembunyilah. Dan lakukan tugas kalian dengan baik. Mama harus cepat kembali agar Papamu tidak curiga. Ingat jangan lakukan kesalahan."


Jenifer segera pergi meninggalkan Jafferson dan Lana. Lana masuk kedalam kamar mandi wanita, sedangkan Jafferson bersembunyi di balik dinding. Menunggy datangnya Luna.


Jenifer merapikan rambutnya, mengusap wajahnya. Jenifer berjalan perlahan mendekati Calvin, duduk kembali di kursinya.


"Maaf lama menunggu, ada sedikit masalah dengan perutku."


"Kau sakit, sayang?" Tanya Calvin.


"Tidak, hanya sakit biasa. Mungkin karena tadi pagi aku belum makan. Tidak apa, aku baik-baik saja."


Jenifer mulai bersandiwara, Luna hanya diam mengamati. Luna tidak ingin berkomentar apa-apa karena menurutnya tidak penting.


Seorang pelayan lewat di samping Luna, pelayan itu berpura-pura tersandung dan menumpahkan minuman di pakaian Luna.


"Maafkan saya, Nona. Maaf, sungguh saya tidak sengaja. Kepala saya sedikit sakit, sehingga tubuh saya tidak seimbang. Mohon maafkan saya," jelas pelayan, bersandiwara sesuai perintah Jenifer.


Luna berdiri dari duduknya dan menelap pakaiannya dengan kain.


"Tidak apa. Aku bisa bersihkan," Luna menatap Calvin, "Pa, aku akan bersihkan pakaianku dulu lalu kembali."


"Ya, pergilah sayang. Jika ada apa-apa hubungi Papa."


"Iya, Pa."


Luna membawa tasnya bersamanya pergi ke belakang menuju kamar mandi. Jenifer menatap pelayan dan berpura-pura marah.


"Perhatikan kesehatanmu, Nona. Jika kau sakit jangan paksakan diri untuk bekerja. Kau membuat pakaian menantuku kotor," omel Jenifer.


"Sudah, sudah," Calvin menatap pelayan, "kau pergilah. Dan bersihkan lantai juga mejanya segera."


"Baik tuan," jawab pelayan, yang langsung pergi untuk mengambil kain lap san kain pel.


"Kenapa kau suruh pergi? Aku belum selesai bicara."


"Sudahlah, dia tidak sengaja. Jangan memarahinya, yang terpenting Luna baik-baik saja dan tidak terluka."


"Sayangnya Luna tidak akan baik-baik saja, sayang. Dia akan sedikit merasakan sakit," batin Jenifer tersenyum puas.


Sementara itu di belakang, Luna di celakai oleh Jafferson. Tengkuk Luna di pukul, membuat Luna pingsan. Jafferson membawa Luna pada Lana untuk bertukar pakaian. Lama menunggu, Lana keluar dengan memakai pakaian Luna. Lengkap dengan sepatu dan tas Luna.


"Cepat, bawa Luna pergi!" Perintah Lana.


Lana memapah Luna yang sudah berganti pakaiannya. Lana meminta Jafferson membawa Luna pergi. Lana merapikan penampilannya sesuai penampilan Luna. Lana menutupi tahi lalatnya di atas bibir dengan bedak.


Lana menghidupakan layar ponsel Luna dan melihat kamera. Lana melihat apakah tahi lalatnya tertutup sempurna atau tidak.


"Untung saja hanya titik hitam, ditutup bedak juga tertutup. Tidak akan ada yang tau aku Lana," batin Lana.


Lana merapikan rambutnya, dan berjalan kembali menemui Jenifer dan Calvin. Lana duduk, menatap Jenifer dan tersenyum. Jenifer tau itu Lana karena Lana tersenyum padanya. Jika Luna, maka hanya akan memasang wajah datar.


"Kau sangat lama, apakah sesuatu terjadi?" Tanya Jenifer, mengedipkan satu matanya.


"Tidak ada, hanya tadi aku menerima panggilan dari Rekay."


"Oh," jawab Jenifer ber-oh ria.


"Bagus jika kau baik-baik saja. Makanlah, pesananmu sudah datang."


Lana tersenyum, menatap meja makan. Lana kaget, karena yang di pesan Luna hanya sayur dan salad buah.


"Si*l, aku tidak bisa makan rumout seperti ini. Aku bukan Luna!" Batin Lana.


Jenifer menjukurkan kaki dan membelalakkan mata, Jenifer meminta Lana memakan makanan yang dipesan Luna agar tidak curiga. Lana tersenyum, terpaksa memakan salad buah pesanan Luna.


Lana merasa mual, namun harus menahan. Demi sandiwaranya. Mereka menikmati makanan masing-masing. Ponsel Luna berdering, pesan masuk dari Rekay. Lana melihat ponsel milio Luna dan membuat pesan Rekay sebagai alasan untuknya pergi.


"Maaf, ada hal penting yang harus aku kerjakan. Aku harus kembali pulang."


"Hm, baiklah. Kami tidak bisa lama-lama menahanmu. Hati-hati di jalan ya. Luna," ucap Jenifer tersenyum cantik.


Lana berdiri dari duduknya, "terima kasih untuk makan siang hari ini, Permisi."


Lana dengan langkah cepat pergi. Lana keluar dari restorant, Lana melihat kekiri dan kekanan. Seseroang datang menghampiri Lana.


"Nyonya, Anda tidak pulang? Mengapa tidak masuk kedalam mobil?" Tanya seseorang itu yang tidak lain adalah supir pribadi Luna.


Lana mengerutkan dahi berpikir, "Nyonya? Apa dia supir Luna?" Batin Lana.


"Ayo pulang," perintah Lana.


Supir membuka pintu, Lana masuk ke dalam mobil. Supir menutup pintu mobil dan menyusul masuk ke mobil, supir duduk di bangku kemudi. Supir membawa Lana kembali pulang ke rumah.


Di sepanjang jalan Lana berpikir, apa yang akan terjadi pada Luna. Lana memeriksa ponsel Luna, membaca pesan-pasan Luna dan Rekay.


"Huh, pesan sampah. Mereka saling mengutarakan cinta. Apa tidak ada kata lain selain cinta? Luna, Luna, kau sangat bodoh! Bagaimana bisa kau tahan hidup bersama pria lumpuh itu. Meski tampan tetap saja tidak akan bisa membuatmu bahagia. Sekarang aku harus bertukar peran denganmu, semua demi uang. Aku harap Jafferson tidak melukaimu," batin Lana.


Lana tidak peduli lagi pada pesan sampah Luna dan Rekay. Baginya itu memuakkan.


--


Jafferson membawa Luna pergi. Jafferson menyewa sebuah apartemen untuk tinggal sementara dirinya dan Luna. Jafferson membopong Luna dan membaringkan Luna di tempat tidur. Jafferson menjaga dan menunggu Luna. Jafferson duduk di tepi tempat tidur, disamping Luna.


"Aku bahagia sekarang. Akhirnya kau menjadi milikku," batin Jafferson.


Ponsel Jafferson berdering, panggilan dari Jenifer. Jafferson menerima panggilan dari Mamanya itu.


(Percakapan di telepon)


"Hallo," jawab Jafferson.


"Kau dimana?" Tanya Jenifer.


"Aku menyewa apartemen, Ma. Mama tidak perlu khawatir. Bagaimana Lana? Ingatkan dia agar tidak ketahuan."


"Mama mengerti. Jagalah dirimu, jangan bertindak bodoh."


"Aku tahu, Ma."


Jafferson mengakhiri panggilan Jenifer, memasukan kembali ponselnya kedalam saku kemejanya.


--


Lana melewati Mall, Lana meminta dupir berhenti dan menunggu. Lana ingin membeli sesuatu. Lana ingin berencana membuat kejutan untuk Rekay.


1 jam kemudian Lana kembali dari Mall dan masuk dalam mobil. Lana memerintahkan supir kembali ke rumah. Lana tersenyum senang, membayangkan apa tanggapan Rekay nantinya.


Mobil yang di tumpangi Lana memasuki halaman. Mobil terparkir, supir keluar dan membukakan pintu. Lana berjalan masuk kedalam rumah. Mata Lana melebar melihat rumah besar dan megah yang di tinggali Luna.


"Wah, Luna hidup seperti Ratu. Dia tidak akan kekurangan apa pun di sini. Beruntung sekali, meski dalam kesialan harus menikahi pria lumpuh," barin Lana.


Lana masuk kedalam rumah, Bibi Mao datang menghampiri Lana.


"Nyonya, untuk makan malam Anda ingin memasak apa?" Tanya bibi Mao.


Lana memalingkan wajah, "kenapa kau bertanya padaku? Bukankah memasak dan membersihkan rumah juga isinya adalah tugasmu?" Jawab Lana seeanak hati.


Bibi Mao kaget, "kenapa ucapan Nyonya begitu kasar? Nyonya tidak pernah bicara dengan nada suara seperti ini. Ini aneh," batin Bibi Mao.


Lana mendekati Bibi Mao, "kenapa diam? Cepat bawa ini kekamarku."


Lana menyerahkam seluruh barang belanjaanya pada Bibi Mao. Bibi Mao menerima dan membawa barang Lana ke kamar. Lana menyuruh Bibi Mao karena Lana tidak tahu dimana kamar Luna dan Rekay. Lana tidak ingin sandiwaranya terbongkar. Lana masih ingin menikamati apa yang di miliki saudara kembarnya itu.


Lana berjalan mengikuti Bibi Mao. Lana membuka pintu dan masuk. Bibi Mao dan Lana berpapasan jalan, Bibi Mao kembali bekerja di dapur untuk memasak. Belum sampai langkah Bibi Mao jauh, Lana memanggilnya.


"Hei, kau...," panggil Lana.


Bibi Mao memalingkan wajah, "saya Nyonya? Tanya Bibi Mao.


"Iya, kau. Siapa lagi. Siapakan makanan enak untukku, beri merica dan bubuk cabe. Oke?" Perintah Lana.


Bibi Mao kaget awalnya tidak lama menganggukkan kepala, "baik..., Nyonya."


Jawab Bibi Mao yang kembali melangkahkan kakinya ke dapur. Bibi Mao curiga, Nyonyanya tidak pernah memanggilnya kasar, Hei, kau dan panggilan lainnya.


"Tidak mungkin Nyonya. Nyonya tidak pernah kasar seperti itu. Makanan yang di minta juga aneh. Nyonya suka makanan manis, kenapa sekarang menyukai makanan pedas? Lebih baik aku beritahu Tuan nanti, saat datang."


Dikamar Luna, Lana melihat foto-foto Luna dan Rekay yang memenuhi dinding. Lana tersenyum tipis menatap foto seakan mengejek.


----- ----- ----- ----- -----


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Suami Pengganti


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"